Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Iniah Tampang Pelaku Mutilasi di Dalam Koper Merah, Ternyata Ketua Ranting Perguruan Silat dan LSM

Deka Yusuf Afandi • Selasa, 28 Januari 2025 | 16:34 WIB

 

Pelaku ialah Rohmad Tri Hartanto (RTH)alias Antok yang merupakan ketua perguruan silat
Pelaku ialah Rohmad Tri Hartanto (RTH)alias Antok yang merupakan ketua perguruan silat

RADARSEMARANG.ID – Kasus penemuan mayat Perempuan di dalam koper akhirnya terungkap. Pelaku ialah Rohmad Tri Hartanto (RTH)alias Antok.

Ia merupakan pelaku utama dalam pembunuhan dan mutilasi terhadap Uswatun Khasanah, wanita asal Blitar berhasil ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim pada Minggu (26/1/2025).

Ternyata, pelaku antok ini juga ketua ranting kecamatan sebuah perguruan silat di Kabupaten Tulungagung. Tak Cuma itu, pelaku juga dikenal sebagai anggota LSM di Tulungagung.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman mengungkapkan dari hasil penyelidikan diperoleh jika pelaku Rohmad Tri Hartanto (RTH) alias Antok (33) bukan suami siri Uswatun Hasanah.

Status pernikahan siri antara Antok dan Uswatun Hasanah cuma dijadikan kedok untuk menutupi perselingkuhan yang sudah terjalin selama 3 tahun.

Uswatun Hasanah (29) adalah wanita asal Blitar yang menjadi korban mutilasi jasadnya ditemukan di dalam koper merah di dasar parit Desa Dadapan, Kendal, Ngawi, Kamis (23/1/25).

Sedangkan Antok adalah pria asal Desa Gombang, Kecamatan Pakel, Tulungagung.

“Tidak menemukan dokumen atau surat pernyataan dalam bentuk apapun yang menandai status siri pernikahan mereka. Tersangka adalah pacar korban,” katanya di depan Gedung Bidang Humas Mapolda Jatim, Senin (27/1/2025).

Status pernikahan siri itu dipakai pelaku agar hubungannya dengan Uswatun Hasanah tidak dicurigai selama tinggal di tempat kos Tulungagung.

"Untuk mengelabuhi agar ybs tidak dicurigai saat di kos-kosan (korban di Tulungagung)," ujarnya.

Mengapa bisa disebut spesial karena korban dan pelaku sudah menjalin komunikasi dan hubungan selama tiga tahun.

Bahkan, tersangka sering berkunjung dan menginap di tempat kos korban.

Farman menyebut, tersangka selalu beralibi kepada masyarakat di sekitar kos kalau mereka sudah berstatus suami istri secara siri.

Namun, tidak ada bukti konkret empiris mengenai status pernikahan siri mereka.

Itu artinya, klaim pernikahan siri cuma sebatas klaim sepihak tanpa disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Dia mengaku sebagai suami sirinya. Iya (selingkuhan). Sudah kami cek apakah betul sudah dilakukan pernikahan siri, faktanya tidak ada. Sudah 3 tahun," ungkap Farman.

Di sisi lain, tersangka Antok ternyata sudah berkeluarga dan memiliki istri sah serta dikaruniai dua anak.

Hubungan pernikahan yang sah dari tersangka masih baik-baik saja, bersatu dan tidak dalam keadaan bersengketa.

"Hasil penyelidikan kami, dia sudah punya keluarga. Istri dan anak. Kehidupan mereka, dari hasil lidik, kehidupan mereka cukup" jelas Farman.

"Status hukum pernikahan tersangka masih bersatu. Iya sah," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, adanya temuan koper merah di selokan dekat TPS Dadapan yang sempat membikin geger warga.

Itu setelah diketahui jika koper merah yang dibungkus rapi mirip paket itu berisi mayat perempuan.

Kondisi mayat bikin ngeri orang yang melihatnya. Jasad perempuan yang belum diketahui identitasnya itu diduga jadi korban mutilasi.

Hal tersebut terungkap usai pihak kepolisian melakukan visum di RSUD dr. Soeroto.

"Diduga korban mutilasi, karena beberapa anggota tubuh tidak ditemukan dalam koper," kata Kapolres Ngawi AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Kamis (23/1/2025).

Tiga bagian tubuh yang tidak ditemukan di dalam koper merah itu adalah kepala hingga leher, kaki kiri mulai pangkal paha, dan kaki kanan mulai lutut ke bawah.

“Kami terus berupaya mencari anggota tubuh lain,’’ ungkap Dwi.

Tak hanya itu, Kapolres Ngawi juga mengungkap fakta lain terkait kondisi mayat perempuan tersebut.

“Jika melihat fisik, ada indikasi jasad itu sedang mengandung,’’ bebernya

Namun dirinya menegaskan jika pihak kepolisian masih terus melakukan autopsi untuk menggali petunjuk.

Mulai soal waktu kematian korban, jenis alat yang digunakan untuk memotong bagian tubuh, sampai tentang kondisi kehamilan tersebut.

Ia juga menyebut jika pihaknya belum mengetahui identitas mrs x itu. Selain tak ada temuan tanda pengenal, hasil identifikasi sidik jari juga belum keluar.

Petugas hanya menemukan ada tindik di pusar jasad. Itu jadi ciri-ciri fisik yang ditemukan pada korban.

"Proses identifikasi masih kami lakukan," ujar Dwi.

Polres Ngawi mengamankan sejumlah barang bukti terkait temuan mayat perempuan di dalam koper merah tersebut.

Seperti bed cover warna krem corak cokelat, plastik, tali dadung kecil merah dan tentu saja koper merah yang diketahui bermerek Reindeer.

Ada satu barang yang menarik perhatian. Yakni sepasang sandal mewah merek luar negeri.(dka/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Fakta Pembunuhan dan Mutilasi Wanita dalam Koper Merah #Viral CCTV koper merah #Uswatun Khasanah #Ketua Perguruan Silat #Misteri koper merah Ngawi #kasus koper merah #Mayat Koper Merah Ngawi #Kasus mutilasi koper merah #Koper Merah Berdarah di Ngawi #Rohmad Tri Hartanto #Koper Merah Misterius