RADARSEMARANG.ID, Semarang — Bulan Januari 2025 ini ada hari libur di akhir bulan yaitu Hari Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili.
Tahun Baru Imlek dirayakan setiap tahun berdasarkan penanggalan kalender perhitungan Cina.
Berdasarkan SKB 3 Menteri atau Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 mengenai hari libur nasional dan cuti bersama 2024.
Tahun Baru Imlek 2025 jatuh pada hari Rabu 29 Januari 2025 dan menjadi hari libur nasional.
Imlek dikenal sebagai perayaan tahun baru Cina, yang dirayakan oleh sebagian besar masyarakat Tionghoa.
Imlek juga merupakan hari besar keagamaan umat Khonghucu, yang sebagaian besar dianut oleh masyarakat Tionghoa.
Perayaan tersebut biasanya dimeriahkan dengan berbagai tradisi yang telah dikenal oleh masyarakat.
Tradisi tersebut juga dapat dinikmati berbagai umat agama.
Tradisi Imlek di Indonesia
1. Bersih-bersih rumah
Bersih-bersih rumah menjelang perayaan Tahun Baru Imlek memiliki makna penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Kegiatan ini dipercaya sebagai cara untuk menghilangkan keburukan dan kesialan, dan umumnya dilakukan sehari sebelum hari raya Imlek.
Namun, pantang membersihkan rumah pada saat Imlek karena dipercaya dapat membuang rezeki yang seharusnya datang kepada penghuni rumah.
Meskipun demikian, kegiatan membersihkan rumah masih bisa dilakukan, tetapi dengan aturan tertentu.
Seperti kegiatan menyapu dilakukan dari luar ke dalam rumah, bukan sebaliknya.
Pembuangan debu dan kotoran baru dibuang setelah hari raya Imlek berlalu.
Baca Juga: Daftar Menteri Koordinator Menko Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto
2. Warna merah
Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan dominasi warna merah.
Bagi masyarakat Tionghoa, warna merah bukan hanya sebagai simbol keindahan, tetapi juga dianggap warna merah sebagai warna pembawa keberuntungan atau hoki.
Selain itu, merah juga melambangkan kekuatan dan kesejahteraan.
Warna ini memiliki sejarah dan legenda yang mendalam.
Menurut cerita yang beredar, ribuan tahun lalu, sebuah monster bernama Nian menyerang penduduk desa setiap malam tahun baru.
Dikatakan bahwa monster tersebut sangat takut dengan suara keras dan warna merah.
Karena itulah, warna merah menjadi simbol penting bagi masyarakat Tionghoa, yang digunakan dalam pakaian dan dekorasi untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
Maka tak heran jika selama perayaan Imlek, warna merah akan sangat mendominasi suasana Imlek.
3. Makan malam keluarga
Makan malam keluarga menjadi salah satu tradisi paling bermakna dalam mempererat hubungan keluarga.
Momentum ini sering dimanfaatkan oleh anggota keluarga yang tinggal berjauhan untuk berkumpul kembali.
Bersama-sama, mereka menikmati hidangan yang sarat makna, melambangkan kehangatan, kebersamaan, serta doa untuk keberuntungan dan kemakmuran di tahun mendatang.
4. Angpao
Memberikan angpao atau amplop merah berisi uang telah menjadi salah satu tradisi khas dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Angpao biasanya diberikan kepada anak-anak, orang yang lebih muda, atau mereka yang belum menikah.
Tidak sekadar amplop, angpao melambangkan harapan tulus untuk keberuntungan, berkah, dan kesejahteraan bagi sang penerima di tahun yang baru.
Baca Juga: Mengenal Sosok Profil KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq
5. Petasan dan kembang api
Salah satu tradisi paling meriah dalam perayaan Tahun Baru Imlek adalah menyalakan petasan dan kembang api.
Kebiasaan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna simbolis, yaitu mengusir roh jahat dan membawa kebahagiaan.
Menurut legenda kuno, suara ledakan petasan yang keras diyakini mampu menakut-nakuti makhluk jahat, termasuk Monster Nian, sosok mitologis yang dipercaya muncul pada malam Tahun Baru untuk menebar ketakutan.
Hingga kini, tradisi ini tetap hidup di Tiongkok dan berbagai negara dengan populasi Tionghoa besar.
Perayaan Imlek pun dihiasi dengan ledakan petasan dan kembang api yang spektakuler, menciptakan suasana yang semarak dan penuh makna.
6. Tarian Barongsai
Salah satu pertunjukan budaya yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek adalah tarian naga dan singa, yang dikenal pula dengan sebutan Barongsai.
Tarian naga melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan, sementara tarian singa dipercaya memiliki kekuatan magis untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keberuntungan.
Biasanya, tarian ini dilakukan di jalan-jalan, depan toko, atau rumah-rumah.
Selain menjadi hiburan, tarian ini juga bertujuan untuk memberkati tempat-tempat tersebut serta membawa rezeki bagi pemiliknya.
