Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jadwal Open House Gus Muhammad Iqdam Kholid Lebaran Idul Fitri 2025

Falakhudin • Jumat, 4 April 2025 | 17:10 WIB

Jadwal Open House Gus Muhammad Iqdam Kholid Lebaran Idul Fitri 2025
Jadwal Open House Gus Muhammad Iqdam Kholid Lebaran Idul Fitri 2025

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Open house saat hari Raya Idul fitri identik dengan kegiatan silaturahmi dan halal bihalal.

Kegiatan tersebut membawa manfaat bagi terciptanya masyarakat Indonesia yang harmonis, ruku, dan memiliki toleransi tinggi. 

Baca Juga: Jadwal Open House Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Lebaran Idul Fitri 2025

Kata open house berasal dari bahasa Inggris yang artinya membuka rumah. 

Dalam konteks Lebaran, open house merupakan istilah yang merujuk pada kebiasaan membuka rumah untuk menyambut tamu saat hari Raya Idul fitri.

open house merupakan istilah keren dari kebiasaan berkunjung ke sanak saudara maupun teman pada saat hari raya Idul ftiri tiba.

Baca Juga: Jadwal Open House Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Lebaran Idul Fitri 2025

Kebiasaan umum orang-orang melakukan open house ini dilakukan sebagai sarana untuk menyambung tali silaturahmi pada bulan Syawal.

Saat open house tuan rumah akan membuka rumahnya dan mengajak orang sekitar untuk berkunjung.

Mulai dari keluarga, kerabat, teman, hingga tetangga.

Terdapat beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat open seperti mengobrol santai, makan-makan, dan bermain games.

Kegiatan open house tidak dilakukan oleh masyarakat umum saja.

Baca Juga: Lirik-Lirik Sholawat Nabi Muhammad Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Bisa Dipakai Untuk Doa di Bulan Ini dan Kapanpun

Para pejabat negara seperti walikota hingga presiden juga mengadakan kegiatan tersebut. 

Manfaat open house

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan open house Lebaran di antaranya sebagai berikut. 

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Lebaran 2025 Ngagem Boso Jowo Cocok Damel Tiyang Sepah Soho Media Sosial

 1. Mempererat Silaturahmi

Melalui open house, keluarga dan teman-teman bisa saling bertemu.

Momen ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin tidak terjalin dengan baik.

Mengingat dalam agama Islam, menjaga tali persaudaraan merupakan hal yang sangat dianjurkan. 

2. Menjalin Keharmonisan 

Open house menjadi kesempatan bagi tetangga dan masyarakat sekitar untuk saling mengunjungi.

Dengan begitu, kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat bisa terjadi.

Ini membantu menciptakan keharmonisan dan rasa kebersamaan dalam lingkungan sekitar.

Baca Juga: UNIK! Masjid Dengan Atap Baret Jenderal Bintang 4, Ternyata Menyimpan Kenangan Masa Kecil Panglima Tentara

3. Meningkatkan Rasa Toleransi

Tidak hanya umat muslim saja, seringkali open house juga dihadiri oleh tetangga atau teman beda agama.

Hal ini menjadi momen untuk saling berbagi budaya dan tradisi. Kegiatan tersebut menjadi contoh nyata dari toleransi sosial yang tinggi.

4. Membuat Lebaran Lebih Bermakna

Open house memungkinkan tuan rumah untuk menyambut siapa saja yang datang.

Menjadikan Lebaran terasa lebih bermakna dan penuh dengan kebersamaan.

Berbagi kebahagiaan dengan orang lain merupakan bagian dari inti dari perayaan Lebaran itu sendiri.

Profil Gus Iqdam

Gus Iqdam merupakan pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah.

Ia juga pengurus dari Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Agar Siap Kerja Luar Negeri, Pemerintah Merubah Masa Belajar Siswa SMK Jadi 4 Tahun

Gus Iqdam dikenal masyarakat luas sebagai pendakwah milenial, yang kocak, lucu, dan mudah berbaur dengan semua kalangan usia.

Mulai dari usia muda hingga sampai dengan usia tua.

Sosok Profil Gus Iqdam

-Nama asli : Muhammad Iqdam Kholid

-Tempat lahir : Blitar, Jawa Timur

-Tanggal lahir : 27 September 1994

-Usia : 30 tahun

-Nama ayah : KH Kholid

-Nama ibu : Lanratul Farida

-Istri : Aning Nilatin Nihayah

 Pada 2018, Gus Iqdam mendirikan Majelis Taklim Sabilu Taubah yang awalnya hanya memiliki 7 jamaah.

