RADARSEMARANG.ID, Semarang — Menjelang mudik Lebaran 2025, Jawa Tengah bersiap menyambut 17,9 juta pemudik dengan berbagai persiapan matang.
Pemprov Jateng telah memastikan infrastruktur jalan siap digunakan, melakukan rekayasa lalu lintas, menyediakan layanan mudik gratis, serta menstabilkan harga bahan pangan.
Diprediksi, arus mudik mulai meningkat pada 22-24 Maret 2025.
Bertepatan dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku mulai 24 Maret 2025.
Sementara itu, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28-31 Maret 2025.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa perbaikan jalan di seluruh wilayah Jateng hampir selesai.
“Dalam sepekan ke depan, perbaikan jalan akan benar-benar tuntas,” ujar Luthfi dalam Rapat Koordinasi Forkopimda di Semarang, Senin (17/3).
Selain infrastruktur, Pemprov Jateng menggandeng Polri dalam rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan.
One way nasional akan diterapkan dari Cikarang hingga Kalikangkung, sedangkan Jateng akan memberlakukan one way dari Kalikangkung hingga Bawen.
Diperkirakan 1,8 juta kendaraan akan memasuki Jateng, sehingga pengawasan di pintu tol dan rest area akan diperketat.
“Di titik rawan macet, akan diberlakukan sistem lalu lintas searah dan ditambah papan penunjuk arah,” tambahnya.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menjelaskan, 146 juta orang diperkirakan akan mudik tahun ini.
Dan sepertiga dari jumlah tersebut melintasi Jawa Tengah.
Untuk itu, sebanyak 12.322 personel akan disiagakan guna mengamankan jalur mudik.
Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi mengerahkan 1.867 personel untuk memperkuat pengamanan arus mudik di Jateng.
Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Sonny Irawan menjelaskan, skema one way nasional akan diterapkan mulai Kamis atau 27 Maret 2025 pukul 14:00 mulai dari Tol Jakarta - Cikampek Km 70 sampai Km 414 Kalikangkung Semarang.
“Skema oneway ini juga disesuaikan dengan tanggal hari tersebut dan pelat nomor kendaraan, jadi masyarakat bisa menyesuaikan hari keberangkatan perjalanannya, pelat nomor genap berangkat di tanggal genap, dan seterusnya,” ujar Sony.
Skema one way dan ganjil genap di jalan Tol Jateng akan diberlakukan dua periode, saat arus mudik dan arus balik dengan detailnya:
Arus mudik berlaku mulai Km 70 sampai Km 414,
Kamis, 27 Maret 2025, pukul 14.00 WIB sampai Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 24.00 WIB
Arus balik, Km 414 sampai Km 70,
Kamis, 3 April 2025, pukul 14.00 WIB, sampai Senin, 7 April 2025, pukul 24.00 WIB.
Sonny mengatakan, rekayasa lalu lintas ini dapat berubah tergantung dinamika di lapangan.
Contohnya seperti tahun lalu, di mana penerapan one way arus mudik diperpanjang.
Selain one way nasional, penerapan one way lokal juga akan dilakukan dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Bawen, tergantung pada jumlah kendaraan yang melintas di Tol Kalikangkung atau di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).
“Jika traffic accounting di Kalikangkung mencapai 3.000 sampai 4.000 kendaraan dalam 3 jam berturut-turut, maka akan diterapkan one way lokal,” ujar Sonny.
Selain itu, indikatornya juga bisa dilihat di GT Cikatama; jika di sana mencapai 6.000 lintasan per jam, maka perlu waspada.
Jika mencapai 8.000, maka one way lokal di Semarang akan diberlakukan.(fal)
Editor : Baskoro Septiadi