7. Kue keranjang
Kue keranjang adalah salah satu makanan khas dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Dalam bahasa Tionghoa, Nian gao yang berarti kue keranjang, secara fonetis mirip dengan kata yang berarti naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Hal tersebut menjadikan kue keranjang sebagai simbol kemakmuran dan kemajuan yang diharapkan datang di tahun yang baru.
Makna lain kue keranjang melambangkan panjang umur dalam budaya Tionghoa.
Tekstur kue keranjang kenyal dan lembut yang dipercaya menjadi simbol kehidupan yang tahan lama dan penuh keberkahan.
Konon, semakin lama usia kue, semakin besar pula harapan umur panjang.
Banyak keluarga Tionghoa membuat kue keranjang untuk menyambut Tahun Baru Imlek, yang dapat memperkuat ikatan keluarga dan tradisi.
Ide Dekorasi Imlek untuk Menghias Rumah
Perayaan Imlek tahun 2025 tinggal menghitung hari, sudahkah punya ide dekorasi untuk menghiasi rumah?
Perayaan Tahun Baru China memang terasa kurang lengkap tanpa adanya hiasan dengan dominasi merah menyala.
Tenang, tak harus selalu membeli barang baru, tetapi bisa juga menggunakan hiasan tahun lalu atau memanfaatkan barang-barang bekas.
Ide dekorasi imlek sederhana sekaligus meriah
Selain menyiapkan angpao, dan kumpul bersama keluarga, berikut adalah berbagai ide hiasan yang bisa meramaikan perayaan Imlek Anda.
1. Lampu Lampion
Perayaan Imlek rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran lampion.
Anda bisa menggantungkannya di luar rumah, ruang keluarga, atau dapur.
Warna merah pada lampion dipercaya merupakan lambat pengharapan terhadap rezeki dan keberuntungan.
2. Hiasan dinding
Supaya suasana rumah makin meriah, Anda bisa menempelkan hiasan di dinding.
Saat ini, ada banyak bentuk hiasan dinding dengan tema Imlek yang bisa Anda temukan di marketplace.
Contohnya, tempelan berbentuk shio dan tulisan doa dalam bahasa Mandarin.
3. Lilin Imlek
Ide dekorasi Imlek berikutnya adalah lilin besar berwarna mewah.
Lilin Imlek juga merupakan simbol rasa syukur atas berkat dari Dewa.
Dekorasi ini akan membuat rumah Anda semakin terlihat elegan dan hangat.
4. Pohon angpao
Jika rumah Anda akan didatangi oleh sanak saudara, pohon angpao bisa menjadi ide hiasan menarik.
Supaya lebih meriah, Anda bisa memilih amplop dengan corak ular mengingat Imlek 2025 adalah tahun Ular Kayu.
5. Pohon Kumquat
Tanaman yang menjadi cukup populer menjelang perayaan imlek adalah pohon Kumquat.
Pohon ini dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan dan membantu mewujudkan harapan di malam Imlek.
6. Jeruk Mandarin
Buah jeruk mandarin juga bisa menjadi dekorasi sekaligus sajian dalam perayaan Imlek 2025.
Anda bisa meletakkan jeruk mandarin di ruang keluarga atau ruang makan.
Bila memungkinkan, tempatkan jeruk mandarin dalam wadah cantik.
7. Kuplet Imlek
Shunlian atau kuplet adalah tulisan kaligrafi dalam bahasa Mandarin yang sering kali dipilih untuk menghiasi perayaan Imlek.
Biasanya, kuplet akan dilukis dengan tinta hitam di atas kertas berwarna merah. Tulisan ini berisi harapan atau pernyataan baik untuk sambut tahun baru.
Shio Imlek 2025 dan Keberuntungannya
Shio adalah sistem astrologi masyarakat Tionghoa yang digambarkan dengan keberadaan 12 hewan untuk mewakili tahun, bulan, hingga jam.
Menurut kepercayaan Tionghoa, shio bisa mengungkapkan nasib, sifat, rezeki, keberuntungan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan seseorang yang lahir sesuai dengan shio yang dimilikinya.
Diketahui, tahun 2025 akan memasuki shio ular yang menempati urutan keenam dalam siklus 12 tahun shio China.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat China, ular dapat melambangkan sifat kecerdasan, kebijaksanaan, dan transformasi.
Meski namanya digunakan pada Imlek 2025, Ular juga mesti menghadapi sejumlah tantangan yang ada.
Dari segi kesehatan, shio Ular disarankan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan mentalnya secara baik.
Misalnya saja, mereka diminta bersikap tenang dan beraktivitas santai agar mentalnya tetap terjaga dengan baik.
Sementara itu, berdasarkan sisi keuangan alias finansial, shio Ular diramalkan bisa berkembang.
Asalkan mereka bisa memprioritaskan stabilitas jangka panjang.
Sisi baiknya, peluang shio Ular pada 2025 dipredikai akan sangat berlimpah.
Hal ini dikarenakan kemampuan analitis Ular yang hebat, terutama saat berhubungan dengan bidang-bidang nonkonvensional. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi