RADARSEMARANG.ID – Viral lagi di media sosial, sebuah Sekolah Dasar di Sidoarjo, Jawa Timur memberlakukan program ‘Take a Nap’ (Tidur Siang) bersama di sekolah bagi para murid, menjadi salah satu mata pelajaran wajib.
Adapun Sekolah Dasar yang dimaksud adalah SD Muhammadiyah 4 Zamzam di Sidoarjo, tepatnya berlokasi di Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.
Kabar viral ini sebenarnya sudah terdengar beberapa bulan lalu. Namun karena keunikannya, kabar tersebut kembali terdengar gaungnya, dan diangkat menjadi berita di berbagai media.
Dilansir dari akun Instagram resmi SD Muhammadiyah 4 Zamzam, @sdm4zamzam, SD yang berslogan 'Generasi Qur'ani, Mandiri, dan Berprestasi' ini, selepas salat Zuhur dan jam makan siang, ada mata pelajaran ‘Tidur Siang’ di kelas. Dengan beralas karpet dan bantal, para siswa tidur siang bersama-sama selama satu jam.
Dikutip dari muhammadiyah.or.id, mapel anyar ini dicetuskan karena melihat banyaknya murid yang lelah di siang hari, kurang konsentrasi, sehingga membuat suasana belajar tidak kondusif.
Tak hanya program 'Tidur Siang', SD Muhammadiyah 4 Zamzam juga menghapus tugas Pekerjaan Rumah (PR) untuk dikerjakan di rumah. Seluruh tugas diselesaikan di sekolah, agar tidak membebani murid setelah pulang sekolah.
“Baru tahun ajaran ini kita menerapkan pelajaran tidur siang, setelah sebelumnya kami melihat para siswa kelelahan hingga tak jarang meminta untuk pulang. Alhamdulillah setelah beristirahat, konsentrasi para murid naik sehingga mampu menyerap pelajaran hingga sore,” ujar Kiki (19/9/2023).
Program ‘Tidur Siang’ ini tercetus untuk mengoptimalkan perkembangan belajar siswa, khususnya siswa kelas satu, sebagai bentuk adaptasi terhadap jam belajar ‘Full Day’.
Para siswa diwajibkan tidur siang selama satu jam, dimulai pukul 13.00 hingga pukul 14.00 WIB. Meski istilahnya ‘Full Day’, tetapi kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung nonstop dari pagi hingga malam.
Pada rilis Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017, dijelaskan arti full day school adalah hari sekolah berlangsung 8 jam per hari, dari Senin sampai Jumat, mulai pukul 06.45-15.30 WIB, dengan jeda istirahat tiap dua jam sekali.
Istirahat siang di tengah hari, sangat bermanfaat bagi siswa, untuk mengembalikan energi, dan meningkatkan konsentrasi dalam belajar.
“Saya sangat senang dengan adanya program tidur siang ini, karena biasanya saya ngantuk dan capek saat siang. Setelah tidur saya jadi lebih semangat,” kata Kinanti, salah satu siswi SD Muhammadiyah 4 Sidoarjo.
Seperti diketahui, beberapa negara selain Indonesia, juga telah lebih dulu menerapkan tradisi ‘Tidur Siang’ di sekolah ini, seperti China dan Jepang.
Usia anak yang duduk di bangku sekolah, terutama level bawah seperti TK dan SD, masih berada dalam masa pertumbuhan, sehingga membutuhkan jam istirahat yang cukup.
Oleh karena itu, program ‘Tidur Siang’ bersama bagi para murid di sekolah ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, terutama di Indonesia, menilik banyaknya manfaat positif yang dapat diambil.
Editor : Agus AP