RADARSEMARANG.ID, KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membuka lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk 2.768 formasi.
Selain tenaga guru dan tenaga kesehatan (nakes) ada juga lowongan untuk ratusan tenaga teknis.
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menyatakan, formasi tersebut sesuai dengan kuota yang ditetapkan lewat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 546 tahun 2023 tentang Penetapan Kebutuhan ASN (PPPK) 2023.
Dengan rincian, formasi PPPK guru sejumlah 1.982 orang, PPPK nakes sebanyak 446 orang, dan PPPK tenaga teknis (TT) mencapai 358 orang. Jumlah tersebut sedikit berbeda dengan yang diusulkan BKPSDM Kabupaten Malang.
"Kami mengusulkan 2.855 orang secara keseluruhan. Untuk PPPK guru sudah sesuai, tetapi terdapat perbedaan formasi dari usulan PPPK nakes dan PPPK TT," ujarnya kemarin (7/8).
Nurman memaparkan, pihaknya mengajukan PPPK nakes sebanyak 457 orang. Dengan jumlah yang disetujui tersebut, maka terdapat selisih sebanyak 11 orang.
Sedangkan, untuk PPPK TT, dia mengajukan sebanyak 416 orang. Dengan jumlah yang disetujui, maka terdapat selisih sebanyak 58 orang.
"Biasanya memang terdapat perbedaan antara usulan dan yang disetujui. Kami hanya bisa mengikuti ketetapan pusat," kata dia.
Sebab, rekrutmen kepegawaian bukan hal yang diotonomikan. Sehingga, jatah alokasi rekrutmen dan segala proses rekrutmen tetap bergantung pada keputusan pemerintah pusat.
Perbedaan antara usulan dan formasi yang ditetapkan tahun lalu malah lebih besar lagi. Yakni hampir sekitar 3.000an.
Tahun lalu, BKPSDM Kabupaten Malang malah mengajukan 5.000 kuota, tetapi yang disetujui hanya sekitar 2.000 kuota.
Padahal, jumlah yang diajukan tersebut belum memenuhi standar kebutuhan ASN menurut hasil analisis jabatan dan analisis beban kebutuhan (anjab/ABK).
"Menurut hasil analisis tersebut, kami membutuhkan 5.634 orang lagi," kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Penentuan kebutuhan itu juga mempertimbangkan jumlah ASN yang purna setiap tahunnya, yakni 800-900 orang. (yun/nay)
Editor : Agus AP