RADARSEMARANG.ID - Banyak dari kita yang pastinya sudah tidak asing dengan makhluk mitologi berbentuk reptil yang mampu menyemburkan nafas api ini.
Dalam berbagai mitologi di dunia, naga atau dragons menjadi makhluk mitologi yang paling populer. Keberadaan makhluk ini menjadi teka-teki tersendiri bagi umat manusia.
Hampir semua kebudayaan di dunia memiliki kepercayaan dan interpretasinya masing-masing terkait makhluk ini, namun dengan bentuk fisik yang relatif sama.
Keberadaannya sebagai sosok yang dipercaya ada juga terdapat dalam kebudayaan masyarakat Jawa, yang dalam hal ini disebut sebagai karakter atau entitas bernama Sang Hyang Antaboga.
Kisah tentang Antaboga menjelma di masyarakat tentunya juga andil dari kisah pewayangan yang menjadi kepercayaan ajaran masyarakat Hindu-Buddha di Nusantara.
Antaboga merupakan sebuah makhluk dengan wujud naga yang bertempat tinggal di Saptapratala. Ia memiliki berbagai bentuk kekuatan yang agung, salah satunya adalah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
Di Saptapratala, Antaboga tak tinggal sendirian. Ia ditemani oleh istrinya bernama Dewi Supreti, yang juga berwujud seekor naga.
Keduanya memiliki beberapa keturunan, yang paling dikenal adalah Bambang Naga Tatmala dan Dewi Nagagini. Dewi Nagagini sendiri merupakan inspirasi J.K Rowling dalam menciptakan karakter Nagini dalam series Harry Potter.
Kepercayaan masyarakat Jawa terhadap naga juga diaplikasikan dengan menganggap bahwa naga adalah penjelmaan dewa, Masyarakat Jawa menganggap naga Antaboga lah yang menyangga bumi dan menjaganya.
Contohnya masyarakat di sekitar Gunung Arjuna percaya bahwa gunung tersebut memiliki sebuah gua yang menjadi petilasan dari Sang Hyang Antaboga.
Mereka percaya dengan melakukan tirakat atau ziarah ke gua tersebut akan dipertemukan dengan seekor ular besar (naga) yang dipercaya merupakan sosok dari Antaboga.
Sebelumnya, kepercayaan masyarakat Jawa terhadap naga juga terlukiskan dalam relief peninggalan Majapahit di Candi Sawentar, Blitar.
Dalam relief Nagaraja Anuhut Surya memvisualisasikan tentang masa-masa kehancuran Kerajaan Majapahit.
Naga yang digambarkan melahap sebuah matahari merupakan simbolis tentang matahari, atau surya yang menjadi lambang dari Kerajaan Matahari ditelan oleh Nagaraja, sebagai keruntuhan Majapahit atas Demak dikemudian hari.
Source: National Geographic, Universitas Negeri Malang
Editor : Baskoro Septiadi