RADARSEMARANG.ID, Semarang — Penentuan awal ramadan 1446 H masih menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Pasalnya, hilal tidak terlihat dalam pemantauan yang dilakukan oleh tim Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jakarta pada Jumat (28/2) malam.
Meski cuaca di Jakarta cukup cerah dan tidak ada hambatan signifikan, hilal yang menjadi penentu awal ramadan tidak berhasil diamati.
Hal ini menimbulkan ketidakpastian mengenai kapan 1 ramadan akan dimulai, terutama jika hasil pengamatan di wilayah lain berbeda.
Ketua NU Provinsi Jakarta, Syamsul Muharif, menyatakan bahwa pemantauan hilal telah dilakukan di beberapa titik di ibu kota.
Namun, hasilnya menunjukkan hilal belum tampak di Jakarta.
”Kami melakukan pemantauan sesuai prosedur, namun hilal tidak terlihat. Oleh karena itu, kami akan segera melaporkan hasil ini kepada PBNU untuk diteruskan ke Kementerian Agama,” ujar Syamsul.
Kendati hilal belum terlihat di Jakarta, Syamsul menegaskan bahwa hasil ini bukan satu-satunya penentu awal ramadan.
Keputusan resmi akan tetap mengikuti hasil Sidang Isbat Kemenag, yang melibatkan berbagai ormas Islam, ahli astronomi, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.
Sidang Isbat Kemenag memiliki peran penting dalam menentukan keseragaman awal ramadan di seluruh Indonesia.
Selain pemantauan hilal di Jakarta, pengamatan juga dilakukan di berbagai wilayah lain dengan kondisi cuaca yang berbeda-beda.
Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perbedaan lokasi geografis yang mempengaruhi kemungkinan terlihatnya hilal.
Oleh karena itu, meskipun hasil pemantauan di satu wilayah menunjukkan hilal tidak terlihat, bisa jadi di daerah lain hasilnya berbeda.
”Sidang Isbat adalah mekanisme resmi yang telah diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia. Walaupun hilal tidak terlihat di Jakarta, kami tetap menunggu hasil Sidang Isbat untuk memastikan apakah besok, 1 Maret 2025, sudah dimulai puasa atau belum,” ujar Syamsul.
Sidang Isbat ini akan memberikan keputusan final yang menjadi acuan bagi umat Islam di seluruh Indonesia dalam menentukan awal ramadan 1446 H. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi