RADARSEMARANG.ID - MANTAN Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadillah Supari, buka suara terkait aturan Pandemic Treaty.
Keterangan tersebut diungkapkan Siti dalam diskusi publik Pandemic Treaty dan & Amandemen IHR di Kemenkes beberapa waktu lalu.
Melalui video yang beredar di media sosial dan YouTube, sejumlah warganet diketahui mendukung ungkapan Siti Fadilah Supari.
Dalam video tersebut, Siti Fadilah menyatakan statement dan pendapatnya terkait Pandemic Treaty WHO dan Amandemen IHR.
"Statement saya, pendapat saya adalah Saya tidak setuju dengan WHO Pandemic Treaty dan IHR Amandemen,” ucap Siti.
Menurut Siti, Amandemen IHR justru akan akan ke Public Helath Emergency International Concern (PHEIC), dan hal itu berbahaya karena tidak bisa dibedakan antara pandemi yang beneran dengan bioterorisme.
“Padahal kita mengahadapi pandemi yang beneran dan bioterorisme sangat berbeda,” tambahnya.
Ketua Gesuri (Gerakan Sehat Rakyat Indonesia) ini juga memaparkan “Jangan menganggap jangan merasa bahwa kita akan selamat kalau mengikuti WHO”.
“Ini Pengalaman saya, pengalaman hidup saya yang betul-betul nyata dan diakui dunia walaupun dilupakan di negara sendiri”, imbuhnya.
Meski demikian, hal tersebut tidak masalah buat Siti untuk diketahui saja, dan Ia akan tetap bersuara sebisa mungkin.
Sementara itu, dalam video di media sosial X, Siti Fadilah bersama Dharma Pongrekum dan dua tokoh lainnya menyampaikan penolakan terhadap Pandemic Treaty WHO dan Amandemen IHR ini.
“Demi keselamatan rakyat Indonesia, Merdeka atau Mati,” pungkas Komjen. Pol. Dr. Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H. di video yang diunggah @TedInvestigasi di media sosial X.
Sikap yang disampaikan mereka pada video tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet.
Baca Juga: Kontroversi Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Indonesia, Siti Fadilah: Apa Ada Agenda Terselubung?
“Kedaulatan Kesehatan harus tetap dipertahankan. Jangan sampai agenda NWO masuk dan merusak kedaulatan negara terutama di bidang kesehatan,” tulis warganet @jumjumareka
“Kedaulatan masalah kesehatan harus di tangan negara masing2. Bukan di tangan orang2 psikopat yang kita tidak pernah pilih, bahkan kenal pun tidak,” tulis @Lightcross.
Diketahui, Pandemic Treaty merupakan perjanjian global yang sedang dipersiapkan oleh WHO (World Health Organization).
Menurut catatan draft yang dikeluarkan WHO, perjanjian ini bertujuan untuk penanganan pandemi yang lebih efektif dan efisien.
Namun demikian, para tokoh publik seperti Siti Fadilah, Dharma Pongrekun dan aliansi lainnya menolak perjanjian tersebut.
Menurut mereka, dibalik Pandemic Treaty dan Amandemen IHR ada yang memainkan peran dan hal itu bisa mengancam kedaulatan Indonesia.
Video lengkap terkait ungkapan mereka pada diskusi publik Pandemic Treaty dan & Amandemen IHR bisa dilihat melalui link dibawah ini;
Editor : Tasropi