Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

NU Health Summit 2023 Hadirkan Menag, Menkes, dan Mendikbud

Ida Nor Layla • Jumat, 11 Agustus 2023 | 09:05 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter NU (PDNU) Dr dr M S Niam M.Kes Sp.B SubspBD (K) FINACS .
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter NU (PDNU) Dr dr M S Niam M.Kes Sp.B SubspBD (K) FINACS .

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Nahdlatul Ulama Health Summit 2023 menghadirkan tiga menteri sekaligus. Yakni Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim. Selain itu, hadir pula Rais Amm PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Dr (Hc) KH Yahya Cholil Staquf, dan Ketua Yarsis Prof Dr H Moh Nuh DEA, dan jajaran penguru lainnya.

“Kehadiran para menteri ini sangat penting dalam berorkestrasi merancang peran aktif NU bisa berkontribusi solutif dalam bidang kesehatan dunia. Kami membutuhkan arahan para menteri, ketum PBNU, Rais Amm PBNJ, kepala BPJS, bahkan kepala BKKBN. Supaya program-program yang kami rancang benar-benar bersinergi dengan program pemerintah,” kata panitia NU Health Summit 2023 yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter NU (PDNU) Dr dr M S Niam M.Kes Sp.B SubspBD (K) FINACS kepada RADARSEMARANG.ID.

Acara NU Health Summit (NUHS) 2023 ini kali pertama dihelat oleh Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU). Auditorium 2 Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menjadi lokasi pilihan selama acara sejak Jumat-Minggu (11-13/8).

Pada hari pertama, akan digelar pembukaan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LK PBNU yang diikuti oleh tiga lembaga kesehatan NU yang terdiri atas Perhimpunan Dokter NU (PDNU), Asosiasi Rumah Sakit NU (ARSINU), dan Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan NU (APTIKESNU).

“Dalam Rakernas LK-PBNU nanti diikuti oleh segenap pengurus LKNU se-Indonesia,” kata dr M S Niam yang didampingi Panitia Pengarah NUHS 2023 dr Dripa Sjabana kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (10/8).

NUHS memiliki nilai monumental bagi NU dalam memasuki abad kedua ini. Kata dr Niam, melalui NUHS ini, berupaya mendigdayakan NU dan memberdayakan umat agar sejajar dengan arah perjuangan PBNU.

“Karena itu melalui empat lembaga kesehatan NU, yakni LKNU, PDNU, ARSINU, dan APTIKESNU, harus mampu menjawab bagaimana peran NU dalam menjawab isu strategis saat ini dan ke depan,” katanya.

Termasuk menentukan masa atau waktu. Butuh berapa tahun dalam merancang kesamaan korelatif dalam langkah PBNU. Apalagi, sebagaimana dikatakan ketua PBNU bahwa 60 persen masyarakat Indonesia adalah warga nahdliyin. Maka dengan mensejahterakan masyarakat Nahdliyin, juga mensejahterakan 60 persen masyarakat Indonesia.

“Jadi program kesehatan pemerintah harus kita support dengan peran aktif NU melalui insan kesehatan NU. Maka kita bersama pemerintah, seiring sejalan mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” katanya.

Terpenting dari NUHS 2023 ini, agar orkestrasi harakah kesehatan pada abad kedua NU ini terkoordinasi-efektif dan progresif dalam mendigdayakan NU pada segenap konteks isu strategis.

“Maka seluruh pemangku kepentingan dunia kesehatan Nahdlatul Ulama berkumpul dan berdiskusi pada NU Health Summit tahun 2023, dengan tema “Orkestrasi Harakah Kesehatan Dalam Mengawali Abad Kedua,” katanya.

Dalam acara ini mengagendakan tiga agenda penting. Orkestra menjadi sesi bersama. Terdiri atas, 1) Orkestra Kesehatan Pembuka Abad Kedua, 2) Orkestra Pelayanan Kesehatan NU, 3) Orkestra Pendidikan Tinggi Kesehatan NU, dan 4) Orkestra Dokter NU. Kemudian, hanv kedua Rakernas, dan ketiga Konas tiga lembaga secara paralel.

“Akan ada empat komisi untuk forum pembahasan berbagai hal terkait dengan penguatan organisasi dan layanan kesehatan di lingkungan NU,” katanya.

Sementara itu, dalam Rakernas LKNU akan terbagi ke dalam empat komisi. Meliputi komisi I (Promotif Preventif), komisi II (Penguatan Organisasi), komisi III (Kuratif dan Rehabilitatif), dan komisi IV (Komunikasi dan Edukasi).

"Sidang-sidang komisi dijadwalkan setelah peserta Rakernas mengikuti pidato kunci Menkes Bapak Budi Gunadi Sadikin, pengarahan Ketua Umum PBNU Gus Yahya, dan paparan dari pengurus Lembaga Kesehatan PBNU," kata Ketua LK PBNU dr H Zulfikar As'ad.

Setelah acara berakhir akan dilanjutkan dengan ziarah ke makam ulama dan auliya di Semarang dan sekitarnya. "Untuk agenda ziarah, masih dalam proses koordinasi dengan peserta dan panitia lokal, apakah dilakukan bersama-sama atau berkelompok. Ini karena banyaknya pilihan makam yang akan diziarahi," ungkapnya. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Nahdlatul Ulama Health Summit 2023 #PDNU #UIN Walisongo Semarang #pbnu #ARSINU #NUHS 2023 #LK PBNU #APTIKESNU