RADARSEMARANG.ID - Dua video viral di media sosial memperlihatkan ungkapan dari dua universitas terkemuka terkait kondisi demokrasi Indonesia.
Dua universitas terkemuka di Indonesia tersebut adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
UGM dan UII diketahui menyampaikan petisi dan pernyataan sikap terkait kondisi demokrasi Indonesia melalui unggahan video yang beredar di media sosial.
Diketahui sebelumnya, petisi pertama kali disampaikan oleh UGM saat acara Mimbar Akademik pada Rabu (31/1) di Balairung UGM, dengan tema ‘Menjaga Demokrasi oleh akademisi UGM’.
Petisi tersebut dibacakan oleh Prof. Koentjoro, salah satu guru besar UGM, di hadapan sejumlah dosen, mahasiswa, dan alumni UGM.
Dalam keterangan yang disampaikan, ia menyesalkan tindakan menyimpang dari pemerintahan Indonesia dan Jokowi sebagai alumni UGM.
Prof. Koentjoro terlihat menyampaikan sikap kritis dan menolak berbagai kebijakan dan tindakan Pemerintahan Presiden Jokowi.
“Guru-guru besar UGM mewakili segenap civitas akademika, mengambil sikap terhadap kondisi demokrasi Indonesia hari ini,” ucap netizen yang mengunggah video tersebut.
Dalam video itu, Prof. Koentjoro menyebut adanya pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi, serta keterlibatan sejumlah aparat penegak hukum dalam proses demokrasi yang sedang berjalan.
Ia juga menyinggung pernyataan kondradiktif pembenaran Presiden tentang keterlibatan pejabat publik dalam kampanye politik, serta netralitas dan keberpihakan.
Menurut Prof. Koentjoro, hal tersebut merupakan wujud penyimpangan dan ketidakpedulian akan prinsip demokrasi.
Menyusul petisi yang disampaikan pihak UGM, diketahui UII juga menyampaikan petisi pernyataan sikap terkait kondisi Indonesia saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Diskusi Publik pada Kamis (1/2), bertempat di Auditorium UII.
Selanjutnya, pernyataan sikap ini dibacakan oleh salah satu dosen UII Dr. Ahmad Nur Fuad di hadapan sejumlah dosen, mahasiswa, dan alumni UII.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, ia mengatakan “Indonesia Darurat Kenegarawanan”.
Salah seorang netizen menanggapi video tersebut dengan mengatakan “Setelah UGM kini Civitas akademika UII @UIIYogyakarta mengambil sikap terhadap kondisi demokrasi Indonesia hari ini 1 Februari 2024”.
“Demokrasi kita sedang tidak baik-baik saja pak lurah,” ucap netizen tersebut.
Sementara itu, Presiden Jokowi merespons petisi UGM dan pernyataan sikap UII dengan mengatakan bahwa itu adalah hak demokrasi.
Selanjutnya, dia akan terus mengemban peran sebagai pemimpin pemerintahan hingga akhir masa jabatan yang ditetapkan.
Selain hal tersebut, Jokowi juga mengungkapkan bahwa ia tidak merasa terganggu dengan kritik-kritik yang merujuk ke dirinya.
Editor : Baskoro Septiadi