RADARSEMARANG.ID, BANDUNG-PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) telah menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Dengan membentuk posko siaga kelistrikan untuk memastikan keandalan listrik, khususnya di lokasi-lokasi vital selama pencoblosan 14 Februari 2024 kemarin.
Posko siaga kelistrikan UITJBT ini dibentuk di 22 Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk, 8 Unit Pelaksana Transmisi, dan 1 Posko Siaga di Kantor Induk. Posko siaga ini dimulai sejak 11 Februari 2024 sampai dengan 17 Februari 2024 mendatang.
General Manager PLN UIT JBT, Tejo Wihardiyono mengatakan, 31 posko siaga kelistrikan UIT JBT ini tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY.
Pihaknya menyiagakan personel dan peralatan kelistrikan yang siap melayani 24 jam nonstop.
Hal itu selaras dengan arahan Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo.
Karena itulah, UIT JBT mendukung keandalan pasokan listrik di sisi transmisi dan Gardu Induk dengan memastikan kondisi instalasi dan infrastruktur kelistrikan dalam keadaan prima.
“Dengan begitu, listrik dapat tersalur dengan andal untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan pemilu 2024, khususnya di lokasi – lokasi vital penyelenggaraan pemilu seperti kantor KPU, kantor Bawaslu, Tempat Pemungkutan Suara (TPS) serta kantor media dan lembaga survey yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY,” kata Tejo.
Lebih dari 2.100 personel UIT JBT disiagakan, terdiri atas 457 regu pemeliharaan, 94 regu Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 632 personel Jaringan dan Gardu Induk (JARDGI), 192 personel Operator Gardu Induk (OPGI) dan 809 LW (Line Walker).
“Seluruh personel siaga dalam perannya masing-masing. Termasuk di antaranya melakukan quick respon yang terbagi dalam regu–regu piket untuk menangani berbagai kondisi kelistrikan, utamanya kondisi emergency,” tambah Tejo.
Baca Juga: PLN Pastikan Kesiapan Keandalan Pasokan Listrik Menyambut Nataru 2024
Sementara itu, di sisi infrastruktur kelistrikan, PLN UIT JBT kian mengintensifkan inspeksi peralatan untuk memastikan kesiapannya.
Program tersebut dilakukan melalui peningkatan intensitas inspeksi IL 1 dan IL 2, memastikan kesiapan early warning system, melakukan perbaikan proteksi petir pada ruas penghantar dan memastikan kesiapan mobil quick respon, lengkap dengan peralatan kerja dan uji serta melakukan manajeman spare part untuk kesiapan material cadang.
Kesiapan infrastruktur kelistrikan tersebut turut didukung kesiapan peralatan pendukung untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi emergency.
Sejumlah peralatan yang disiagakan di antaranya 5 trafo mobile, 8 set tower emergency, 7 unit catu daya mobile, 8 alat filter minyak dan 8 mobil quick response. (bis/web/ida)
Editor : Ida Nor Layla