RADARSEMARANG.ID, Semarang — Insiden kebakaran di Glodok Plaza yang terjadi pada Rabu malam Kamis pagi, 16 Januari 2025 kemarin menelan lima korban jiwa dan kerugian besar.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa tersebut dan menekankan pentingnya evaluasi keselamatan di gedung-gedung komersial.
“Kejadian ini adalah tragedi yang mendalam, khususnya bagi keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta.
Peristiwa ini harus menjadi pengingat bahwa keselamatan di gedung komersial harus menjadi perhatian serius, baik dari pemerintah, pengelola gedung, maupun masyarakat,” ujar Hilda Kusuma Dewi di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2025.
Dalam penanganan insiden tersebut, Hilda mengapresiasi upaya tim pemadam kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah berjuang keras di lapangan.
Namun, ia juga menyoroti perlunya peningkatan responsivitas dan koordinasi antarinstansi terkait.
“Saya mengapresiasi tim pemadam kebakaran dan BPBD yang telah berjuang keras meski menghadapi tantangan, seperti akses sulit dan struktur bangunan yang kompleks.
Namun, ini menjadi evaluasi penting untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapan peralatan pendukung di masa depan,” ujar Hilda.
Hilda juga menegaskan insiden ini menuntut evaluasi dan penguatan regulasi keselamatan kebakaran di gedung-gedung komersial.
Menurutnya, implementasi standar keselamatan harus menjadi prioritas bagi pengelola gedung di Jakarta.
“Kami akan mengevaluasi implementasi standar keselamatan kebakaran di gedung komersial.
Komisi A DPRD DKI akan mendorong penguatan regulasi, termasuk inspeksi berkala dan sanksi tegas bagi pengelola gedung yang melanggar, guna meminimalkan risiko dan memastikan sistem keamanan yang memadai,” lanjutnya.
Terkait dengan pencegahan, Hilda juga memberikan perhatian terhadap edukasi yang dilakukan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Ia mengapresiasi program edukasi yang telah berjalan namun menilai perlunya perluasan dan peningkatan intensitasnya.
“Edukasi dari Gulkarmat sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi pengelola gedung.
Saya mengapresiasi upaya Damkar yang sudah berjalan, namun perlu diperluas dengan simulasi rutin dan pelatihan teknis.
Kami juga akan mendorong alokasi anggaran untuk mendukung program ini,” ujar Hilda.
Mobil milik Oshima Yukari, salah satu dari 14 orang yang dilaporkan hilang dalam kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat dibawa turun dari lantai tujuh gedung tersebut, Kamis (23/5).
Mobil Honda Brio berwarna putih itu terlihat masih dalam kondisi yang baik, bahkan masih bisa dikendarai oleh keluarga Oshima Yukari Namun, bercak kuning akibat kebakaran tetap terlihat pada sebagian badan mobil.
Sebelum dibawa pulang keluarga Oshima, kaca depan mobil itu dibasuh dengan air untuk menghilangkan abu sisa kebakaran yang menempel.
Melihat mobil tersebut, bibi Oshima, Indah yang menunggu di posko pemadam tak kuasa menahan tangis.
Dipegangnya badan mobil itu seraya menundukkan kepalanya sambil meneteskan air mata.
“Dia (Oshima Yukari) menaruh apapun, bawa barang di sini (dalam mobil).
Jadi, dari KTP, dompet, dan sebagainya, biasanya di sini.
Karena dia selalu pergi, enggak sering pakai.
Kayak dompet itu enggak pernah. Jadi, hanya bawa handphone,” cerita Indah.
Indah mengaku terakhir kali melihat Oshima mengendarai mobil itu pada Lebaran lalu.
Sebelum kebakaran terjadi pada Rabu (15/1/2025), Oshima Yukari sempat mengajak ayahnya untuk jalan-jalan pada akhir pekan.
“Kemarin (Oshima) bertanya ke ayahnya, apakah pada pekan ini mau main.
Itu kata-kata terakhir sebelum peristiwa kebakaran,” ujar Indah.
Pada bagian dasbor mobil, masih ada karcis parkir yang mencatat waktu masuk Oshima ke Glodok Plaza pada Rabu pukul 18.43 WIB.
Kemudian ada juga masker dan barang lainnya.
Sementara pada bagian kabin belakang mobil, terdapat sepasang sepatu milik Oshima dan sejumlah barang lain.
Kerabat Oshima, Triyani berharap agar pencarian jenazah para korban di Glodok Plaza serta proses identifikasi jenazah yang sudah ditemukan dapat berjalan lancar.
“Jadi, kami juga beberapa kali datang ke RS Polri, Kramat Jati.
Kita bisa memahami. Memang informasi bahwa kondisinya (korban kebakaran) susah untuk diidentifikasi.
Jadi, kami juga masih menunggu,” ujar Triyani.
Triyani menyebut, ayah Oshima telah dimintakan DNA-nya dalam proses identifikasi jenazah para korban.
“Ayahnya sudah diambil DNA-nya.
Soalnya ibu Oshima masih berada di Hong Kong,” tandas Triyani.
Hingga kini, terdapat 11 kantong jenazah yang sudah dievakuasi menuju Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Proses identifikasi jenazah-jenazah tersebut pun masih berlangsung.
Sejak peristiwa kebakaran Glodok Plaza terjadi.
Sebanyak 14 orang telah dilaporkan hilang, yakni:
Ade Aryati (29),
Sinta Amelia (20),
Aldrinas (29),
Aulia Belinda (28),
Oshima Yukari (25),
Deri Saiki (25),
Indira Seviana Bela (25)
dan Keren Shalom J (21),
Intan Mutiara (26),
Desty dan Zukhi Radja (42),
Chika Adinda Yustin (26),
Muljadi (56)
dan Dian Cahyadi (38). (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi