Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dua Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan, Begini Kesaksian Warga Desa Puspo

Baskoro Septiadi • Kamis, 16 November 2023 | 21:47 WIB
Salah satu pesawat latih yang di bagian tubuhnya tertulis TNI AU TT-3103. Pesawat ini jatuh di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo,Kabupaten Pasuruan. Radar Bromo
Salah satu pesawat latih yang di bagian tubuhnya tertulis TNI AU TT-3103. Pesawat ini jatuh di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo,Kabupaten Pasuruan. Radar Bromo

 

 

RADARSEMARANG.ID, Pasuruan - Dua pesawat latih TNI AU terjatuh di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11) siang. Belum diketahui berapa korban jiwa akibat insiden ini.

Informasinya yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo insiden ini terjadi pukul 12.12. Dua pesawat yang jatuh alutsista tersebut berjenis 2 EMB-314 Super Tucano yang diberi tail number TT-314 dan TT-3103.

Dua pesawat tempur taktis buatan pabrikan Embrear Brasil dan usianya sudah 12 tahun itu kabarnya dari Skadron Udara 21 dan terbang dari Lanud Abd Rahman Saleh.

Dua pesawat ini berisikan Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) dan Kolonel Adm Widiono (Backseater) (TT-3111). Serta Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) Kolonel Pnb Subhan (Backseater) (TT-3103).

Rupanya pesawat ini memang sering latihan dan melintas di Kawasan Puspo. Ini juga diakui Abdul Hamid, warga Desa Puspo. Kata Abdul Hamid, dia sempat melihat ada dua pesawat yang melintas di langit Puspo sekitar pukul 10.00.

“Kalau kami sudah biasa melihat pesawat latihan dan terbang di Puspo. Mungkin TNI AU memang menjadikan Puspo sebagai lintasan,” beber Abdul Hamid.

Cuaca pagi itu hingga siang, kata Abdul Hamid, juga nampak cerah. Tidak ada kabut dan matahari begitu terik.

Hingga sekitar pukul 12.20, dia mendengar ada insiden pesawat jatuh di Keduwung. Desa yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari desanya yakni Puspo.

Kabar jatuhnya pesawat itu juga kian valid setelah videonya menyebar di sosial media. “Saya juga diberi tahu saudara bahwa memang ada pesawat jatuh. Lokasinya di hutan di Desa Keduwung,” beber Abdul Hamid.

Apa yang diceritakan Abdul Hamid memang benar. Sekitar pukul 12.30, banyak video berseliweran di sosial media. Di video itu bahkan terekam, pesawat baru saja jatuh dan mengeluarkan api.

Video lain yang menyebar, terlihat nomor dari pesawat yakni TT-3103. “Kami tidak berani mendekat karena takut,” begitu isi rekaman video.

Tak berselang lama, muncul juga video adanya seorang pria yang tubuhnya terlilit tali parasut. Kemungkinan, pria tersebut adalah penumpang atau pilot pesawat. Sebab dari seragamnya terlihat bahwa korban adalah tantara.

Hingga berita ini diturunkan, kejadian ini memantik Forkopimca Puspo. Camat Puspo Eddy Santoso mengatakan, pihaknya sudah mendengar kabar jatuhnya dua pesawat. Begitu mendapat kabar, personel Polsek dan Koramil Puspo juga mendatangi lokasi.

“Kalau soal korban, kami belum tahu. Karena kami masih memeriksa TKP yang memang sulit untuk diakses kendaraan. Lokasinya di hutan-hutan,” beber Eddy. (fun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#pasuruan #tni au #pesawat