Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

BSSN Beberkan Kronologi Serangan Ransomware Terhadap PDNS yang Akibatkan Akses Down, Symantec Beri Keterangan

Aris Hariyanto • Kamis, 27 Juni 2024 | 03:55 WIB
Ilustrasi kronologi serangan Ransomware terhadap PDNS yang akibatkan akses down.
Ilustrasi kronologi serangan Ransomware terhadap PDNS yang akibatkan akses down.

RADARSEMARANG.ID - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah mengungkap kronologi serangan Ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2.

Akibat serangan Ransomeware tersebut, menyebabkan akses layanan PDNS 2 menjadi down atau terganggu.

Dikabarkan sebelumnya, pemerintah mengkonfirmasi terganggunya layanan PDN akibat serangan Ransomware versi terbaru lockbit 3.0.

Berdasarkan hasil analisis forensik dari BSSN, kronologi serangan Ransomware dimulai dengan penonaktifan fitur keamanan Windows Defender.

Kejadian tersebut diketahui berlangsung pada Senin, 17 Juni 2024 mulai pukul 23.15 WIB.

Menurutnya, upaya ini memungkinkan masuknya aktivitas berbahaya yang kemudian berlanjut pada 20 Juni 2024.

Pada tanggal tersebut, dikabarkan sistem Windows Defender mengalami crash dan tidak bisa beroperasi.

Sedangkan Ransomware yang digunakan diketahui varian Brain Chiper, yang merupakan mutasi dari ransomware LockBit 3.0.

Menurut analisisnya, lebih lanjut terhadap sampel ransomware akan melibatkan kerjasana dengan entitas keamanan siber lainnya.

Terlebih lagi, Brain Cipher merupakan jenis Ransomware baru dalam dunia peretasan yang perlu diwaspadai.

Sementara itu, Symantec di laman resminya menyatakan, kelompok hacker Ransomware tampaknya melakukan pemerasan ganda.

Kelompok tersebut diketahui menyusup ke dalam data sensitif dan mengenkripsinya.

Menurut keterangannya, para korban diberikan ID enkripsi untuk menghubungi mereka melalui situs web Onion milik kelompok tersebut.

Sebagai informasi, Windows Defender merupakan perangkat lunak yang dapat berfungsi sebagai antivirus.

Sistem Windows Defender diketahui dapat memberikan perlindungan keamanan dari Microsoft.

Dalam versi gratis juga disertakan lisensi Microsoft lainnya, seperti Microsoft 365. Sedangkan versi berbayarnya dikenal sebagai Microsoft Defender for Business.

Editor : Baskoro Septiadi
#serangan ransomware #pusat data nasional #bssn #Windows Defender #PDNS #keamanan siber #Kronologi serangan Ransomware PDN