Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Niat Ingin Libur Lebaran, Santri Mojokerto Tenggelam Terseret Ombak di Pantai Balekambang

Falakhudin • Jumat, 11 April 2025 | 17:38 WIB

Niat Ingin Libur Lebaran, Santri Mojokerto Tenggelam Terseret Ombak di Pantai Balekambang
Niat Ingin Libur Lebaran, Santri Mojokerto Tenggelam Terseret Ombak di Pantai Balekambang

 

 

RADARSEMARANG.ID - Tiga santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten  Mojokerto tenggelam di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (9/4/2025).

Hingga kini, pencarian para korban tenggelam yang terseret ombak sekitar pukul 13.00 di pantai selatan itu masih terus dilakukan.

Baca Juga: Pencarian Korban Tenggelam Siswa SMP N 7 Mojokerto di Pantai Drini Gunungkidul 3 Jenazah Ditemukan, Ini Daftar 13 Nama korbannya



Sejumlah wisatawan remaja terseret ombak saat berenang sekitar pukul 13.00 WIB. Tiga di antaranya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.

Ketiga santri itu adalah Lutfi Munawar, 15 asal Mojokerto, Yasir Arafat Inninawa, 15 asal Sidoarjo, dan Fahmi Sirilah, 15 asal Sidoarjo. 

Ketiganya merupakan pelajar MTs Amanatul Ummah yang tinggal di asrama Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Menurut keterangan yang dihimpun JPRM, para santri itu berangkat dari PP Amanatul Ummah mengendarai Daihatsu Sigra No Pol N 1855 AAM yang dikemudikan Abdul Hamid warga Kedungkandang, Kota Malang.

Baca Juga: Jenazah Rifky Yudha Pratama Siswa SMPN 7 Mojokerto Korban Tenggelam di Pantai Drini Gunungkidul Akhirnya Ditemukan

 

Saat tiba di lokasi, enam orang di antaranya langsung berenang di pantai. 

Tak lama kemudian, mereka terseret ombak  di area palung laut pantai Balekambang. 

Dua di antaranya berhasil diselamatkan wisatawan asing. 

Sedangkan, tiga lainnya masih terseret ombak.

Yayasan Ponpes Amanatul Ummah angkat bicara terkait insiden kecelakaan air yang menimpa santrinya di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang.

Baca Juga: Mengenal Area RIP Current di Pantai Laut Selatan, Air Tampak Tenang Namun Mematikan



Pihak yayasan mengklaim, liburan ketujuh santri itu bukan outing class maupun bagian dari kegiatan pondok.

"Intinya mereka ke pantai itu bukan kegiatan pesantren," ujar Jubir Yayasan Ponpes Amanatul Ummah, Affan, saat dikonfirmasi.

Disinggung soal izin santri keluar dari lingkungan pondok, pihaknya belum bisa bicara banyak. 

"Saat ini masih dalam suasana duka dan pencarian. Jadi sementara ini kami fokus pencarian bersama keluarga (korban)," tuturnya.

Ketujuh santri tersebut tinggal dalam satu asrama. Mayoritas kelas 9 MTs. 

Baca Juga: Apa Benar Tarian THR Mirip dengan Tarian Hora Yahudi?

 

"Mayoritas mereka santri satu tingkatan," kata Affan.

Saat keluar lingkungan pondok pada Selasa (8/4) lalu, ketujuh santri itu baru datang kembali ke pondok. 

Setelah menikmati masa libur lebaran.

"Ada kedatangan santri setelah masa libur secara bertingkat. Jadi sekarang sudah masuk normal," ujarnya.

Affan mengatakan, kini pihaknya bersama perwakilan pondok dan keluarga tiga santri yang belum ditemukan berada di Pantai Balekambang.

 

Baca Juga: Cara Install Safe Exam Browser SEB Untuk Tes Rekrutmen Bersama BUMN 2025 dan Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Program Profesi Guru UP-UKMPPG



Itu untuk mengawal proses operasi search and rescue (SAR). 

"Kita hadir di sini (lokasi) tentunya sebagai bentuk keprihatinan terhadap para santri," tandas Affan.

Diketahui, Selasa (8/4) lalu, ketujuh santri bertolak menuju Kota Batu menumpangi mobil sewaan.

Sehari berikutnya, Rabu (9/4) siang, mereka tiba di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang.

 

Baca Juga: BI Checking Sudah Tidak Dipakai Lagi, Ganti Program Ini Untuk Cek Skor Kredit



Di lokasi, RA, 15, hanya berdiri di tepi pantai sementara keenam rekannya berenang ke laut. 

Petaka terjadi tak berselang lama usai HS, 15, menepi lebih awal untuk salat.

 

Lutfi Munawar, 15 asal Mojokerto, Yasir Arafat Inninawa, 15 asal Sidoarjo, dan Fahmi Sirilah, 15 asal Sidoarjo terseret ombak saat berenang di palung laut. 

Sedangkan AKR, 16 dan KY, 15 berhasil menepi. 

Para korban sempat ditolong turis asing asal Jerman, Helena Lindner dan guide wisata Rio Candra Hidayat.

Baca Juga: Pewaris Maulid Dhiba Habib Ali Bin Sholeh Al Athos Meninggal Dunia, Ini Sosok Profilnya



Walaupun ketiga santri kala itu tetap hanyut digulung ombak. 

Hingga Kamis (10/4) siang, operasi SAR pencarian ketiga santri belum membuahkan hasil. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#daihatsu sigra #MTs Amanatul Ummah #ponpes amanatul ummah #Helena Lindner #Pondok Pesantren Amanatul Ummah #pantai selatan #pantai balekambang #Rio Candra Hidayat #libur Lebaran #turis asing asal Jerman #Outing Class #tim sar