Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Nasib Tragis Medan Zoo: 3 Harimau Mati, Utang Pakan Satwa, Staf Tak Digaji

Baskoro Septiadi • Jumat, 12 Januari 2024 | 21:19 WIB
usu.ac.id
usu.ac.id
RADARSEMARANG.ID, Medan - Kondisi Medan Zoo saat ini menjadi perhatian publik setelah 3 harimau mati dalam kurun waktu dua bulan.

Pada Senin pagi 6 November 2023, seekor harimau Sumatera yang diberi nama Erha, mati sekitar pukul 08.00 WIB . Harimau Sumatra ini, sudah 5 hari sakit, sejak 1 November 2023.

Kemudian, awal Desember, seekor harimau benggala bernama Avatar menyusul mati. Selanjutnya, kematian terakhir adalah harimau sumatera bernama Nurhaliza pada Minggu sore, 31 Desember 2023, sekitar pukul 16.48 WIB.

Hewanberusia 9 tahun dengan berat badan diperkirakan 50 kg diduga mengalami gangguan paru, nafas tersengal-sengal dan bersuara.

Selain itu, sorotan kini tertuju kepada pengelola Medan Zoo. Muncul dugaan kurangnya pendanaan jadi penyebab matinya hewan yang terancam punah itu.

Kepala BKSDA Sumatera Utara (Sumut), Rudianto Saragih Napitu mengatakan, BBKSDA telah memantau kebun binatang Medan Zoo sejak April 2023 dan menemukan fakta bahwa pengelolaan satwa di kebun binatang yang dikelola Pemko Medan belum memenuhi standar.

"Pada pertemuan tersebut disampaikan bahwa manajemen Medan Zoo mengalami beberapa kendala dan kesulitan dalam operasional Medan Zoo, sehingga hal-hal yang menjadi rekomendasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara belum mengalami kemajuan yang berarti," ujarnya.

Pihak Medan Zoo, melalui Kepala Urusan Pembukuan, Arpan mengatakan, sekelumit masalah yang dialami Medan Zoo didasari krisis keuangan.

Pasca Covid-19, pengunjung Medan Zoo berkurang drastis. Keadaan ini memengaruhi proses pengelolaan Medan Zoo.

"Sebelum Covid-19 pengunjung bisa 2.000 orang di hari libur, hari biasa 300-400 pengunjung, sekarang 30-50 orang di hari biasa, kalau hari Minggu sekitar 200-300 orang," ujar Arpan.

Untuk keperluan pakan hewan, pihak Medan Zoo memerlukan biaya sekitar Rp 90 juta perbulan. Karena keadaan minim, kini Medan Zoo terpaksa berutang.

"Kita berutang sama vendor, makanan hewan pun belum dibayar, 4 bulan nunggak. Biaya makanan Rp 80-90 juta sebulan," katanya.

Terkait kondisi itu, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, berjanji segera melakukan langkah-langkah kedepannya.

Bobby Nasution menjelaskan bahwa Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan, untuk segera mengambil tindakan penanganan hingga melunasi pembayaran gaji pegawai Medan Zoo.

"Kita sudah disampaikan juga beberapa aspek tentang Medan Zoo nya. Baik itu, tentang satwa di dalam dan juga tentang Medan Zoo secara keseluruhan ini step-step nya mudah-mudahan terus kita jalani langkah-langkah dilakukan Medan zoo kita perbaiki secara maksimal. Tapi, sekarang kita utamakan satwanya dulu," jelas Bobby

Bobby menjelaskan penanganan pertama, memenuhi pangan dan kesehatan seluruh satwa. Sehingga tidak ada lagi, penghuni Medan Zoo mati.

Suami Kahyangan Ayu itu, menginstruksikan PUD Pembangunan Kota Medan, profit untuk memberikan suntikan dana ke Medan Zoo.

"Kita lihat memang dari beberapa (5 unit usaha PUD Pembangunan), hanya satu usaha yang profitnya bisa menutupi kegiatan usaha yang lain, Ini yang saya sampaikan dari profit itu diutamakan pertama adalah satwa di sana dan juga para pegawainya," jelas Bobby.

Bobby mengatakan Pemerintah Kota Medan terus mencari investor menjalin kerja sama, untuk Medan Zoo. Hal itu, bertujuan untuk membiayai seluruh operasional kebun bintang itu.

"Dari pemko pastinya kalau kita bilang suntikan dana dari pemko itu, kan berarti harus (ada) penambahan penyertaan modal kembali. (Harus) disetujui DPR dan segala macam, nah itu opsi memang belum ada. Dan opsi ini yang terus kita sampaikan kepada para BUMD itu membangun kerja sama," jelas Bobby. (*/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kahiyang ayu #harimau #medan zoo #Bobby Nasution