RADARSEMARANG.ID - Penggunaan Artificial Inteligent (AI) dalam kehidupan masyarakat makin menyebar setelah aplikasi semacam ChatGPT dan Perplexity populer di dunia.
AI disebut sebagai produk modernisasi yang mempermudah manusia menyelesaikan task/tugas dengan lebih cepat dan mudah.
Meskipun begitu masih banyak pro-kontra yang menyertai perkembangan teknologi ini, banyak juga yang merasa penggunaan AI merubah kebiasaan manusia menjadi lebih malas berpikir.
Dalam konteks yang lebih luas seperti di pekerjaan, AI juga disebut mengancam banyak dari bidang pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara tradisional/manual.
Salah satunya di bidang karya seni, makin merebaknya AI menguasai industri turut menggugah ribuan musisi asal Inggris untuk melakukan perlawanan.
Diawali dengan pengajuan aturan hukum terkait hak cipta yang ditekan oleh Pemerintah Inggris tentang izin diperbolehkannya perusahaan AI untuk menciptakan produk menggunakan karya orang lain, seperti musik, artwork, artikel tanpa izin lisensi.
Hal ini tentunya membuat para musisi di Inggris meradang, karya yang dibuat dengan susah payah bisa digunakan oleh perusahaan AI tanpa izin sang pembuatnya.
Dari situlah tercipta benih-benih ketidaksukaan dengan aturan baru tentang AI yang diciptakan oleh pemerintah negara mereka.
Para musisi seperti Damon Albarn, Kate Bush, Dan Smiths, The Clash, Annie Lennox, Ocean dan Jamiroquai bersama dengan banyak musisi lainnya melakukan sebuah aksi protes yang cukup unik.
Mereka bergabung dan menciptakan sebuah album kosong yang dinamai dengan judul "Is This What We Want?" atau berarti inikah yang kau mau?.
Album tersebut telah diupload ke layanan streaming musik Spotify dengan memuat 12 track lagu yang apabil dibaca berurutan akan menciptakan sebuah kalimat protes.
Masing-masing lagu apabila diurutkan akan membentuk kata " The British Government Must Not Legalise Music Theft To Benefit AI Companies" atau berarti "Pemerintah Britania Seharusnya Tidak Melegalkan Pencurian Musik Untuk menguntungkan Perusahaan AI".
Baca Juga: Gila! CEO AI Tolak Tawaran Elon Musk yang Ingin Membeli ChatGPT Rp 1500 T
Semua track tersebut berisi suara rekaman kosong dari studio rekaman dan juga ruang show yang sama sekali tidak ada suara para penyanyi atau penontonnya.
Hal ini bermakna tersirat sebagai apa yang seharusnya ditakutkan oleh para musisi tentang dampak potensial dari perubahan aturan yang baru saja disahkan pemerintah.
Source: Is This What We Want?, Spotify, Pop Asia
Editor : Baskoro Septiadi