RADARSEMARANG.ID - Penampilan Shabrina Leanor di Grand Final Indonesian Idol Season 13 benar-benar bikin merinding.
Membawakan lagu "Karena Ku Sanggup" milik Agnes Monica, Shabrina tampil totalitas dan emosional, membuat seluruh studio terpukau.
Shabrina sukses menampilkan aksi panggung yang emosional dan menggetarkan hati juri serta penonton. Penampilannya yang luar biasa pun diganjar standing ovation dari para juri.
Sejak awal, Shabrina sudah menunjukkan kualitas vokal yang luar biasa. Dengan penghayatan mendalam, dia berhasil menyampaikan emosi lagu dengan sempurna.
Shabrina Leanor, kontestan asal Bangka Belitung, telah menunjukkan konsistensi dan kualitas vokal yang luar biasa sepanjang kompetisi.
Baca Juga: Perjalanan Shabrina Eleanor Menuju Juara Indonesian Idol 13, Ternyata Penuh Momen Emosional
Di babak Spektakuler Show 9, ia membawakan lagu "Yank" dari Wali dengan aransemen mewah yang digarap oleh Andi Rianto.
Penampilannya yang penuh penghayatan dan teknik vokal yang matang membuat para juri memberikan lima standing ovation. Anang Hermansyah bahkan menyebut penampilannya sebagai "sangat internasional banget"
Momen paling mencengangkan terjadi saat Maia Estianty, salah satu juri Indonesian Idol, tiba-tiba berdiri, naik ke atas meja, dan memberi standing ovation.
Aksi spontan itu langsung disambut sorak sorai penonton dan jadi momen paling heboh serta viral malam itu.
Tak hanya itu, Shabrina juga berduet dengan Judika membawakan lagu "Tak Mungkin Bersama".
Baca Juga: Shabrina Leanor Pemenang Indonesian Idol 2025, Bukan Anak Titipan
Duet ini sukses membuat penonton dan juri terhanyut dalam emosi. BCL bahkan terlihat melongo menyaksikan penampilan berkelas Shabrina.
Penampilan Shabrina di Grand Final ini dianggap sebagai yang terbaik selama perjalanannya di Indonesian Idol.
Dengan suara yang powerful dan penghayatan yang mendalam, Shabrina berhasil membuktikan bahwa dia layak menjadi juara.
Selamat untuk Shabrina Leanor! Bangka Belitung pasti bangga padamu. Semoga sukses selalu menyertaimu di dunia musik Indonesia dan internasional!
Editor : Baskoro Septiadi