RADARSEMARANG.ID—Teka-teki kapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan kembali ke Tanah Air pasca berhembusnya isu penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian, mulai sedikit terkuak.
Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo dikabarkan hilang kontak saat masih berada di Eropa untuk melakukan kunjungan kerja.
Politisi Partai Nasdem itu dikabarkan sedang menjalani pengobatan terlebih dulu sebelum pulang ke Indonesia.
Kolega SYL sesama politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni kepada wartawan di Jakarta menyampaikan bahwa Mentan SYL sedang menjalani pengobatan usai kunjungan kerja di Eropa.
Kata Bendum Partai Nasdem ini, SYL tadinya dijadwalkan pulang pada 1 Oktober 2023. Hanya saja, SYL musti memeriksakan kesehatannya karena sakit, sehingga kepulangannya tertunda.
"Pak SYL itu ada kegiatan di luar negeri yang tadinya tanggal 1 (Oktober) harus pulang. Cuma karena hal tentang fisiknya, prostatnya masalah, jadi dia langsung ke RS (Rumah Sakit)," kata Sahroni kepada jurnalis.
Sahroni memastikan bahwa Mentan SYL akan kembali ke Indonesia pada Jumat, 5 Oktober 2023.
"Disangka hilang tuh kan lost contact. Ya maklumlah, orang kalau sudah tua, kena prostat, ya boro-boro mikirin telepon. Ya akhirnya nggak bisalah komunikasi. Tanggal 5 dia sudah di Jakarta," ucapnya.
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Silmy Karim memastikan bahwa SYL belum berada di Indonesia.
SYL melakukan kunjungan kerja ke Roma, Italia. Tujuannya, menghadiri forum Global Conference on Sustainable Livestock Transformation. Event besar itu digelar oleh FAO, pekan lalu.
Silmy Karim menuturkan, SYL pada 24 September 2023, tercatat meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Qatar-Doha-hingga Roma. SYL rencananya kembali pada 30 September 2023 dan tiba di Indonesia pada 1 Oktober.
"Dari situ kita sudah cek, belum termonitor di sistem bahwa yang bersangkutan (Mentan SYL) di Indonesia," kata Silmy di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 3 Oktober 2023.
Bagaimana dengan rombongan eselon satu yang berangkat bersama SYL, Silmy mengaku tidak memonitor.
KPK sendiri sebelumnya menggeledah rumah dinas Mentan dan menyita sejumlah barang yang diduga terkait dengan perkara yang disangkakan menyeret nama Mentan SYL(isk)
Editor : Agus AP