Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Berkedok Homestay di Gresik, Ternyata Sudah Berjalan Bertahun-tahun

Baskoro Septiadi • Minggu, 21 Januari 2024 | 17:11 WIB
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik, Agustin Halomoan Sinaga mengintrogasi para PSK, Mucikari dan pengelola Homestay Lestari di Kantor Satpol PP Pemkab Gresik.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik, Agustin Halomoan Sinaga mengintrogasi para PSK, Mucikari dan pengelola Homestay Lestari di Kantor Satpol PP Pemkab Gresik.

RADARSEMARANG.ID, Gresik – Baru-baru ini, warga Gresik dibuat resah dengan maraknya bisnis prostitusi terselubung yang banyak ditemukan di kawasan bisnis dan pertokoan Kota Gresik.

Salah satu yang terkuak adalah bisnis prostitusi di sebuah Homestay yang bernama Lestari.

Beruntung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan gercep dapat menguak hal tersebut.

Akhirnya, bisnis prostitusi yang sudah beroperasi selama bertahun-tahun itu pun terbongkar keberadaannya dan segera ditindaklanjuti.

Tim reaksi cepat Satpol PP yang bernama Pudak (Personel Unit Darurat Amankan Ketertiban) tersebut pun dikabarkan telah melakukan razia terhadap bisnis prostitusi yang berada di depan komplek kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, tepatnya di Jalan Wahidin Sudirohusodo, pada Jumat (20/01), sekitar pukul 22.30 WIB.

Sebelumnya, seperti biasa tim Pudak tersebut terlebih dulu melakukan pemantauan dan pengumpulan bahan informasi dari masyarakat.

Dari sanalah, ditemukan ada sebuah Homestay bernama Lestari di kawasan kompleks ruko di depan Kantor Bupati yang setelah diselidiki ternyata merupakan bisnis prostitusi.

Setelah diketahui, tim Pudak pun mulai menyusun strategi penggerebekan. Selama penggerebekan itu berlangsung, berbagai kejadian dramatis pun turut mewarnainya.

Mulai dari sang resepsionis yang hendak kabur saat melihat petugas datang, hingga kebanyakan kamar Homestay yang dikunci dan tidak mau dibuka saat ada petugas.

Dilansir Radar Gresik (JawaPos Grup), pada Minggu (21/1), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik, Agustin Halomoan Sinaga membenarkan terkait adanya penggerebekan terhadap homestay yang terletak di komplek ruko dan perkantoran di depan Kantor Bupati itu.

Menurutnya, di dalam homestay dengan dua lantai tersebut, setidaknya ada sepuluh kamar, dimana delapan diantaranya diketahui merupakan tempat para Pekerja Seks Komersial (PSK) untuk melayani tamu.

Kemudian, ada satu kamar tempat admin aplikasi dan satu kamar lagi tempat PSK menunggu tamunya datang.

"Saat kami gerebek ada tiga PSK yang sedang berbuat asusila dan sisanya sedang menunggu tamu datang," kata Sinaga, seperti yang dikutip Radar Gresik (JawaPos Grup), pada Minggu (21/1).

Awetnya bisnis prostitusi di homestay Lestari ini lantaran lokasinya berada di area kompleks ruko yang terbuka sehingga meminimalisir kecurigaan yang timbul dari masyarakat.

Kondisi homestay juga normal, tapi jika ditelisik lagi kedalamnya, kejanggalan-kejanggalan akan banyak ditemukan.

"Sepintas memang tidak ada yang aneh dari Homestay Lestari. Semuanya normal, tapi jika melihat di dalam kamar-kamar, ada satu kamar yang berisi 3 orang wanita. Padahal kamarnya sangat kecil. Lalu saat kami introgasi mereka menyampaikan jika ada kamar tunggu untuk tamu yang sudah order di aplikasi," tandasnya. (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#gresik #homestay #BISNIS #prostitusi