RADARSEMARANG.ID - Musik dan politik memang seakan telah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan sejak waktu yang lama.
Berbagai musisi di seluruh dunia, kerapkali menyuarakan pandangannya, terkait hal politik; kemanusiaan dan kepedulian lingkungan lewat musik.
Tak jarang mereka, para musisi ini menggunakan privilegednya -nya sebagai performer untuk bersuara terhadap kalangan tertindas.
Awalnya berfungsi sebagai hiburan, tetapi musik juga digunakan sebagai sarana komunikasi politik, perlawanan, dan solidaritas lintas bangsa.
Seperti yang dilakukan oleh Kneecap, sebuah band group hip-hop asal Belfast, Irlandia Utara yang paling getol menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Seperti yang kita ketahui, Palestina kini sedang berada dalam konflik berkepanjangan dibawah aneksasi Israel yang belum kunjung mereda.
Atas dasar tersebut, Kneecap secara konsisten terus menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina di panggung-panggungnya.
Kneecap terdiri dari tiga anggota; Mo Chara, Moglaí Bap, dan DJ Próvaí yang sejak awal menempatkan diri mereka sebagai suara anak muda asli Irlandia yang bangga dengan bahasa dan identitasnya.
Banyak lirik mereka menggunakan bahasa Irlandia (Gaelic) sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi budaya Inggris yang menghegemoni.
Tentunya, aspek lainnya dari sejarah kolonialisme Inggris di Irlandia yang menyebabkan trauma kolektif berupa penindasan budaya, konflik politik, hingga kekerasan secara militer yang dikenal sebagai The Troubles.
Sebagai grup musik bergenre punk hip-hop, Kneecap memanfaatkan genre yang identik dengan kritik sosial dan suara komunitas marjinal/tertindas.
Dalam beberapa show, mereka mengekspresikan dukungan terbuka terhadap Palestina, baik melalui simbol-simbol seperti bendera maupun berbagai pernyataan politis yang eksplisit.
Karena penampilan serta dasar politik mereka yang dianggap kontroversial bagi sebagian besar media, khususnya media di negara-negara barat.
Bahkan media seperti New York Times, LA Times hingga Vice dan Guardian melabeli lirik dari group punk hip-hop asal Belfast ini kurang ajar dan kompleks.
Demi membela Palestina, salah satu anggota Kneecap yakni Móglaí Bap pernah melakukan kampanye unik: , yakni setiap harinya selama tur, dia berlari 10 km untuk menggalang dana bagi Beit Lahia Development Association di Gaza.
Berbagai ketidaksukaan dan penolakan keras menjadi bagian dalam konsekuensi yang dialami oleh mereka, salah satunya pembatalan kontrak kerja oleh Sharon Osbourne, istri mendiang Ozzy Osbourne.
Selain itu, film biopik dari group musik asal Belfast ini pernah diboikot dan mendapatkan larangan tayang di wilayah Israel.
Source: Kneecap, Spotify
Editor : Baskoro Septiadi