RADARSEMARANG.ID — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena gerhana bulan total atau dikenal sebagian orang dengan sebutan blood moon bisa diamati dari wilayah Indonesia lusa, Jumat (14/3).
Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG, Syrojudin di Jakarta, mengatakan gerhana bulan total yang diprediksi terjadi pada tanggal 13-14 Maret itu fase gerhana penumbra pertama dimulai pada pukul 10.57 WIB.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, fase puncak terjadinya gerhana bulan total ini berlangsung pada pukul 13.54 WIB atau dua jam lebih cepat untuk Indonesia timur (15.52 Wit).
Fase puncak gerhana tersebut hanya dapat dilihat dari wilayah di Amerika, Afrika bagian barat, Eropa, Asia bagian timur, dan Australia bagian timur.
Sementara, kata dia, fase yang bisa diamati di Indonesia bagian timur, yakni gerhana total berakhir pada pukul 14.31 WIB (16.31 Wit), dan 17.00 WIB (19.00 Wit) untuk gerhana penumbra berakhir.
Menurut Syrojudin, karena tidak melewati fase puncak gerhana tersebut, dampak yang ditimbulkan seperti meningkatnya ketinggian laut hingga memicu banjir pesisir (rob), namun masih tergolong terkendali di wilayah Indonesia.
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi atau umbra.
Pada fase puncak, Bulan akan tampak berwarna merah.
Namun, jika terdapat partikel debu vulkanik di atmosfer, warna yang terlihat bisa berubah menjadi kecoklatan.
Siaran langsung gerhana bulan total dapat ini diakses melalui kanal YouTube Timeanddate atau situs resmi NASA pada tanggal 13 dan 14 Maret 2025.
Observatorium dan Planetarium: Beberapa lembaga astronomi internasional sering menyiarkan fenomena gerhana melalui situs web atau media sosial mereka.
Menggunakan Aplikasi Astronomi: Aplikasi seperti Stellarium atau SkySafari dapat membantu memvisualisasikan posisi gerhana secara real-time.
Meskipun tidak dapat diamati langsung dari Indonesia, fenomena ini tetap menarik untuk diikuti sebagai bagian dari edukasi astronomi.
Salat gerhana termasuk dalam kategori salat sunnah muakkad.
Pada zaman Nabi Muhammad, gerhana sempat menjadi salah paham sebagai akhir dunia.
Salat gerhana dilaksanakan salah satunya sebagai pengingat mengenai kebesaran Allah yang telah menggerakkan benda-benda yang ada di langit.
Kesempatan untuk salat gerhana juga tidak dapat dilewatkan karena jarang sekali terjadi dalam beberapa tahun sekali.
Salat gerhana bulan sangatlah disunnahkan.
Dikutip dari kitab Nihayatuz Zain, salat gerhana bulan ini dianjurkan dikerjakan secara berjamaah sebagaimana dijelaskan dalam tulisan.
Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Salat gerhana ini sedikit berbeda dengan salat pada umumnya.
Sebab, bacaan Surat Al-Fatihah dan ruku pada salat gerhana ini dilakukan dua kali di setiap rakaatnya.
Selepas ruku’ pertama, kembali berdiri untuk membaca surat Al-Fatihah dan ayat lain.
Kemudian, ruku’ kembali dan dilanjutkan i’tidal.
Salat ini bisa dilakukan secara berjamaah dengan bacaan jahar (keras) ataupun dilakukan secara sendiri (munfarid).
Sebelum salat imam atau jamaah harus niat terlebih dahulu sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah swt.”
Adapun urutan tertib salat sunnah gerhana bulan adalah sebagai berikut:
Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram sebagaimana di atas.
Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah.
Baca Juga: Daftar Nama Pendaki yang Naik Gunung Cartenz Selain Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono
Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).
Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
I’tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah.
Baca Juga: Kronologi Pendaki Wanita Lilie Wijayati dan Elsa Laksono Meninggal di Puncak Carstensz
Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.
Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
Itidal.
Baca doa i’tidal.
Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.
Salam.
Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah salat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi