Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ratna Sari Dewi Istri Presiden Soekarno Lepas Kewargaan Indonesia Demi Nyalon Majelis Tinggi Parlemen Jepang, Simak Kisahnya

Falakhudin • Selasa, 18 Februari 2025 | 12:31 WIB
Ratna Sari Dewi Istri Presiden Soekarno Lepas Kewargaan Indonesia Demi Nyalon Majelis Tinggi Parlemen Jepang Simak Kisahnya
Ratna Sari Dewi Istri Presiden Soekarno Lepas Kewargaan Indonesia Demi Nyalon Majelis Tinggi Parlemen Jepang Simak Kisahnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Ratna Sari Dewi, atau Dewi Soekarno, istri keenam Presiden Soekarno, membuat langkah mengejutkan dengan melepaskan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Dewi Soekarno sebelumnya menjadi WNI pada tahun 1962 setelah menikah dengan Presiden Soekarno.

Pada 12 Februari 2025, Dewi Soekarno menggelar konferensi pers untuk mengumumkan pendirian partai politik baru bernama “12 Heiwa To” (Partai Perdamaian 12).

 

Nama partai ini memiliki makna yang mendalam: “Heiwa” berarti perdamaian, sementara angka “12” diucapkan sebagai “wan-nyan”, yang meniru suara anjing dan kucing dalam bahasa Jepang.

Partai ini memiliki tujuan yang unik dan spesifik, yakni melindungi hewan, terutama anjing dan kucing.

Salah satu misinya adalah untuk melarang konsumsi daging anjing dan kucing di Jepang.

 

Lantas, bagaimana profil Dewi Soekarno sebagai istri keenam bapak proklamator Indonesia? Simak ulasannya berikut ini.

Dewi Soekarno adalah perempuan Jepang bernama asli Naoko Nemoto.

Dia bukan orang sembarangan dalam sejarah Indonesia karena pernah berada di lingkaran penguasa sebab menjadi istri Presiden Indonesia Soekarno. 

Bagaimana Soekarno dan Naoko bisa menjalani bahtera rumah bahtera tak terlepas dari peristiwa di tanggal 16 Juni 1959.

Hari itu, Soekarno sedang berkunjung ke Jepang dan makan malam di Imperial Hotel, Tokyo.

 

Kebetulan, Soekano dihibur kesenian oleh perempuan muda bernama Naoko Nemoto yang masih berusia 19 tahun. 

Dari interaksi pertama itu, Soekarno segera jatuh hati kepada perempuan tersebut.

Hanya saja, rasa jatuh cinta tak langsung diutarakan.

Barulah tiga bulan kemudian, Soekarno memberanikan diri mengundang Naoko ke Indonesia.

 

Pada 14 September 1959, keduanya bertemu kembali di Jakarta. 

Sejak saat itu, keduanya makin akrab dan melangsungkan pernikahan pada 3 Maret 1962.

Pernikahan itu membuat deret istri Soekarno bertambah.

Naoko pun menjadi istri ke-6 dari proklamator tersebut.

Namanya juga berubah menjadi Ratna Sari Dewi.

Begitu pula status agama yang menjadi Islam. 

Dari perkawinan tersebut, keduanya mempunyai anak, yakni Kartika Sari Dewi yang lahir di Tokyo, 11 Maret 1967.

 

Sayang, pernikahan Soekarno-Ratna Sari tak lama.

Mereka cerai pada 1970.

Meski sudah berpisah, Soekarno menyebut sangat mencintai Ratna Sari Dewi dan satu-satunya perempuan yang bisa ditempatkan di samping makam Soekarno saat wafat.

Sebab proklamator itu pernah berujar kalau Ratna Sari Dewi meninggal harus dikuburkan di samping pusaranya. 

“Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai istri yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal, kuburlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku,” kata Soekarno, dikutip dari Bung Karno: Perginya Seorang Kekasih, Suami & Kebanggaanku (1978). 

 

Ketika cerai, Ratna hidup dari negara ke negara.

Mulai dari Prancis, Swiss, Amerika Serikat, Indonesia, hingga kembali lagi ke Jepang.

Selama itu pula dia dikenal sebagai perempuan dengan gaya hidup mewah.

