Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Klarifikasi Gus Miftah ke Penjual Es Teh Bakulan Usai Viral di Media Sosial

Falakhudin • Rabu, 4 Desember 2024 | 12:21 WIB
KH Miftah Maulana Habiburrahman
KH Miftah Maulana Habiburrahman

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Gus Miftah viral lagi karena video singkat yang diunggah ke media sosial.

Kali ini dia terekam diduga menghina penjual es teh bakulan yang hadir di pengajian yang digelar di sebuah Ponpes di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam video tampak pria yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden itu duduk di atas sebuah panggung.

Dia seperti sedang memberikan tausiyah.

Lalu di salah satu momen, seperti yang terekam dan viral, dia berteriak ke penjual bakulan.

“Es teh kamu masih banyak nggak? Masih? Yaudah dijual lah Go***,” katanya diikuti suara tawa dari orang-orang.

Ketika kamera beralih ke penjual es teh tersebut, terlihat perubahan ekspresi dari wajahnya.

Kegiatan berlangsung Lapangan Drh. Soepardi Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Namun, tiba-tiba ada jamaah nyeletuk meminta agar Gus Miftah memborong dagangan pedagang es yang berdiri di tengah-tengah jamaah.

Candaan Gus Miftah itu pun memecah tawa para hadiri, termasuk tokoh-tokoh yang berada di atas panggung. Kemudian, Gus Miftah melanjutkan.

“Dolen disik, engko lek urung payu Yo wis, takdir (Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir),” ujarnya.

Gus Miftah lalu menceritakan kisah tasawuf tentang tukang es teh dan bakso yang memiliki doa berbeda terkait cuaca.

Penjual es teh meminta udara panas sedangkan penjual bakso ingin cuaca dingin.

“Kira-kira kalau hari itu adem?

berarti doa tukang es diijabah nggak?

Tetap saja diijabah dalam bentuk lain.

Es nggak laku tapi badan sehat, pulang-pulang istri hamil, ya itu nikmat,” ujar Gus Miftah yang masih menggunakan bahasa Jawa.

“Kok ditinggal bakul (jualan) es kok metteng (hamil).

Kan banyak terjadi di mana-mana,” lanjut Gus Miftah kembali disambut dengan tawa jamaahnya.

Kuasa hukum pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu memberikan klarifikasi.

Dia menyebut apa yang dilakukannya hanyalah gaya syiar saja, bukan hal yang benar-benar dimaksudkan untuk menghardik.

“Itulah guyonan atau gaya bahasa dalam penyampaian syiar, dalam penyampaian sebuah cerita, yang dimaknai dengan pertanda-pertanda yang menurut Gus itu merupakan intermezo dan menarik perhatian khayalak ramai,” kata Herdian Saksono.

Rekan Gus Mitfah, Gus Yusuf Chudlori, juga memberikan pembelaannya.

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang yang hadir dalam kajian itu merasa tidak ada maksud kasar dari pemuka agama tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Umumkan Nama Menteri Kabinetnya: Kabinet Merah Putih

Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang merasa aksi itu dilakukan secara spontan.

Senada dengan Herdian Saksono, dia juga menyebut itu sebagai gaya komunikasi Gus Miftah.

“Saya waktu itu melihat, itu spontan.

Bagian dari komunikasi Gus Miftah dengan bakul, dengan jamaah.

Ya guyonan biasa. Jadi itu ya wajar-wajar saja,” katanya.

“Toh Gus Miftah juga sering borong bakul-bakul es seperti itu, ngelarisi jajanan-jajanan punya jamaahnya. Jadi tolong jangan dipotong videonya. Kalau bisa, datang langsung ke majelisnya agar paham cara beliau berinteraksi,” ujar Gus Yusuf.

Di waktu yang berdekatan, video lain yang menampilkan dirinya juga banyak ditonton.

Di situ dia tampil humanis, membantu seorang pedagang tahu aci bernama Indah, mahasiswi UIN Pekalongan.

Gus Miftah terekam membantu biaya kuliah dan wisuda Indah.

“Oke, sekarang kamu saya kasih satu juta untuk bayar UKT,” ucapnya.

Berbeda dengan video pedagang es teh bakulan, video Indah ini justru menuai pujian.

“Ini Gus Miftah yang sebenarnya, selalu membantu jamaahnya tanpa pamrih,” tulis salah satu komentar netizen.

Gus Miftah saat ini sudah memberikan tanggapan dengan meminta maaf kepada bapak penjual es teh secara langung mengenai soal viralnya video itu. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Herdian Saksono #Gus Yusuf Chudlori #Gaya Komunikasi #gus miftah #Miftah Maulana Habiburrahman #Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang #bayar UKT #Penjual Es Teh #Utusan Khusus Presiden #UIN Pekalongan