Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menag Sebut Institusi Keagamaan di Indonesia Telah Menginisiasi Penanganan Perubahan Iklim

Ida Nor Layla • Jumat, 6 Oktober 2023 | 20:51 WIB
CORECS 2023 : Menag RI Yaqut Cholil Qoumas menyambut positif acara Conference on Religion and Climate Change - South East Asia (CORECS) 2023 di Jakarta.
CORECS 2023 : Menag RI Yaqut Cholil Qoumas menyambut positif acara Conference on Religion and Climate Change - South East Asia (CORECS) 2023 di Jakarta.

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA-Inisiasi nyata untuk mengatasi perubahan iklim di Indonesia, telah banyak dilakukan tokoh dan institusi agama di tingkat lokal maupun nasional. Bahkan sudah banyak lembaga keagamaan yang fokus menangani isu perubahan iklim, seperti yang dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama. Kemudian isu ketidakadilan ekologis telah dibahas dalam lingkungan gereja Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya pada Conference on Religion and Climate Change - South East Asia (CORECS) 2023 di Jakarta. Konferensi yang diinisiasi Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) ini dihadiri 150 perwakilan berbagai agama dari sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara. Hadir juga, para ilmuwan, pemikir, dan pemuda yang peduli terhadap isu perubahan iklim. Konferensi membahas peran agama dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim.

Inisiasi lembaga keagamaan maupun tokoh agama tersebut dapat menjadi contoh sekaligus langkah awal untuk membuat gerakan terpadu guna mengatasi perubahan iklim. "Kita dapat mencari solusi inovatif untuk menghadapi tantangan ini, seperti merenovasi atau membangun gedung ibadah yang ramah terhadap iklim Indonesia, serta mengadopsi konsep-konsep lokal yang mendukung keberlanjutan, seperti yang terlihat dalam desain Masjid Al Risyad di Jawa Barat," kata Menag dalam sambutan yang dibacakan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Rabu (4/10/2023).

Langkah lain yang perlu diambil institusi keagamaan, misalnya memprioritaskan penggunaan teknologi pro-lingkungan seperti lampu LED, tenaga surya, dan pemanfaatan air hujan. "Institusi keagamaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan kita," tandas Menag.

Menag berharap, kegiatan yang mengambil tema "Ikhtiar Menghadirkan Kembali Nilai-Nilai Agama dan Budaya Lokal dalam Pelestarian Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan" ini dapat memberikan hasil yang aplikatif. "Perubahan iklim telah menjadi ancaman global yang semakin mendesak, dan mengatasi masalah ini memerlukan kolaborasi lintas agama, budaya, dan negara," kata Menag.

Sementara Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang bersedia menjadi tuan rumah dalam konferensi ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah Indonesia yang juga memiliki komitmen dalam isu lingkungan," kata  Mohamed.

"Berkumpulnya para tokoh agama hari ini, kami harapkan dapat menghasilkan solusi terhadap permasalahan perubahan iklim. Peran tokoh agama dibutuhkan dalam seluruh lini kehidupan, termasuk masalah perubahan iklim," tuturnya.

Tampak hadir juga Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam, Pendiri dan Anggota MHM KH Quraish Shihab, dan Anggota Komite Eksekutif MHM TGB Muhammad Zainul Majdi. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Majelis Hukama Al Muslimin MHM #Conference on Religion and Climate Change South East Asia 2023 #PERUBAHAN IKLIM #Menag Yaqut Cholil Qoumas #Majelis Hukama Al Muslimin #CORECS 2023