Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Begini Profil Bripda Iqbal, Anggota Ditsamapta Polda Sumbar yang Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi Setelah Dua Tahun Tak Mendaki

Hardiana Ratnasari • Jumat, 8 Desember 2023 | 01:37 WIB
Prosesi pemakaman Bripda Muhammad Iqbal, anggota Ditsamapta Polda Sumbar, korban erupsi Gunung Marapi, Rabu (6/12/2023). (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)
Prosesi pemakaman Bripda Muhammad Iqbal, anggota Ditsamapta Polda Sumbar, korban erupsi Gunung Marapi, Rabu (6/12/2023). (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)

RADARSEMARANG.ID – Mendung bergelayut menyelimuti prosesi pemakaman Bripda Muhammad Iqbal (23), anggota Ditsamapta Polda Sumbar yang menjadi korban meninggal pada erupsi Gunung Marapi, Rabu (6/12/2023).

Dilansir dari Instagram resmi @ditsamapta_poldasumbar, tampak ratusan pelayat datang dan mengantarkan jenazah hingga ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Mulai dari kerabat, tetangga, kawan sekolah, serta Ditsamapta Polda Sumbar tempat Bripda Iqbal berdinas, turut mengiringi jenazah Bripda Iqbal ke tempat peristirahatan terakhirnya yang dilakukan secara kedinasan.

Ucapan belasungkawa Ditsamapta Polda Sumbar atas meninggalnya Bripda Iqbal akibat erupsi Gunung Marapi. (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)
Ucapan belasungkawa Ditsamapta Polda Sumbar atas meninggalnya Bripda Iqbal akibat erupsi Gunung Marapi. (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)

Dikutip dari JawaPos.com, salah satu tetangga Bripda Iqbal, Soesilo AP (56), mengatakan bahwa Bripda Iqbal dikenal memiliki citra pribadi yang baik, hormat dan patuh pada orang tua, serta suka bergaul dengan warga sekitar.

Bripda Iqbal disebut menjadi salah satu sosok panutan bagi remaja yang ada di Gang Bakti I Nomor 1 Jalan Asra, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

“Bahkan Iqbal rajin membantu orangtuanya di rumah, seperti mencuci dan menjemur baju. Sama tetangga pun dia sangat sopan dan sering menyapa,” ungkap Soesilo.

Putra pasangan Syamsir dan Yusmardalena ini diceritakan meminta izin untuk pergi mendaki Gunung Marapi, pada Sabtu (2/12/2023).

Sang pecinta alam yang gemar berolah raga dan mendaki gunung ini bersikukuh ingin mendaki, karena sudah dua tahun tak melakukan hobinya tersebut. Hal ini membuat orangtua Bripda Iqbal luluh dan mengizinkannya mendaki.

“Dari waktu SMA dia memang suka olahraga dan mendaki gunung,” tutur Soesilo.

Yusmardalena menceritakan, putra kesayangannya itu pergi berlima dengan teman-teman satu organisasi Mapala Universitas Negeri Padang (UNP).

“Jadi sebelum diterima sebagai anggota Polri dan berdinas di Ditsamapta Polda Sumbar, Iqbal merupakan mahasiswa dari UNP jurusan Geografi, dan sempat bergabung di organisasi Mapala,” kenang Yusmardalena.

Ratusan pelayat mengiringi prosesi pemakaman jenazah Bripda Iqbal (6/12/2023). (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)
Ratusan pelayat mengiringi prosesi pemakaman jenazah Bripda Iqbal (6/12/2023). (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)

Iqbal juga meminta izin kepada ayahnya untuk mendaki Marapi. Ia mengatakan ingin mendaki gunung lagi setelah hampir dua tahun lamanya tidak melakukan aktivitas favorit yang sudah ditekuninya sejak SMA itu.

“Jadi, ibu sempat meminta Iqbal untuk tidak lagi mendaki gunung. Permintaan itu dituruti oleh Iqbal. Sejak diterima menjadi anggota Polri dan bertugas di Ditsamapta Polda Sumbar sekitar dua tahun lalu, Iqbal tidak mendaki gunung lagi,” ungkap Yusmardalena.

“Apalagi dia bilang, mendaki pada hari Sabtu dan pulang Minggu, yang mana Iqbal tidak sedang bersiaga atau tugas. Kami pun mengizinkan Iqbal untuk mendaki,” tambah Yusmardalena.

Bripda Iqbal menjadi salah satu dari 75 pendaki yang terjebak dalam erupsi, merupakan korban ke-16 dari 23 orang pendaki yang ditemukan meninggal.

Keluarga Bripda Iqbal mendengar informasi terjadinya erupsi Gunung Marapi tesebut pada hari Minggu (3/12/2023), dan langsung mendatangi posko yang didirikan Tim SAR Gabungan.

Setelah ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa (5/12/2023), jenazah Bripda Iqbal langsung teridentifikasi dan dibawa ke rumah duka pada Rabu dini hari, untuk kemudian dikebumikan dengan ucapara kedinasan.

Editor : Agus AP
#Ditsamapta #polda sumbar #erupsi gunung marapi #bripda iqbal