Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pengungsi Rohingya di Sidoarjo Mengeluh Uang Saku 1 Juta Per Bulan Kurang, Warganet Kesal : Iya Pasti Gak Cukup, Kalo buat Beli Pulau

Aris Hariyanto • Sabtu, 9 Desember 2023 | 02:13 WIB
Pengungsi Rohingya di Sidoarjo mengeluh tentang uang saku yang diterimanya per bulan kurang
Pengungsi Rohingya di Sidoarjo mengeluh tentang uang saku yang diterimanya per bulan kurang

RADARSEMARANG.ID, - Permasalahan mengenai pengungsi Rohingya di Indonesia kembali menjadi sorotan publik dan media sosial setelah diketahui mengeluh tentang uang tunjangan yang diberikan.

Keluhan tersebut diketahui setelah beredar video salah satu pengungsi Rohingya diwawancarai oleh awak media di sosial media X.

Video wawancara itu diunggah oleh akun @risesknight121 di sosial media X pada Kamis (7/12) dan telah mendapatkan 448,3 ribu tayangan saat berita ini ditulis.

Dalam caption video tersebut, mengungkapkan bahwa pengungsi rohingya di sidoarjo tidak bekerja dapat tempat tinggal gratis.

Selanjutnya, dipaparkan dalam video pengungsi Rohingya tersebut mengungkapkan uang perbulan sebesar Rp 1.250.000 yang diterimanya dirasa tidak cukup.

Ungkapan pengungsi Rohingya yang diketahui bernama Muhammad ini membuat kesal warganet dan memantik reaksi emosionalnya di media sosial.

Dari komentar netizen ada yang menuliskan “ini aja masih banyak warga negara indonesia yg sulit punya tempat tinggal rumah & tanah krn harganya yg tinggi”.

“kalo sampe pengungsi rohingya dikasih tempat tinggal gratis ato lahan gratis tanpa perlu keluar duit sepeser pun, rasanya kok malah ga adil ya ????,” lanjutnya dari akun @benvaldi.

Kemudian dari netizen lainnya juga mengungkapkan kekesalannya, “Enak banget ya pemerintah segampang itu memberikan uang bulanan, sedangkan rakyat sendiri di miskin kan”.

“Lihat noh tenaga pendidik yg rela mengajar bahkan gajinya ada yg ratusan ribu ga sampai sejuta. bahkan masih bnyk rakyat yg dibawah gaji umr,” tulis akun @jungtaeresa.

Dari akun @depapp juga mengungkapkan kekesalannya, “iya emang pasti gk bakal cukup bang, klo buat beli pulau”.

Sementara itu, dari media sosial TikTok akun @tomy_herlambang pada Kamis (7 /12) mengungkapkan bahwa kondisi tempat tinggal yang dihuni pengungsi Rohingya di Sidoarjo terbilang layak.

Dalam videonya, terlihat fasilitas yang cukup lengkap seperti tempat tidur yang nyaman dengan sprei yang rapi, ruang tamu yang luas, dan televisi yang tersedia.

Namun ironisnya, uang saku sebesar Rp 1,25 juta per bulan yang ia terima tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Muhammad pengungsi Rohingya memang menerima uang saku dari International Organization for Migration (IOM) dengan jumlah jutaan rupiah.

“Namun, uangnya Rp 1,25 juta nggak cukup karena itu kalau ini kan semua Rp1,25 juta itu semua pakaian, makanan, minuman ya semua dalam itu," ujar Muhammad yang dikutip dari Radar Jogja.

Sejumlah warganet yang menanggapinya menyatakan bahwa para pengungsi sebaiknya menghargai bantuan yang mereka terima, padahal masih ada banyak warga Indonesia yang tinggal di rumah tak layak huni dan kesulitan ekonomi.

"Enak bener, sementara masyarakat Indonesia masih banyak yang keadaan rumahnya tak layak huni," tulis salah satu warganet.

Beberapa warganet lainnya juga mengungkapkan kekhawatiran terkait peningkatan jumlah pengungsi Rohingya lainnya yang akan menyuarakan hal sama dengan Muhammad.

Disisi lain, beredar kabar bahwa Thomas Vargas, Ketua UNHCR Indonesia, telah mengajukan permohonan kepada pemerintah dan masyarakat agar menyediakan tempat tinggal yang pantas bagi pengungsi Rohingya.

Isu mengenai kehidupan pengungsi Rohingya di Indonesia tampaknya akan terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

Sementara pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

 

Editor : Agus AP
#pemerintah #sosial media #Rohinya #pengungsi #unhcr #VIRAL