RADARSEMARANG.ID - Pelecehan seksual masih menjadi momok yang mengerikan khususnya bagi perempuan saat berada di ruang publik.
Minimnya efek jera yang ditimbulkan kepada pelaku serta masih kurangnya kesadaran sebagian orang atas keamanan dan kenyamanan orang lain.
Hal tersebut menciptakan rasa khawatir dan ketakutan bagi para perempuan untuk mengekspresikan hobi maupun kesenangan di ruang publik.
Atas dasar tersebut, band asal Klaten, The Jeblogs mengingatkan para fans dan penonton yang hadir dalam gigs musik untuk memberikan 'ruang aman' bagi penonton perempuan yang hadir.
Band ini menyatakan bahwa dalam kurang lebih dua penampilannya di beberapa bulan terakhir ini, ada kasus kurang menyenangkat terkait pelecehan seksual kepada penonton perempuan.
Menurut penuturan band asal Klaten ini, setidaknya ada beberapa pelapor yang menyatakan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual saat menonton The Jeblogs tampil.
Pelapor pertama menyatakan bahwa ia merasakan pelecehan seksual diraba oleh orang tak dikenal di bagian privat yang tentunya membuat pelapor shock dan trauma.
"Aku minta ciri-cirinya, mbaknya (penonton lain) cuma jawab dia pake baju The Jeblogs yang ada lirik sambutlah warna item, terus ada kain yang ditaruh di lehernya" Ujar pelapor pertama melalui chat pada tim The Jeblogs.
Seorang lain yang mengakui juga merasakan hal sama menyatakah bahwa dirinya sebagai penikmat musik The Jeblogs merasa was-was setelah kejadian.
"Aku berharap siapa tau kevideo biar orangnya tau, jujur ini buat trauma dan shock banget. Aku penikmat lagu kalian jadi sangat amat was-was setelah kejadian ini" Ujar pelapor kedua.
Karena merasa geram dengan tindakan bejat pelaku, The Jeblogs menyatakan bahwa "ruang aman" yang di cita-citakan masih jauh dari harapan.
Berangkat dari skena musik underground yang mengakui kebebasan berekspresi dan menolak segala bentuk pelecehan terhadap perempuan.
Baca Juga: Aksi Panggung The Jansen Dibubarkan Oleh Polisi Dengan Water Cannon Pada Mayday Jakarta Kemarin
Tentu The Jeblogs mengecam keras tindakan pelaku serta menaruh perhatian lebih kepada keamanan dari para korban.
" Kini korban sudah dalam kondisi yang lebih baik, kami (The Jeblogs) juga telah mencoba ikut andil dalam proses traumanya" Ujar mereka lewat postingan di Instagram.
The Jeblogs berharap kejadian ini untuk menjadi yang terakhir. Mereka juga menyerukan untuk semuanya agar terus saling menjaga dan menciptakan ruang aman bagi perempuan dimanapun dan kapanpun.
Source: Instagram
Editor : Baskoro Septiadi