RADARSEMARANG.ID, Semarang — Komisi II DPR tengah menggelar rapat maraton dengan gubernur dan wakil gubernur seluruh Indonesia.
Rapat digelar maraton selama tiga hari sejak Senin (28/4) untuk membahas evaluasi dana transfer daerah dan BUMD.
Pada hari kedua, Selasa, selain Dedi dan Rudy Mas’ud terlihat pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hingga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sementara itu pada Rabu ini, dijadwalkan menjadi giliran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir di Komisi II DPR.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai “Gubernur Konten”.
Hal tersebut disampaikan Rudy Mas’ud saat menghadiri rapat antara sejumlah gubernur dan Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).
“Yang saya hormati Bu Wamendagri, terima kasih banyak Ibu Wamen, dan seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, Gubernur Konten. Mantap nih Kang Dedi. Dan seluruh pejabat eselon I Kemendagri yang hadir. Bupati, wali kota via Zoom,” ujar Rudy Mas’ud.
Lalu, Rudy Mas’ud melanjutkan pemaparan dari hasil kerjanya sebagai Gubernur Kaltim selama ini.
Di akhir pemaparannya, tiba-tiba Dedi merespons Rudy Mas’ud.
Menurut Dedi, meskipun dirinya sering mengonten, tetapi kegiatannya itu ternyata berdampak pada belanja rutin iklan.
“Dan terakhir tadi Pak Gubernur Kaltim mengatakan Gubernur Konten. Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan,” ujar Dedi.
Dedi mengatakan, Pemprov Jabar biasanya mengeluarkan uang Rp 50 miliar untuk iklan.
Baca Juga: Pedoman Resmi Kemendikdasmen, Mulai Sejarah, Tema, Logo Hardiknas 2025 Sampai Upacara Pakai Adat
Namun, karena kontennya viral terus, Dedi Mulyadi bisa menghemat biaya iklan menjadi hanya Rp 3 miliar saja.
“Biasanya iklan di Pemprov Jabar kerja sama medianya Rp 50 miliar. Sekarang cukup Rp 3 miliar tapi viral terus. Terima kasih,” jelasnya. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi