RADARSEMARANG.ID, Semarang - Nama Hendra Kumbara kini sedang naik daun di sosial media. Karena mengeksplorasi aransemen Jepang-Jowo, yakni memadukan melodi ala Jepang dengan lirik berbahasa Jawa, bersama Sela Good yang membuat kayanya berbeda dari yang lain.
Jika sebelumnya pria kelahiran 12 Agustus 1989 ini dikenal sebagai penyanyi campursari dengan lagu populer ciptaannya Dalan Liyane yang dirilis pada 2019 silam. Lagu ini bahkan dinyanyikan ulang oleh Happy Asmara dan musisi lain.
Ada pula lagu berjudul Balungan Kere yang sukses dibawakan Ndarboy Genk, lalu lagu berjudul Sayah yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Denny Caknan.
Untuk Konsep Jepang- Jawa, sebenarnya sudah ada sejak tahun 2016, namun baru naik belum lama ini
"Jadi konsep musik Jepang-Jawa, musiknya agak Jepang tapi liriknya lebih ke Jawa, sudah dibuat tahun 2016 lalu. Tapi karena kesibukan sempat vakum," kata Hendra saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.
Bapak satu anak ini menjelaskan, ide musik Jepang-Jawa banyak dipengaruhi dan terinspirasi dipengaruhi pengalaman masa kecilnya.
Pria kelahiran Pati ini, pada jamannya, gemar menonton film anime seperti Doraemon, Shincan, dan Dragon Ball, yang soundtrack lagunya kemudian menjadi inspirasi dalam karyanya.
"Sedikit banyak dipengaruhi oleh anime jaman saya kecil, jadi musiknya lebih idenya lebih kesana," tuturnya.
Hendra akhirnya mencoba mengeksplorasi melodi Jepang dalam lagunya. Yang berbeda, syair yang digunakan adalah Bahasa Jawa, alasannya simpel Hendra lebih nyaman bernyanyi dengan bahasa daerah dibandingkan bahasa Indonesia ataupun Jepang.
"Akhirnya ini menjadi penemuan baru. Lagu Jawa kan biasanya identik dengan campursari atau ambyaran. Tapi disini ada segmen anak-anak muda yang menyukai nuansa Jepang. Tapi liriknya berbahasa Jawa," ungkapnya.
Total saat ini ada delapan single bernuansa Jepang-Jawa, bahkan tiga lagu di antaranya bertema Ramadan. Seluruh lagu tersebut kini dapat didengarkan di berbagai platform musik digital.
"Yang paling diterima masyarakat adalah Kawanen Saur. Mungkin karena lagu ini relate bagi orang-orang yang sering ketauan mokel. Lagu ini sempat dicover Denny Caknan dan Ndarboy jadinya kawanen saur (kasiangan sahur, red) jadi makin hits," terangnya.
Di platform YouTube Syalalaproduction, single Kawanen Saur berhasil menembus 1,5 juta pendengar. Angka ini menunjukkan seberapa besar respon positif masyarakat terhadap lagu tersebut.
Liriknya cukup sederhana, dan menggelitik sesuai dengan yang biasa dirasakan para pendengarnya, untuk menahan nafsu membatalkan puasa Ramadan.
Magribe jek suwe selak thukul srengenge. Kolak mendoane, kok wes ngawe-ngawe. Bukone sek mengko, semangat jo kendho. Ndelo kebab jumbo kok jebul kanebo.
"Ini seperti kita yang banyak godaan saat puasa, apalagi jika melewatkan waktu sahur," ucapnya sambil tertawa.
Saking hitsnya, lagu Kawanen Saur juga mendapat sorotan dari Ustaz Felix Siauw saat mereka berbincang di podcast YukNgajiTav.
"Kata beliau lagu ini tersebut terdapat pesan religi meski dikemas dengan cara yang ringan," tambah dia.
Pada hari pertama puasa Ramadan tahun ini, Hendra merilis lagu baru berjudul Rasido Bali.
Lagu ini menggambarkan kisah perantau yang tak bisa menjalani puasa di kampung halaman karena penghasilan yang pas-pasan.
"Semoga setiap Ramadan kami bisa merilis single baru. Penikmat musik Jepang di Indonesia juga banyak, mereka yang disebut wibu biasanya menampilkan diri dan berpakaian ala Jepang," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi