RADARSEMARANG.ID – Sebuah penerbangan Air China dari Chengdu Provinsi Sichuan melakukan pendaratan darurat di Singapura pada Minggu (10/9) setelah mesin bagian kiri terbakar.
Insiden ini mengakibatkan landasan pacu di Bandara Changi ditutup selama hampir tiga jam dan menyebabkan penundaan beberapa penerbangan.
Kejadian terbakarnya mesin ini sembilan orang dilaporkan menderita luka ringan karena menghirup asap dan lecet saat melakukan evakuasi. Terdapat 146 penumpang dan sembilan awak kabin dalam pesawat tersebut.
Dilansir dari The Straits Times, Senin (11/9) pesawat tersebut berangkat dari Tianfu International Airport pada 11.05 AM siang waktu setempat dan mendarat darurat di Bandara Cangi sekitar pukul 04.15 PM waktu setempat.
Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) mengatakan landasan pacu ditutup sementara waktu dan akan dibuka kembali pukul 19.02 setelah melakukan pemeriksaan.
Satu pesawat yang akan landing dialihkan ke Batam, Indonesia saat penutupan landasan pacu Bandara Changi.
Pesawat yang mengalami kerusakan ditarik pada sekitar pukul enam sore, penerbangan CA403 telah melaporkan adanya asap di ruang kargo depan dan toiletnya saat dalam perjalanan menuju Bandara Changi kemudian menyatakan keadaan darurat dan meminta melakukan pendaratan prioritas sekitar pukul 15.59.
Setelah melakukan pendaratan darurat, penumpang dan awak kabin segera divekuasi menggunakan emergency slide agar lebih cepat.
Seorang penumpang pesawat tersebut mengungkapkan api mulai muncul setelah 40 menit setelah terbang.
Pada sebuah video yang beredar di sosial media asap terlihat menyelimuti kabin ekonomi dan terdengar seorang pramugari memberi instruksi tentang langkah yang harus dilakukan kepada penumpang.
Di video lain yang beredar terlihat penumpang meluncur dari perosotan sambil terbatuk-batuk lari dari pesawat.
Biro Investigasi Keselamatan Transportasi sedang menyelidiki insiden tersebut dan telah menghubungi mitranya di Tiongkok untuk membantu penyelidikan tersebut. Pesawat yang terbakar tersebut adalah A320nei terdaftar sebagai B-305 J. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi