RADARSEMARANG.ID, Semarang — Acara Haul Habib Ahmad bin Ali Bafaqih ke-39 dan Habib Ali bin Ahmad Bafaqih ke-91 ini akan kembali dilaksanakan di Ndalem Habib Ahmad bin Ali Bafaqih, Kemusuh, Bulan, Banyurejo, Tempel, Sleman, DIY pada tahun ini.
Meskipun telah berpulang puluhan tahun silam, jejak dakwah beliau masih membekas dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Habib Ahmad dikenal sebagai ulama kharismatik yang menyebarkan Islam dengan pendekatan lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Kehidupan beliau yang sederhana dan dekat dengan masyarakat membuatnya dihormati lintas golongan.
Dalam catatan masyarakat setempat, Habib Ahmad dikenal tak hanya aktif mengajar ilmu agama, tetapi juga menjadi tempat bertanya warga dalam persoalan kehidupan sehari-hari.
Tradisi haul yang digelar setiap tahun ini menjadi salah satu bentuk penghormatan sekaligus pelestarian nilai-nilai dakwah yang beliau wariskan.
Seiring berjalannya waktu, haul ini berkembang menjadi agenda keagamaan yang tidak hanya dihadiri warga lokal, tetapi juga dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian acara haul biasanya meliputi Sholawatan Jawa, pembacaan manaqib, dzikir bersama, tausiyah dari para ulama dan habaib, hingga penampilan kesenian tradisional.
Selama berlangsungnya acara, area sekitar makam Habib Tempel dipadati oleh jamaah yang datang dengan penuh khidmat.
Meskipun sederhana, haul ini tetap konsisten digelar dengan dukungan dari keluarga besar, tokoh masyarakat, dan warga sekitar sebagai pengingat akan jasa-jasa juga warisan dakwah yang diturunkan oleh Habib Ahmad dan ayahandanya.
Konsistensi penyelenggaraan haul ini menjadi bukti bahwa keteladanan Habib Tempel terus hidup di hati masyarakat.
Spirit dakwah beliau yang menekankan adab, keikhlasan, dan kesederhanaan masih dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan semakin luasnya jangkauan jamaah yang hadir, haul ini juga menjadi ruang silaturahim dan memperkuat ikatan spiritual antarumat Islam.
Warisan Habib Ahmad bin Ali Bafaqih, yang telah banyak memberikan kontribusi dakwah di wilayah Yogyakarta, terus dikenang dan diamalkan hingga kini.
Profil Habib Ahmad bin Ali Bafaqih menarik untuk diulas.
Bagi masyarakat di Tempel, Sleman, Habib Ahmad bin Ali Bafaqih begitu dikenal. bahkan saat haulnya didatangi ribuan warga dan peziarah.
Habib Ahmad Bafaqih adalah putra dari Habib Ali Bafaqih.
Dia dikenal sebagai sosok yang tegas. beliau terlahir dengan keadaan cacat.
Dengan keterbatasan fisiknya ini Ahmad Bafaqih sering kali mengalami cacian dan hinaan dari orang-orang sekitarnya.
Hebatnya semua cacian dan hinaan itu dia terima dengan sabar, Ahmad Bafaqih tak pernah membalas cacian itu.
Meski dengan keterbatasan fisik maupun kekurangan harta, dia selalu sabar.
Di masa mudanya Ahmad Bafaqih pernah berjualan kecil-kecilan seperti berjualan korek api walaupun hasilnya tidak menguntungkan.
Kondisi kekurangan fisik maupun cobaan lainnya seperti kekurangan harta membuat Ahmad Bafaqih selalu berserah diri kepada Allah SWT.
Konon dengan kesabaran, dan kesucian hati, dia dianugerahi ilmu ladunni.
Menurut cerita Ilmu tersebut didapatnya saat sedang berdiam diri di salah satu masjid di Yogyakarta.
Profil Habib Ahmad bin Ali Bafaqih yang juga dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Habib Ahmad Tempel ini memang menarik.
Beliau sangat dihormati di kalangan ulama, wali dan habaib di zamannya.
Padahal beliau disebutkan tidak pernah menempuh pendidikan formal.
Banyak pejabat hingga artis turut mengambil keberkahan beliau.
Salah satunya adalah Wakil Presiden RI H Adam Malik yang kemudian membuatkan kubah makam untuk Habib Ahmad Tempel dan ayahandanya.
Banyak cerita yang menyebut karamah beliau.
Salah satu kisah yang beredar adalah beliau tahu berita terbaru padahal tak membaca koran, mendengarkan radio ataupun menonton televisi.
Beliau juga dikatakan telihat berhaji di Mekkah padahal beliau saat itu tak pergi kemana-mana.
Selain itu banyak orang yang sakit menjadi sembuh dengan izin Allah melalui karamah Habib Ahmad Tempel.
Salah satu cerita yang beredar adalah saat Adam Malik diberitakan sakit.
Oleh tim medis kepresidenan dan tim medis dari luar negeri menyatakan bahwa beliau mengidap suatu penyakit yang sulit disembuhkan.
Kemudian keluarga Adam Malik mengundang Habib Ahmad Bafaqih ke Jakarta bersama Habib Muhammad menantu beliau.
Usai Adam Malik dirajah oleh Habib Ahmad Bafaqih, penyakit Adam Malik sembuh total.
Dakwah Habib Ahmad Bafaqih saat ini diteruskan oleh putra beliau sendiri Habib Umar bin Ahmad Bafaqih di Sokaraja, Habib Ali bin Ahmad Bafaqih di Yogyakarta.
Kemudian oleh Habib Muhammad Hamid Bafaqih (menantu) yang juga juru kunci makam, Habib Husein bin Abdullah Assegaf di Sedayu, Yogya serta Habib Zein bin Ahmad Assegaf Magelang.
Pengasuh Ponpes Aswaja Nusantara Gus Mustafid menyebut Habib Ahmad bin Ali Bafaqih adalah sebagai sosok yang kuat sacara spiritual.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi