RADARSEMARANG.ID, Semarang — Persiapan pelaksanaan Haul ke 20Haul Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al Banjari pada Januari tahun 2025 di Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin terlihat.
Pada tahun 2025, pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul adalah yang ke-20.
Saat ini, persiapan terus dilakukan oleh pemerintah, masyarakat maupun tim induk haul Abah guru sekumpul.
Sebentar lagi akan ada haul tokoh agama Islam di Indonesia.
Yaitu Haul Abah Guru Sekumpul atau disebut Haul Martapura.
Orang menyebut Haul Martapura karena lokasinya berada di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Acara peringatan hari wafatnya KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau disapa Guru Ijai ini cukup menyita perhatian masyarakat luas.
Bahkan, Haul Abah Guru Sekumpul disebut-sebut sebagai haul terbesar di Indonesia.
Hal itu disebabkan, karena jumlah jamaah yang datang sangat banyak.
Bukan ratusan ataupun ribuan, tapi jutaan orang datang ke Martapura sebagai nama kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ( Kalsel ).
Pada Haul 2024 kemarin saja, ada 3 juta orang datang ke Haul Abah Ijai itu.
Kapolres Banjar AKBP Ifan Hariyat pada Januari 2024 lalu menyatakan Haul Abah Guru Sekumpul yang dihadiri diperkirakan 3 juta orang lebih.
Banyaknya orang datang ke Kabupaten Banjar, tentu saja membuat aparat kepolisian bekerja ekstra untuk melakukan pengamanan.
Berduyun-duyun orang datang mengikuti Haul Abah Guru Sekumpul juga membuat perhatian Kapolda Kalsel.
Kapolda Kalsel Irjen Winarto pada Januari 2024 memperkirakan jemaah yang datang lebih dari 2,5 juta orang.
Banyaknya orang yang datang ke Haul Guru Sekumpul, karena mereka tidak hanya dari Kalsel.
Tetapi juga dari luar provinsi. Bahkan, tak sedikit dari luar Pulau Kalimantan hingga luar negeri.
Profil Abah Guru Sekumpul
KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau akrab dipanggil Abah Guru Sekumpul lahir pada 11 Februari 1942 di desa Tunggul Irang Seberang, Martapura.
Ia adalah putra dari pasangan Abdul Ghani bin H. Abdul Manaf bin Muhammad Seman dan Hj. Masliah binti H. Mulya bin Muhyiddin.
Beliau adalah keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.
Sejak kecil, Guru Sekumpul sudah ditanamkan kedisiplinan dalam pendidikan, seperti tauhid, budi pekerti, dan membaca Al Quran.
Pada 1949, Qusyairi, panggilan akrab Guru Sekumpul ketika kecil mengikuti pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura.
Lalu, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darussalam, Martapura.
Saat itu, Guru Sekumpul juga berlatih dengan guru-guru akbar spesialis keilmuan, salah satunya adalah al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif.
Ia juga dididik oleh sang paman, Guru Seman, yang kemudian mengajak dan mengantarkannya mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan spesialisasinya masing-masing, baik di Kalimantan maupun di Jawa.
Akibat didikan dari keluarganya, ia sejak kecil sudah menunjukkan sifat mulia, seperti penyabar, pemurah, dan kasih sayang terhadap sesama.
Abah Guru Sekumpul sudah menghafal Al-Quran sejak berusia 7 tahun dan tafsir al-Jalalain ketika berusia 9 tahun.
Soal Dapur Umum
Persiapan untuk jelang kegiatan haul ke-20 KH Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) terus disinkronkan dan dirapatkan.
Termasuk soal dapur umum.
Informasi sementara ada sekitar 350 dapur umum yang akan menyukseskan acara Haul Guru Sekumpul.
Hal itu tersebar di Kabupaten Banjar dan Banjarbaru.
“Namun data itu masih sementara dan bisa bertambah atau berubah, “ kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, usai rapat teknis kesiapan di Aula Camat Martapura Kota, Rabu (11/12/2024).
Disampaikannya, kalau rapat tadi juga membahas semua teknis gina menyukseskan termasuk soal persiapan jalur dan hunian dan kesiapan lainnya.
“Yang jelas seperti tahun sebelumnya Pemkab Banjar juga terus ikut bantu menyukseskan acara tersebut.
Kita terus lakukan evaluasi guna kelancaran acara. Kemarin sudah dengan soal kesehatan dan kita hari ini rapat soal rencana jalur,” jelasnya.
Sejauh ini, yang pasti dapat disampaikan dukungan pemeirntah daerah setiap SKPD dikinta ikut andil.
