RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Alun-Alun Pacitan untuk menghadiri pengajian akbar bersama KH Muhammad Iqdam, atau yang akrab disapa Gus Iqdam.
Antusiasme masyarakat tampak sejak siang hari, sampai malam hari di mana banyak jamaah sudah mengapling tempat untuk mendapatkan posisi strategis di dekat panggung utama.
Dedi, salah satu jemaah dari Donorojo mengaku sengaja datang lebih awal bersama rombongannya.
"Kami tiba pukul 16.45 WIB untuk memastikan bisa duduk di depan panggung. Ini momen langka karena Gus Iqdam baru pertama kali hadir di Pacitan," ujarnya.
Pengajian ini merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Jadi Pacitan (Hajatan) 2025.
Gus Iqdam, bersama grup hadrahnya, Sabilu Taubah, dijadwalkan memimpin ngaji dan sholawatan di acara yang diperkirakan dihadiri oleh 4-5 ribu jemaah.
Tidak hanya menjadi acara religius, pengajian akbar ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.
Puluhan pedagang yang tergabung dalam UMKM memanfaatkan momen ini untuk menjual aneka makanan dan minuman.
Suasana area sekitar alun-alun pun tampak ramai dengan pengunjung yang menikmati dagangan para pelaku usaha kecil
Yoga, pemilik usaha OCP yang menjual nasi bento dan chicken katsu, merasakan dampak positif dari pengajian akbar Gus Iqdam di Alun-alun Pacitan.
"Saya mulai jualan dari jam 4 sore.
Alhamdulillah, pembeli ramai sejak awal.
Dari 100 porsi yang saya bawa, sekarang tinggal separuh," ujar Yoga sambil tersenyum.
Menurutnya, acara besar seperti ini menjadi peluang emas bagi pedagang kecil untuk meningkatkan pendapatan.
"Selain pengunjung lokal, banyak juga yang dari luar daerah, jadi usaha kami lebih dikenal," tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, Polres Pacitan telah memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup beberapa ruas jalan di sekitar alun-alun, termasuk Jl. Jaksa Agung Suprapto, Jl. Imam Bonjol, Jl. Ahmad Yani, dan Jl. Diponegoro.
Penutupan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga tengah malam.
Acara pengajian ini tidak hanya menjadi ajang mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga membawa berkah bagi banyak pihak, mulai dari pelaku UMKM hingga masyarakat Pacitan yang terlibat dalam pengelolaan acara.
Pendakwah kondang KH Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam, menyempatkan diri untuk menikmati keindahan alam Pacitan usai mengisi acara pengajian akbar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke 280.
Gus Iqdam yang merupakan pengasuh Majelis Sabilu Taubah (ST) ini menyapa ribuan jamaah dengan tausiyah yang menyejukkan hati di Alun-alun Pacitan.
Antusiasme masyarakat begitu membara saat menghadiri pengajian akbar Gus Iqdam.
Meskipun terik matahari menyengat sejak sore hari, para jemaah dengan sabar menantikan kehadiran Gus Iqdam dan tim hadrahnya, Sabilu Taubah.
Kunjungan Gus Iqdam ke Pacitan ini tidak hanya memberikan siraman rohani bagi masyarakat, tetapi juga mempromosikan potensi wisata daerah.
Hal itu dikarenakan usai menyampaikan tausiyahnya kepada puluhan ribu Masyarakat Pacitan, Gus Iqdam bersama rombongan menjelajahi sejumlah destinasi wisata dengan menggunakan jip dan motor, sehari setelah acara.
Perjalanan dimulai dengan mengendarai jip wisata menuju Pantai Pancer Door.
Gus Iqdam dan rombongan tampak menikmati panorama pantai yang indah.
Selanjutnya, Gus Iqdam dan rombongan berganti touring dengan menggunakan motor.
Tujuan pertama mereka adalah Museum dan Galeri SBY ANI.
Setelah berkeliling museum, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Watukarung yang terkenal dengan pasir putih dan keindahan bawah lautnya.
Sepanjang perjalanan, Gus Iqdam dan rombongan disambut hangat oleh masyarakat Pacitan.
Keramahan warga meninggalkan kesan tersendiri bagi pendakwah asal Blitar tersebut.
“Perjalanan menuju Pantai Watukarung, rombongan sangat menikmati keindahan alam Pacitan yang terbentang luas,”tulis akun Instagram disparbudporapacitan. (fal/bas)