Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Identitas Rambut Gondrong Dalam Sejarah Nenek Moyang di Kepulauan Nusantara Lampau

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 30 Juni 2024 | 17:55 WIB
Potret Peta Nusantara Masa Lalu dan Ilustrasi Rambut Gondrong Patih Gajahmada
Potret Peta Nusantara Masa Lalu dan Ilustrasi Rambut Gondrong Patih Gajahmada

RADARSEMARANG.ID - Gaya rambut pria di Indonesia kini sangatlah beragam, banyak akulturasi dan perkembangan dari berbagai budaya yang menyebabkan hal ini.

Munculnya berbagai trend juga menyebabkan gaya-gata rambut ini diikuti oleh kebanyakan orang di Indonesia.

Ada berbagai gaya rambut yang kini populer, seperti Korean style, Mullet, Wolfcut, Taper, Mohawk dan masih banyak berbagai model lainnya.

Namun pernahkah berpikir bahwa sebelum jaman makin modern, gaya rambut apakah yang populer di masa lalu Indonesia? gaya apa pula yang paling sering digunakan oleh nenek moyang bangsa ini?

Menurut berbagai sumber, gaya rambut yang lazim terlihat di masa lalu negeri ini adalah rambut gondrong.

Nenek moyang masyarakat Indonesia terbiasa memanjangkan rambutnya untuk berbagai alasan, berikut ulasannya.

Sejarah Gaya Rambut Gondrong di Nusantara

Pra- masa kolonial sebelum abad ke-19, para lelaki di Nusantara banyak yang memanjangkan rambutnya atau biasa kita sebut gondrong.

Kebiasaan ini bukanlah hal yang aneh, kebanyakan orang-orang yang tinggal di kebudayaan Austronesia memang dikenal dengan rambut panjangnya.

Bahkan hingga kini, pria-pria Austronesia yang tinggal di Selandia Baru masih mempertahankan budaya untuk memanjangkan rambutnya.

Rambut gondrong merupakan sebuah kelaziman yang biasa ditemui saat itu di wilayah Nusantara. Melalui beberapa naskah catatan di masa lampau membenarkan klaim tersebut.

Salah satunya merupakan catatan dari Dinasti Liang ( 502-556 M) dan Dinasti Sung (960-1279 M) yang menyebutkan bahwa pria-pria di Nusantara memelihara rambut panjangnya.

Baca Juga: Strategi Perang Jerman yang Digunakan Para Pejuang Indonesia Untuk Melawan Agresi Militer Belanda

Di catatan tersebut disebutkan juga bahwa ada perbedaan yang kentara antara rakyat biasa dan para bangsawan meskipun keduanya memiliki rambut yang panjang.

Perbedaan tersebut adalah para bangsawan dan raja menggulung rambut panjangnya dengan cepolan, sedangkan para rakyat jelata membiarkan rambutnya terurai kebawah.

Meskipun tidak ada foto yang mampu membuktikan klaim bahwa rambut gondrong merupakan hal yang populer di masa lampau.

Namun kita bisa melihat hal ini dalam berbagai penemuan sejarah seperti candi, arca dan relief di sepanjang jalur peradaban Sumatera, Jawa dan Bali.

Jika dilihat dengan seksama, maka tak jarang kita akan menemukan sosok pria berambut gondrong yang terukir di dinding-dinding candi tersebut.

Hal ini juga membuktikan bahwa di masa lampau, para pria di Nusantara memang gemar memanjangkan dan membiarkan rambutnya tumbuh.

Source: Sejarah Yogya (Ig).

Editor : Baskoro Septiadi
#Nenek Moyang Berambut Gondrong #Sejarah Rambut Gondrong Nusantara #Rambut Gondrong Indonesia #sejarah indonesia #Identitas Rambut Gondrong