“Terutama kita minta semua aula kantor untuk tempat istrahat untuk jemaah haul. Dan itu kita buka mulai Jumat, Sabtu dan Minggu, dan Senin atau empat hari,” jelasnya.
Termasuk dapat dilaporkan juga di di RS Ratu Zaleha untuk lantai dua dan tiga bisa dimanfaatkan untuk ruangan istrahat kepada jemaah.
“Kapasitas di RS Ratu Zalecha bisa menampung untuk sekitar 300 orang di lantai satu dan lantai dua,” kata dia.
Disampaikannya, nanti akan dilakukan rapat gabungan yang lebih besar kembali pada 17 Desember.
Camat Martapura Kota, Fahrian Rahman, pastinya akan mensuport kelancaran haul nantinya.
“Kita menyamakan persepsi, terkait teknis kelancaran acara termasuk jalur dan teknis petugas, “ ujarnya.
Namun dia juga menekankan soal kebersihan.
“Kita minta nantinya kepada jemaah haul untuk bersama jaga kebersihan, dengan tagline datang bersih pulang bersih, “ ujar Camat Martapura.
Adapun tim induk sekumpul sudah memberikan imbauan soal dapur umum.
Dimana diketahui, bagi yang ingin mendirikan atau membuat dapur umum agar kiranya bisa memperhatikan :
1. Mempunyai lahan dapur serta relawan yang memadai.
Baca Juga: Keutamaan, Makna, Dalil Puasa dan Ibadah-ibadah yang Dilakukan Selama Bulan Ramadan 1446 H
2. Mempersiapkan bahan dan kelengkapan yang diperlukan untuk memasak
3. Melapor atau berkoordinasi dengan Tim/Posko Induk atau posko sekitar ketika membuka dapur
4. Jangan memaksakan memasak di luar kemampuan (finansial, tenaga dan area tempat membagikan konsumsi).
5. Saling berkoordinasi ke sesama dapur dan relawan jalur untuk pembagian
7. konsumsi biar pembagian merata (tidak tertumpuk disatu area/wilayah)
8. menjaga kualitas konsumsi jangan sampai rusak (BASI/tidak layak dikonsumsi) saat dibagi kejama’ah.
9. Pembagian nasi di utamakan sore atau malam hari saat kegiatan berlangsung
Warga Siapkan Kayu Bakar
Kecintaan warga Desa Batumandi, Kecamatan Batumandi terhadap ulama tersohor di Kalimantan Selatan, yakni Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni, atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul mendorong warga bergotong royong membantu kelancaran haul ulama besar tersebut.
Warga Batumandi, yang jaraknya puluhan kilometer dari Martapura, saling bekerjasama mencari kayu bakar yang dikirimkan ke Martapura untuk turut membantu pelaksanaan haul nantinya.
Sedikitnya ada empat truk kayu bakar yang dikirimkan dalam dua hari berturut-turut hingga Sabtu (7/12/2024).
Selama tiga hari sebelumnya, warga bergotong royong mencari kayu bakar dan memotongnya hingga langsung bisa digunakan. Lalu dimulailah pengiriman.
“Hanya ini cara kami bisa berpartisipasi dan menjadi cara menunjukan cinta kami untuk almarhum Abah Guru Sekumpul.
Kami saling membantu untuk mengumpulkan kayu bakar yang diharapkan bermanfaat pada acara haul nantinya,” ujar warga setempat, M Hasannudin.
Sudah beberapa tahun belakangan ujar Hasan kelompok warga di Desa Batumandi mengirimkan kayu bakar ke Martapura.
Meski tak selalu dalam jumlah banyak, warga berharap kayu bakar akan bermanfaat.
Lokasi Haul Guru Sekumpul
Acara Haul Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau yang kerap disapa Abah Guru Sekumpul merupakan acara tahunan yang diadakan setiap tahun pada bulan Rajab.
Kegiatannya dipusatkan di Mushalla Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul 2025
Haul Guru Sekumpul tahun 2025 adalah haul ke-20.
Bila tahun 2024 lalu, digelar pada Minggu, 14 Januari.
Maka, pada tahun 2025 ini, diprediksikan digulirkan pada Jumat, 3 Januari atau Sabtu 4 Januari.
Prediksi itu, merujuk selisih hari antara tahun masehi dan hijriah, yaitu sekitar 11-10 hari.
Mengetahui prediksi pelaksanaan Haul Guru Sekumpul tepat setelah perayaan tahun baru 2025.
Maka, tentu saja warga atau jamaah Guru Sekumpul harus bersiap-siap diri.
Agenda Haul Abah Guru Sekumpul
Agenda atau jadwal Haul Abah Guru Sekumpul memang berbeda dengan haul haul habaib atau tokoh agama biasanya.