Baca Juga: Jay Idzes Kapten Timnas Indonesia Pemain DIaspora Ternyata Mbahne Wong Semarang, Ini Profilnya

Baca Juga: Pejuang NIP Wajib Tahu, Daftar 22 Kementerian Baru Membuka Lowongan CPNS 2025

Tetapi setelah namanya dikenal karena konsep ceramahnya, majelis tersebut memiliki jamaah lebih dari 60.000 orang dari seluruh pelosok negeri.

Masa kecil Gus Iqdam dihabiskan untuk belajar ilmu agama Islam bersama pamannya yaitu KH Dliyauddin Azzamzami.

Kemudian Gus Iqdam melanjutkan pendidikan agamanya di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri di bawah asuhan KH Muhammad Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar.

Kemudian di tahun 2021, Gus Iqdam menikah dengan Nilatin Nihayah yang merupakan anak dari salah satu kyai besar di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, almarhum KH Toha Widodo Zaini Munawwir.

Baca Juga: Lokasi ATM Bank Rp 10.000, Rp 20.000 di Semarang - Kota Lainnya dan Jadwal Jam Operasional Bank Selama Liburan Idul Fitri 2025

Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Ahmad Novel Zubaidi Al Munawwir.

Pada latar belakangnya, Gus Iqdam diketahui sebagai anak bungsu dari KH Kholid.

Ayahnya tersebut dikenal luas sebagai seorang kyai di Pondok Mamba’ul Hikam II Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Ibu Gus Iqdam, Nyai Lanratul Farida, juga bukan orang sembarangan.

Ia adalah salah satu putri dari kiai kharismatik, KH Zubaidi Abdul Qofur yang merupakan Mursyid Toriqoh di Jawa Timur.

Baca Juga: Diskon Tarif Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera Arus Mudik Balik Lebaran Idul Fitri 2025 Sudah Berlaku, Segini Besarnya

Kendati berasal dari keluarga religius, Gus Iqdam dulunya dikenal sebagai anak yang nakal dan hobi balap motor.

Namun, atas dorongan sang ayah Gus Iqdam pun bersedia untuk mondok.

Awalnya, ia hanya ingin memenuhi permintaan sang ayah.

Akan tetapi, lambat laun Gus Iqdam memahami pentingnya pendidikan agama dan memutuskan untuk serius belajar.

Seiring waktu Majelis Ta’lim Sabilu Taubah banyak dikenal.

Baca Juga: Cara Cek dan Top Up Saldo e-Toll dengan HP untuk Perjalanan Mudik Balik Lebaran Idul Fitri 2025

Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Mudik dan Balik Lebaran Idul Fitri 2025 Mencari Jalur Lancar Bebas dari Kemacetan

Hal ini membuat jemaahnya terus bertambah pesat.

Menurut beberapa sumber, ada banyak jamaah Gus Iqdam yang berasal dari orang-orang luar pesantren dan awalnya tidak paham ilmu agama.

Kendati berasal dari keluarga religius, Gus Iqdam dulunya dikenal sebagai anak yang nakal dan hobi balap motor.

Namun, atas dorongan sang ayah Gus Iqdam pun bersedia untuk mondok.

Awalnya, ia hanya ingin memenuhi permintaan sang ayah.

Akan tetapi, lambat laun Gus Iqdam memahami pentingnya pendidikan agama dan memutuskan untuk serius belajar.

Ia kerap viral karena gaya dakwahnya yang khas.

Pengajian Gus Iqdam tidak pernah sepi jamaah yang hadir. 

Ratusan hingga ribuan jamaah selalu hadir memadati pengajian yang diisi oleh gus asal Blitar itu. 

Berbagai daerah ia sambangi dalam agenda pengajiannya.

Baca Juga: Klaim Sekarang Kode Redeem Free Fire Max Bonus Bundle Eksklusif Untuk Bulan Maret

Baca Juga: Rizky Ridho dan Ramadhan Sananta Dapat Beasiswa Kuliah Usai Bela Timnas Indonesia

Gus Iqdam makin mengukuhkan dirinya sebagai pendakwah muda yang sedang naik daun.

Buktinya, jadwal pengajian pendiri Majelis Sabilu Taubah itu selalu dinantikan.

Majelis Sabilu Taubah terlahir pada tanggal 7 desember 2018 dari ide dan gabungan 7 orang yang sering nongkrong di angkirngan atau sering disebut garangan.

5 bulan kemudian jamaah bertambah 40 orang yang kebanyakan pecinta orang tua dan topi miring.

Tahun 2019 bertambah 600 orang namun masyarakat masih bingung aliran apa ini.

Baca Juga: VIRAL! Karena Ketupat Mahal dan Sulit Buatnya, Lontong Besek Bisa Jadi Alternatif, Disamping Murah, Mudah dan Tahan Seminggu, Begini Cara Buatnya

Karena kebanyakan tatoan, tindikan, rambutnya gramasoan.

