RADARSEMARANG.ID - Kasus meninggalnya mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Undip Semarang masih mengguncang publik.
Meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi dr. Aulia Risma Lestari ini juga diduga jadi korban pembullyan oleh seniornya.
Buntutnya, sosok dr Prathita Amanda Aryani kini ramai disorot warganet yang diduga terlibat dalam pembullyan yang dialami oleh Aulia.
Berdasarkan informasinya, Prathita Amanda Aryani merupakan seorang dokter yang bekerja di RSUD Kariadi, Semarang.
Ia diketahui menempuh pendidikan dokter di Universitas YARSI dan lulus sebagai dokter muda pada 13 April 2020.
Meski profesinya sebagai dokter, nama Prathita Amanda Aryani kini mencuat ke publik yang diduga berkaitan dengan meninggalnya mahasiswi FK Undip Semarang.
Salah seorang warganet memposting foto Prathita Amanda Aryani dengan tudingan bahwa, ia terlibat dalam perpeloncoan dan perundungan yang dialami oleh dr. Aulia Risma Lestari.
“PRATHITA AMANDA ARYANI. LAGI LAGI DOKTER UNDIP. MELAKUKAN PERPELONCOAN DAN NGATAIN NETIZEN FITNAH PADAHAL DIA SENDIRI PEMBULLYNYA. CABUT IZIN DOKTERNYA! @undip,” tulis warganet tersebut di media sosial X.
Warganet dengan akun @sunwookimz ini juga membagikan beberapa tangkapan layar percakapan yang diduga pembullyan terhadap juniornya.
Dalam tangkapan layar tersebut, tampak nama Prathita Amanda Aryani tertulis dalam suatu percakapan pesan WhatsApp.
Salah satu pesan terpantau memerintahkan konsumsi makanan dengan porsi yang sangat besar menjadi salah satu bukti yang beredar.
Prathita Amanda Aryani meminta kepada juniornya yang telah melakukan kesalahan untuk menghabiskan 5 bungkus nasi padang seorang diri.
Ia juga menetapkan batas waktu untuk pengiriman video sebagai bukti bahwa nasi padang tersebut telah dimakan.
Pada tangkapan layar lainnya yang dibagikan warganet, Prathita mengatakan juniornya sampah dan kerjanya gak becus.
Bahkan, ia juga menuliskan kata-kata kasar "For fuck sake, idiot" hingga mengancam juniornya jika melakukan typo lagi.
“Yang begini bisa jadi dokter cuma karena modal kuliah doang, aturan cek juga kejiwaannya sakit jiwa apa engga, jangan langsung dijadikan dokter cuma modal ijazah,” tulis netizen @dim****s
Editor : Baskoro Septiadi