RADARSEMARANG.ID - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah mengizinkan kembali penjualan gas LPG 3 kg oleh pengecer.
Langkah ini diambil setelah adanya respons terhadap keluhan masyarakat atas kelangkaan gas LPG 3 kg.
Adapun keterangan tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa, (4/25) di Jakarta.
Dasco menyatakan bahwa pengecer gas LPG 3 kg harus mendaftar sebagai sub-pangkalan untuk menjual gas tersebut.
Namun, Prabowo ingin pengecer tetap bisa menjual LPG 3 kg selama proses pendaftaran sebagai agen sub-pangkalan berlangsung.
Disamping itu, Dasco juga menyebut Prabowo telah meminta Kementerian ESDM untuk menjaga stabilitas harga gas LPG 3 kg.
"Presiden telah menginstruksikan kepada Kementerian ESDM untuk per hari ini mengaktifkan kembali pengecer-pengecer yang ada untuk berjualan seperti biasa," kata Dasco seperti yang diberitakan.
Selanjutnya, akan dilakukan pengelolaan administrasi agar pengecer sebagai agen sub-pangkalan dapat menjual gas LPG dengan harga terjangkau.
Diketahui sebelumnya, pemerintah telah memutuskan penjualan gas LPG 3 kg subsidi tidak akan dilakukan melalui pengecer sejak awal Februari 2025.
Sehingga masyarakat hanya dapat memperoleh gas LPG tersebut di pangkalan resmi Pertamina dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan.
Pada saat itu, menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Bahlil Lahadalia, merencanakan mengubah status pengecer LPG 3 kg menjadi sub-pangkalan.
Menurutnya, inisiatif ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengatur distribusi gas melon tersebut di kalangan masyarakat.
Disamping itu, opsi mengubah pengecer menjadi sub-pangkalan dianggap sebagai solusi seimbang antara penolakan beberapa pihak dan upaya pemerintah menata sistem distribusi.
Meski demikian, warganet terpantau menyuarakan kekhawatiran terhadap implementasi kebijakan ini.
Mereka tampak merasa khawatir terkait keputusan ini dan harus disertai dengan kontrol ketat terhadap pengecer untuk mencegah kecurangan harga atau kekurangan pasokan di masa mendatang.
Seorang waraganet @loafbre*******7 memaparkan “Bahlul. @prabowo ganti deh di bahlil pak”.
“Pokoknya semua menteri yg tidak becus itu diganti pak klo perlu kabinetnya bapak dirampingin lgi dah, terlalu maruk kabinetnya bpk ini. Udahlah boros anggaran tpi kinerja minus???????????? pemerintah enak, rakyat sekarat,” imbuhnya.
Tidak sampai disitu, warganet @Manadja******8 tampak mengungkapkan kekesalannya terhadap kinerja menteri ESDM tersebut.
“Bahlil tidak berpikir waras masalah gas 3 kg akhirnya Presiden yg turun tangan,” ucapnya.
“Sok2an bikin kebijakan tanpa bicara dulu sama bosnya, sekarang kebijakannya dianulir taro mana tuh muka,” tulis akun @gang********m.
Editor : Baskoro Septiadi