Tahun 2020 terjawab sudah jamaah bertambah menjadi 3 ribuan.

hingga saat ini rutinan malam jum’at dan malam selasa sudah istiqomah diikuti anak-anak sampai dengan orang dewasa.

Menurut beberapa sumber, ada banyak jamaah Gus Iqdam yang berasal dari orang-orang luar pesantren dan awalnya tidak paham ilmu agama.

Namun, sesuai tujuannya mendirikan Majelis Ta’lim sebagai tempat mengaji bagi orang-orang luar, Gus Iqdam pun tidak merasa keberatan.

Baca Juga: Mudik Lebaran Idul Fitri 2025, PLN Sediakan 682 SPKLU POM Mobil dan Motor Listrik, Ini Lokasinya

Pengajian dan dakwah rutin yang dilakukan biasa dikenal sebagai kata-kata “ Dekengan Pusat ”.

Cara dakwah beliau banyak disukai lapisan masyarakat abangan yang belum tahu agama dan mau belajar.

Komunitas tersebut sering disebut dengan garangan atau ST Nyell.

Bahkan jamah dari non muslim banyak yang datang.

Setiap pengajiannya diadakan talk show kepada para jamaah yang hadir dari jauh.

Baca Juga: Dibimbing Ustad Felix Siauw, Janji Steven Wongso ke Arafah Rianti Saat Ikrar Mualaf

Tidak terkecuali jadwal pengajian Gus Iqdam selama bulan ini, hal itu setidaknya bakal mengisi pengajian di lokasi berbeda.

Namun, sesuai tujuannya mendirikan Majelis Ta’lim sebagai tempat mengaji bagi orang-orang luar, Gus Iqdam pun tidak merasa keberatan.

Pada aktivitas dakwahnya, Gus Iqdam disukai banyak jamaah karena ciri khas penyampaian ilmu yang lemah lembut, sopan dan lucu.

Pengajian dan dakwah rutin yang dilakukan biasa dikenal sebagai kata-kata “ Dekengan Pusat ”.

Cara dakwah beliau banyak disukai lapisan masyarakat abangan yang belum tahu agama dan mau belajar. 

Komunitas tersebut sering disebut dengan garangan atau ST Nyell.

Bahkan jamah dari non muslim banyak yang datang.

Setiap pengajiannya diadakan talk show kepada para jamaah yang hadir dari jauh.

Selain itu mereka juga mendapatkan hadiah berupa uang atau barang berharga lainnya.

Dakwah Gus Iqdam selama ini tak hanya di kalangan santri saja.

Baca Juga: Hery Gunardi Diangkat Kementrian BUMN Jadi Direktur Utama BRI Saat Ini

Ia bahkan juga merangkul orang-orang jalanan, kaum marginal, bahkan kriminal.

Semua kalangan dirangkulnya dengan lembut dan pesan agama yang tak terkesan memaksa atau menggurui.

Atas kerendahan itu, Gus Iqdam kini begitu digandrungi anak-anak muda tak hanya santri pondok pesantren. 

Baca Juga: Waktu yang Tepat Untuk Menghindari Kemacetan Saat Mudik Lebaran Idul Fitri 2025

Jadwal Open House Gus Iqdam

Tanggal 4 - 7 Syawal 1446 H

(3 - 6 April 2025)

JAM 19.00 WIB - 23.00 WIB

Lokasi: Lapangan Utama Sor Sengon Karanggayam Srengat Blitar Jawa Timur

Dan acara ini terbuka untuk jamaah umum, silahkan menghadiri.

Baca Juga: Jadwal Operasional Buka Tutup BCA, BSI, BNI, Danamon, Bank Panin dan Bank Lainnya Selama Periode Libur Lebaran Idul Fitri 2025

“Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.” - Imam Syafi’i.

Sebarluaskan, ajaklah teman, kerabat, dan keluarga menghadiri majelis yang penuh berkah ini.  (fal)

Editor : Tasropi
#Hari Raya Idul Fitri 1446 H #Lapangan Utama Sor Sengon #balap motor #halal bihalal 2025 #Manfaat open house #dekengan pusat #Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah #gus kautsar #Muhammad Iqdam Kholid #Pondok Pesantren Mambaul Hikam II #ST nyell #Ahmad Novel Zubaidi Al Munawwir #bulan syawal #Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah #Pondok Pesantren Al Falah Ploso #Jadwal Open House Gus Iqdam #Profil Gus Iqdam #Pondok Pesantren Lirboyo Kediri #sabilu taubah #halal bihalal #open house #hari raya idul fitri #KH Muhammad Abdurrahman Kautsar #open house lebaran