Pewartaan Tempo (15 Februari 1992) menyebut, dia selalu tinggal di apartemen mewah dan bila menghadiri pesta penampilannya selalu bagus.

Model-model pakaiannya pun selalu lengkap dan gemerlap dengan perhiasan. Tak pernah ketinggalan zaman. 

Dia yang kerap dipanggil Madam Soekarno juga sering bergaul dengan orang-orang kaya. 

 

Gaya hidup demikian diperoleh dari pekerjaannya di bisnis konstruksi dan peralatan berat selama hidup di luar negeri.

Dan selama pengembaraan itu, Ratna membawa putri kesayangannya Kartika.

Ketika sudah besar, Kartika menikah dengan Fritz Frederic, Presiden Citybank Eropa dan punya anak bernama Frederik Kiran Soekarno pada 2006. 

Sejak 2008, Ratna Sari Dewi Soekarno tak lagi tinggal di Indonesia. Dia memutuskan tinggal di Jepang sampai akhirnya melepas status WNI setelah 63 tahun pada 2025. 

 

Profil Dewi Soekarno

Dewi Soekarno, yang memiliki nama asli Naoko Neomoto, lahir pada 6 Februari 1940 di Tokyo, Jepang.

Ia tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan semasa muda, dirinya bekerja sebagai pramuniaga di sebuah perusahaan asuransi jiwa di Chiyoda, hingga lulus dari sekolah menengah pada tahun 1955.

Dewi memulai pendidikan dasarnya di Togai School Tokyo pada 1946, kemudian melanjutkan ke Koryo School dan Mita School dari 1952 hingga 1955.

Sejak remaja, ia menunjukkan minat yang besar pada dunia seni dan sastra, yang kemudian membawanya memasuki dunia hiburan.

Ia memulai debut aktingnya dengan peran dalam drama produksi Sishere Hayakawa Art Production.

Setelah itu, Dewi sering tampil di berbagai pentas teater terkemuka di Tokyo, membangun reputasinya sebagai seorang aktris.

 

 

Demi mendukung kariernya, ia memutuskan untuk belajar Bahasa Inggris, sebuah langkah yang ternyata berpengaruh besar dalam hidupnya.

Keputusan Dewi Soekarno untuk belajar Bahasa Inggris membawanya bertemu dengan Presiden Soekarno, yang kemudian menjadi suaminya.

Pertemuan itu secara besar mengubah hidupnya.

Pada 3 Maret 1962, ia resmi menikah dengan Presiden Soekarno, menjadi istri keenam, dan mengubah namanya menjadi Ratna Sari Dewi.

 

 

Setelah pernikahan mereka, Dewi dan Soekarno dikaruniai seorang anak perempuan bernama Kartika Sari Dewi.

Kehidupan mereka sebagai pasangan suami istri berlangsung dalam sorotan publik yang menjadi salah satu sejarah dalam kemerdekaan Indonesia, dengan Dewi mendampingi suaminya dalam berbagai peran penting.

 

Dewi Soekarno menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) selama 63 tahun lamanya.

Namun, pada akhirnya, ia memutuskan untuk melepas status WNI dan kembali menjadi warga negara Jepang dan mengambil langkah besar dengan mendirikan sebuah partai politik disana. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#Dewi Soekarno didenda 29 juta yen #Dewi Soekarno di denda #Frederik Kiran Soekarno #Puan Maharani #dewi soekarno #ratna sari dewi #Naoko Nemoto #Ratna Sari Dewi Soekarno #kemerdekaan indonesia #makam Soekarno #dewi soekarno umrah #Dewi Soekarno adalah #megawati soekarno putri #dunia hiburan #kemerdekaan indonesia indonesia #Dunia Hiburan Digital #Madam Soekarno #12 Heiwa To #frederik kiran soekarno seegers #warga negara jepang #viral hari ini #ratna sari dewi semasa muda #Megawati Soekarno Puteri #megawati soeakarnoputri #Presiden Soekarno #istri Presiden Indonesia Soekarno #istri keenam Presiden Soekarno #profil Dewi Soekarno #dunia hiburan keluarga #Imperial Hotel #dunia hiburan tanah air