RADARSEMARANG.ID, Sidoarjo – Polisi masih terus menyelidiki kasus kematian Mahasiswi FKH Unair Bernadette Caroline Angelica Harianto semakin kuat.
Terbaru, Polresta Sidoarjo menemukan bukti bahwa pembelian helium dilakukan sendiri oleh Caroline. Gas itulah yang dimanfaatkan Caroline untuk mengakhiri hidupnya.
’’Diketahui bahwa tabung gas helium dan slang bening dibeli korban secara online di sebuah marketplace,’’ terang Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo membuka hasil penelusuran dari mana tabung gas helium tersebut ditemukan.
Berikut fakta-fakta kasus tewasnya Caroline Angelica yang dirangkum Jawa Pos Radar Semarang:
Baca Juga: Dinkes Semarang Temukan 445 Kasus Pelajar Depresi, 2 di Antaranya Coba Bunuh Diri
- Caroline Angelica sejak Rabu (1/11) lalu pukul 19.10 WIB mencari gas helium. Perempuan 21 tahun itu menanyakan ketersediaan stok barang tersebut terlebih dahulu sebelum memesannya. Sedangkan slang bening dicarinya pada Kamis (2/11) sekitar pukul 08.00.
- Dua barang tersebut tiba pada Jumat (3/11) di jam yang berbeda. Gas helium datang terlebih dahulu pukul 12.09 dan diterima resepsionis apartemen. Sedangkan slang bening datang pukul 18.52 dan diterima langsung oleh korban.
- Gas helium dibeli korban seharga Rp 681 ribu, termasuk ongkos kirim. Gas helium dijual dengan cukup bebas. Tidak ada persyaratan khusus untuk membelinya.
- Polisi sudah menemukan CCTV di lokasi kejadian, yakni kompleks perkantoran Royal Business Park, Tambakoso, Waru, Sidoarjo. Mobil korban, yaitu Honda Jazz hitam, masuk perlahan ke lokasi kejadian pada Sabtu (4/11) sekitar pukul 16.00. Caroline diduga melakukan survei terlebih dahulu sebelum masuk.
- Sahabat Caroline Angelica, berinisial A yang sudah bersahabat dengan Caroline sejak 11 tahun lalu mengatakan Caroline sebelumnya sempat curhat kepada A. Kepada A, Caroline yang berusia 21 tahun tersebut merasa dirinya tak cukup pintar untuk jadi dokter hewan. "Dia sempet ragu karena merasa nggak cukup pinter untuk jadi dokter hewan," ungkap A.
- Polisi menemukan dua lembar tulisan yang diduga merupakan surat wasiat korban. Surat tersebut tertulis dengan Bahasa Inggris, yang ditujukan kepada ibu, saudara, paman dan sahabat dekatnya.
- Dalam surat wasiat itu, seperti menunjukkan rasa keputusasaan mendalam yang dialami oleh Caroline Angelica. Ia merasa tak bisa melihat masa depan yang cerah, meski akan menjadi seorang dokter hewan. Entah kehidupan seperti apa yang dilaluinya, Caroline Angelica yang putus asa memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: Mahasiswa Udinus yang Bunuh Diri Tinggalkan Lima Pesan, Salah Satu Isinya Bikin Mewek
Kasubbid Dokpol Polda Jatim AKBP dr Bambang mengatakan, pemeriksaan toksikologi masih berlangsung hingga kemarin. ’’Belum bisa dipastikan akan keluar kapan hasilnya,’’ tuturnya.
Bambang mengungkapkan, pemeriksaan DNA touch terhadap kresek yang membungkus kepala korban juga masih diproses. ’’Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui apakah hanya ada DNA korban atau ada DNA orang lain di sana,’’ katanya. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi