RADARSEMARANG.ID - Tiga santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto tenggelam di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (9/4/2025).
Hingga kini, pencarian para korban tenggelam yang terseret ombak sekitar pukul 13.00 di pantai selatan itu masih terus dilakukan.
Sejumlah wisatawan remaja terseret ombak saat berenang sekitar pukul 13.00 WIB. Tiga di antaranya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.
Ketiga santri itu adalah Lutfi Munawar, 15 asal Mojokerto, Yasir Arafat Inninawa, 15 asal Sidoarjo, dan Fahmi Sirilah, 15 asal Sidoarjo.
Ketiganya merupakan pelajar MTs Amanatul Ummah yang tinggal di asrama Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.
Menurut keterangan yang dihimpun JPRM, para santri itu berangkat dari PP Amanatul Ummah mengendarai Daihatsu Sigra No Pol N 1855 AAM yang dikemudikan Abdul Hamid warga Kedungkandang, Kota Malang.
Saat tiba di lokasi, enam orang di antaranya langsung berenang di pantai.
Tak lama kemudian, mereka terseret ombak di area palung laut pantai Balekambang.
Dua di antaranya berhasil diselamatkan wisatawan asing.
Sedangkan, tiga lainnya masih terseret ombak.
Yayasan Ponpes Amanatul Ummah angkat bicara terkait insiden kecelakaan air yang menimpa santrinya di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang.
Baca Juga: Mengenal Area RIP Current di Pantai Laut Selatan, Air Tampak Tenang Namun Mematikan
Pihak yayasan mengklaim, liburan ketujuh santri itu bukan outing class maupun bagian dari kegiatan pondok.
"Intinya mereka ke pantai itu bukan kegiatan pesantren," ujar Jubir Yayasan Ponpes Amanatul Ummah, Affan, saat dikonfirmasi.
Disinggung soal izin santri keluar dari lingkungan pondok, pihaknya belum bisa bicara banyak.
"Saat ini masih dalam suasana duka dan pencarian. Jadi sementara ini kami fokus pencarian bersama keluarga (korban)," tuturnya.
Ketujuh santri tersebut tinggal dalam satu asrama. Mayoritas kelas 9 MTs.
Baca Juga: Apa Benar Tarian THR Mirip dengan Tarian Hora Yahudi?
"Mayoritas mereka santri satu tingkatan," kata Affan.
Saat keluar lingkungan pondok pada Selasa (8/4) lalu, ketujuh santri itu baru datang kembali ke pondok.
Setelah menikmati masa libur lebaran.
"Ada kedatangan santri setelah masa libur secara bertingkat. Jadi sekarang sudah masuk normal," ujarnya.
Affan mengatakan, kini pihaknya bersama perwakilan pondok dan keluarga tiga santri yang belum ditemukan berada di Pantai Balekambang.
Itu untuk mengawal proses operasi search and rescue (SAR).
"Kita hadir di sini (lokasi) tentunya sebagai bentuk keprihatinan terhadap para santri," tandas Affan.
Diketahui, Selasa (8/4) lalu, ketujuh santri bertolak menuju Kota Batu menumpangi mobil sewaan.
Sehari berikutnya, Rabu (9/4) siang, mereka tiba di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang.
Baca Juga: BI Checking Sudah Tidak Dipakai Lagi, Ganti Program Ini Untuk Cek Skor Kredit
Di lokasi, RA, 15, hanya berdiri di tepi pantai sementara keenam rekannya berenang ke laut.
Petaka terjadi tak berselang lama usai HS, 15, menepi lebih awal untuk salat.
Lutfi Munawar, 15 asal Mojokerto, Yasir Arafat Inninawa, 15 asal Sidoarjo, dan Fahmi Sirilah, 15 asal Sidoarjo terseret ombak saat berenang di palung laut.
Sedangkan AKR, 16 dan KY, 15 berhasil menepi.
Para korban sempat ditolong turis asing asal Jerman, Helena Lindner dan guide wisata Rio Candra Hidayat.
Baca Juga: Pewaris Maulid Dhiba Habib Ali Bin Sholeh Al Athos Meninggal Dunia, Ini Sosok Profilnya
Walaupun ketiga santri kala itu tetap hanyut digulung ombak.
Hingga Kamis (10/4) siang, operasi SAR pencarian ketiga santri belum membuahkan hasil. (fal)