RADARSEMARANG.ID, Purwokerto - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Purwokerto melakukan edukasi di 8 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Banyumas, Wonosobo, dan Tegal secara bertahap. Menjelang peringatan Hari Anak Nasional di bulan Juli ini.
Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas SD UMP Purwokerto, SD Pengebatan, SD Bonorowo, SD N 2 Wanayasa, SD N 2 Padureso, SDN 1 Talang, SDN 1 Pesayangan, dan TPQ Assalafiyah.
Edukasi ini merupakan upaya PLN dalam meningkatkan pemahaman kelistrikan serta menanamkan kesadaran akan keselamatan listrik.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak secara interaktif diajak mengenal lebih dekat tentang listrik, bagaimana listrik dihasilkan dan proses perjalanannya sampai ke rumah-rumah, hingga apa saja potensi bahaya listrik dan bagaimana cara menghindarinya agar listrik dapat digunakan dengan aman.
General Manager PLN UIT JBT Tejo Wihardiyono mengatakan, kegiatan edukasi kelistrikan bagi anak-anak tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan dan keikutsertaan PLN memperingati hari anak nasional.
Momentum ini penting untuk mengingatkan tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat untuk mendukung perkembangan anak-anak.
Semakin dini anak-anak mengenal tentang energi dan kelistrikan, semakin dapat menanamkan pola pikir tentang pentingnya menjaga keberlanjutan energi melalui penggunaan energi baru terbarukan.
“Secara jangka panjang, edukasi kelistrikan untuk anak-anak dapat menjadi sebuah momentum untuk memperkenalkan, bahkan menginspirasi anak-anak agar tertarik pada bidang energi dan kelistrikan,” kata Tejo Wihardiyono.
Sementara itu, Manager PLN UPT Purwokerto Achmad Ridwan menambahkan, edukasi ketenagalistrikan ke sekolah-sekolah dasar di wilayah kerja UPT Purwokerto ini kian masif dilakukan, mengingat anak-anak memasuki masa libur sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru.
Dalam periode tersebut, tim PLN melakukan ekstra siaga guna mencegah terjadinya gangguan kelistrikan akibat layang-layang yang tersangkut di konduktor.
“Edukasi ini merupakan perhatian khusus PLN kepada masyarakat, baik orang dewasa maupun anak-anak sekolah. Karena bermain layang-layang biasanya menjadi salah satu kegiatan yang seru dan mengasyikkan untuk menghabiskan waktu liburan sekolah. Bahkan terkadang orang tua juga turut ikut bermain,” terang Achmad Ridwan.
Achmad menambahkan, dalam kegiatan edukasi kelistrikan tersebut, PLN menghimbau dengan tegas kepada anak-anak untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik tegangan tinggi ataupun tegangan ekstra tinggi PLN, apalagi layang-layang yang menggunakan benang kawat. Sebab, benang tersebut dapat menghantarkan listrik sehingga dapat membahayakan, baik para pemainnya maupun listriknya.
Menanggapi hal tersebut, Rahardian Widiastono, salah satu guru pengajar di SD Pangebatan Banyumas yang turut mendampingi anak-anak dalam edukasi kelistrikan mendukung penuh imbauan PLN tersebut.
“Saya sebagai guru kelas yang mendapat materi edukasi kelistrikan ini sangat senang dan mendukung. Karena sering saya jumpai anak-anak sedang bermain layangan di pinggir jalan, di sekitar jaringan listrik. Selain membahayakan pengguna jalan, tentunya sangat berbahaya bagi anak-anak,” kata Rahardian.
Menurutnya, apabila benang layang-layang tersangkut, dapat merusak kabel listrik, dan ada potensi terjadinya sengatan. Edukasi ini menjadikan anak-anak lebih paham potensi bahaya tersebut, sehingga dapat diarahkan untuk bermain layang-layang ke tempat yang lapang, aman dan jauh dari jaringan listrik PLN.
Selama masa liburan sekolah ini, tim PLN UPT Purwokerto secara rutin melakukan pemantauan intensif di ruas penghantar yang rawan terjadinya gangguan akibat layang-layang.
"Kami pantau setiap pagi dan sore di mana titik layang-layang itu dinaikkan, lalu kami datangi dan berikan himbauan. Jika layangannya besar, kami menyarankan jangan sampai diinapkan, sebab arah angin di malam hari sulit ditebak. Selain itu, kami libatkan orang tua anak untuk bisa mengawasi anak-anaknya agar dapat mengarahkan dan menghimbau anak-anaknya untuk bermain ditempat aman, jauh dari jaringan listrik,” pungkas Ridwan. (web/ida)
Editor : Ida Nor Layla