Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lirik Terbaru, Sejarah, Dan Makna Lagu Hymne Guru, Selalu Dinyanyikan di Peringatan Hari Guru Nasional

Nurfa'ik Nabhan • Senin, 25 November 2024 | 20:24 WIB
Lagu Hymne Guru
Lagu Hymne Guru

RADARSEMARANG.ID – Peringatan Hari Guru Nasional diperingati pada setiap tanggal 25 November.

Dimana tanggal tersebut mengacu pada tanggal diadakannya Kongres Guru Indonesia pertama kali.

Dalam peringatan Hari Guru Nasional pasti identik dengan lagu Hymne Guru yang selalu dikumandangakan dan dinyanyikan. Lagu Hymne Guru sendiri merupakan sebagai bentuk penghormatan kepada para guru Indonesia.

Lagu Hymne Guru sendiri pertama kali diciptakan oleh Sartono pada tahun 1980. Namun pada tahun 2007 lirik Hymne Guru mengalamai sedikit perubahan yakni pada bagian akhir, lirik “tanpa tanda jasa” diubah menjadi “pembangun insan cendikia”.

Berikut lirik Hymne Guru yang tercantum dalam Pedoman Upacara Peringatan Hari Guru Nasional oleh Kemendikdasmen RI.

 

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup

Dalam sanubariku

 

Semua baktimu akan ku ukir

Di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku

Tuk pengabdianmu

 

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa pembangun insan cendekia

 

Baca Juga: Lagu Hymne Guru Wajib untuk Hari Guru Nasional 25 November, Ini dia Sosok Pengarang, Lirik, Makna, dan Sejarah Lagunya

Sejarah dan Makna Lagu Hymne Guru

Lagu Hymne Guru sendiri diciptakan oleh salah satu pensiunan guru honorer asal Madiun, Sartono pada tahun 1980.

Awal terciptanya lagu Hymne Guru, ketika Sartono mengikuti Sayembara Penciptaan Lagu Hymne Guru yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nasional.

Pada saat itu, Sartono berusaha mengisahkan bagaimana sosok guru dimatanya dalam waktu singkat.

Bahkan dalam salah satu lirik yang ia ciptakan menggambarkan guru sebagai sosok pahlawan.

Menurutnya guru adalah pahlawan meski tidak mendapatkan tanda jasa selayaknya polisi maupun tentara.

Hal tersebut merujuk pada pengalaman dan kisah hidupnya sendiri ketika bertahun-tahun menjadi guru.

Dan siapa sangka pada saat itu, Sartono memenangkan sayembara tersebut dan mendapatkan hadiah utama uang senilai Rp 750 ribu. Bahkan ia juga juga mendapat beberapa hadiah penghargaan dari Kemendikbud pada 2000 dan 2005.

Makna yangterkandung pada setiap lirik lagu Hymne Guru ini menggambarkan secara penuh tentang peran penting guru dalam mendidik anak muridnya.

Bahkan pada lirik 'pembangun insan cendekia' digunakan untuk membuat profesi guru terangkat dan mulia. (nun)

Editor : Tasropi
#madiun #hymne guru #Kongres Guru Indonesia #guru indonesia #lirik Hymne Guru #Sartono #peringatan hari guru nasional #Dinas Pendidikan Nasional #Kemendikdasmen RI