Sebab, terdapat jadwal yang sedikit berbeda.
Yaitu, terdapat undangan khusus yang dilangsungkan di kediaman Almarhum Abah Guru Sekumpul.
Bila tahun 2024 lalu digelar 17 Januari.
Maka, tahun 2025 diprediksikan digulirkan 7 Januari 2025 atau 8 Januari 2025.
Seperti haul tahun tahun sebelumnya, juga ada tambahan haul.
Haul tambahan itu digelar 21 Januari 2024.
Namun, untuk tahun 2025, diprediksikan haul tambahan Abah Guru Sekumpul terjadi pada 11 Januari atau 12 Januari.
Lokasinya pun sama dengan haul umum Abah Guru Sekumpul, yaitu di Musholla Arraudhah Sekumpul.
Adanya tiga jadwal di Haul Abah Sekumpul tersebut bisa jadi sebagai upaya mengatur massa yang datang.
Sebab, jutaan jamaah mendatangi Kabupaten Banjar.
Cara Menuju Lokasi Haul Guru Sekumpul
Jutaan orang datang ke Haul Guru Sekumpul tentu saja harus ada pengaturan jamaah guru sekumpul.
Pengaturan tersebut termasuk lalu lintas.
Tidak sekedar penutupan jalan, para jamaah dari berbagai daerah juga diatur untuk masuk ke lokasi haul begitu juga keluar dari lokasi haul.
Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan baik dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga panita.
Berdasarkan haul sebelumnya dan dilansir dari unggahan Instagram resmi @tim_induk_sekumpul, rute terbagi menjadi 3 (tiga) warna berdasarkan kendaraan jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Warna kuning Haul Guru Sekumpul menandai jamaah yang berasal dari daerah:
– Bati-Bati (Kabupaten Tanah Laut, Kalsel)
– Kotabaru (Kabupaten Kotabaru, Kalsel)
– Pelaihari (Kabupaten Tanah Laut, Kalsel)
– Batulicin (Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel)
– Kiram (Kabupaten Banjar)
– Cempaka (Kota Banjarbaru, Kalsel)
Jalur Warna Merah Haul Guru Sekumpul berasal dari daerah:
– Kota Banjarmasin
– Kota Banjarbaru
– Kabupaten Barito Kuala
– Kecamatan Gambut
– Sungai Tabuk
Jalur Warna biru menandai jamaah yang berasal dari daerah:
Barabai (Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel)
Muara Teweh (Kabupaten Barito Utara, Kalteng)
Tamiang Layang (Kabupaten Barito Timur, Kalteng)
Ampah (Barito Timur, Kalteng)
Buntok (Barito Selatan, Kalteng)
Pugaan (Kabupaten Tabalong, Kalsel)
Kandangan (Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel)
Amuntai (Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel)
Muara Harus (Kabupaten Tabalong, Kalsel)
Banua Lawas (Kabupaten Tabalong, Kalsel)
Tanjung (Kabupaten Tabalong, Kalsel)
Kelua (Kabupaten Tabalong, Kalsel)
Balangan (Kabupaten Balangan, Kalsel)
Kabupaten Tapin (Kalsel)
Indahnya Berbagi Makanan di Haul Abah Guru Sekumpul
Ali Sidkin warga Bojonegoro yang pernah datang ke Haul Abah Guru Sekumpul cukup takjub.
“Bukan sekedar ramai saat pelaksanaan haul.
Tapi jauh hari sebelumnya sudah banyak orang datang,” ujarnya.
Dia pernah datang seminggu dari pelaksana Haul Guru Sekumpul dan kondisi Kabupaten Banjar begitu ramai dengan jamaah.
“Satu minggu sebelum pelaksana itu sudah ramai. Kata orang di sana, selama satu bulan penuh ramah jamaah haul,” ungkapnya.
Selain itu, untuk makan juga banyak orang yang berbagi.
“Di sana itu warga begitu menyambut. Banyak yang berbagi makanan di Haul Abah Guru Sekumpul,” jelasnya.
Diketahui, pada Haul Guru Sekumpul 2024, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pariwisata membuka posko/rest area gratis bagi para jemaah.
Dibuka sejak pukul 10.00 WITA.
Posko Dispar Provinsi Kalsel yang berlokasi di Jl. A. Yani Km 7 juga diserbu oleh para jamaah dari berbagai daerah yang menuju ke Mushola Ar-Raudhah Sekumpul.
Sekretaris Dispar Provinsi Kalsel, Mutia Iflah pada waktu itu menyebutkan, pada kesempatan ini pihaknya menyediakan kurang lebih 2.000 paket makanan dan minuman, dan juga snack untuk dibagikan kepada masyarakat yang lewat. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi