RADARSEMARANG.ID - Calon gubernur Jakarta Dharma Pongrekun saat ini telah ramai di sorot berbagai kalangan publik.
Salah satunya di media sosial X, nama Dharma Pongrekun menjadi trending topik hingga memicu diskusi panas warganet.
Hal tersebut diketahui usai pernyataan Dharma Pongrekun yang menyebut pandemi covid adalah omong kosong saat acara di debat Pilgub Jakarta, pada Minggu (06/10) malam.
Pada debat Pilgub Jakarta tersebut, Dharma Pongrekun membuat pernyataan yang mengejutkan banyak pihak saat menanggapi pertanyaan Ridwan Kamil.
Mantan Wakil Kepala BSSN ini menyebut pandemi COVID adalah omong kosong dan sebagai bagian dari agenda asing.
Pernyataan Dharma ini tampak memicu reaksi beragam dari masyarakat Indonesia, terutama warganet yang aktif di media sosial X.
Terpantau beberapa warganet menertawakan ucapan yang dilontarkan Dharma Pongrekun ini sebagai teori konspirasi yang tidak berdasar.
“Pernyataan Dharma Pongrekun soal pandemi adalah palsu, ditertawakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia,” tulis @AGENDA21_EXPOSE di media sosial X.
Meski demikian, warganet tersebut menambahkan bahwa para ahli kesehatan luar negeri telah mempercayai pernyataan Dharma Pongrekun adalah kebenaran.
Faktanya, pernyataan Dharma dalam debat Pilgub ini tampak didukung oleh Denis Rancourt, seorang Scientist, Social theorist. Co-Director, CORRELATION Research in the Public Interest menurut informasi profilnya @denisrancourt.
Melalui sebuah unggahan video yang dibagikan oleh akun @sophiadahl1 di media sosial X, Denis Rancourt mengungkapkan fakta tentang pandemi.
Rancourt menyatakan bahwa “tidak ada pandemi”. Bahkan data kematian menunjukkan sebagian besar negara hingga setelah vaksin berbasis mRNA diluncurkan.
“Data kematian karena sebab apa pun menunjukkan bahwa sebagian besar negara tidak mengalami kematian berlebih sama sekali hingga setelah vaksin berbasis mRNA eksperimental diluncurkan,” ucap Denis Rancourt dalam video tersebut.
Rancourt juga menambahkan bahwa, tidak ada patogen yang sangat ganas yang menyebabkan kematian massal.
Disamping itu, adanya data puncak kematian terjadi setelah vaksin penguat diberikan kepada kelompok usia tertentu.
Menurutnya, di lebih dari separuh negara di dunia, tidak ada angka kematian berlebih hingga vaksin diluncurkan.
Hal tersebut yang kemudian menyebabkan pergeseran signifikan ke wilayah dengan angka kematian lebih tinggi.
"Di lebih dari separuh negara di dunia, tidak ada angka kematian berlebih hingga vaksin diluncurkan. Dan kemudian terjadi pergeseran signifikan ke wilayah dengan angka kematian lebih tinggi,” jelas Rancourt.
Pernyataan tersebut semakin menambah bahan bakar perdebatan yang sudah panas mengenai asal-usul dan penanganan pandemi COVID-19.
Sementara mayoritas masyarakat Indonesia beberapa diantaranya mungkin menolak pandangan terkait masalah pandemi ini.
Namun demikian, beberapa fakta dari ahli kesehatan luar negeri menunjukkan bahwa diskusi mengenai pandemi masih jauh dari selesai.
“Saya paham betul tentang pandemi ini. Pandemi ini adalah agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan negara”.
“Bagaimana akan menuju ke kota global yang sejati kalau hati rakyatnya disakitin, pikirannya dirusak, dan badannya diracunin. Semua itu adalah omong kosong,” tegas Dharma di debat Pilgub Jakarta.
Sebagai tambahan informasi, Komjen. Pol. (Purn). Dr. Drs. Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.H., adalah seorang purnawirawan Polri yang jabatan terakhirnya adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Dharma yang merupakan lulusan Akpol 1988 ini juga berpengalaman dalam bidang reserse dan research.
Editor : Baskoro Septiadi