RADARSEMARANG.ID - Memiliki kesan garang dan kasar, banyak rapper yang terlahir dari lingkungan dengan tingkat kekerasan yang cukup tinggi.
Kebanyakan dari para rapper ini sejak awal sudah bersinggungan dengan dunia gelap, seperti afiliasi geng, penjualan narkoba dan penggunaan senjata api tanpa izin.
Tak dipungkiri, mereka kerapkali melahirkan lirik-lirik yang bernada perlawanan, kekerasan maupun hal vulgar yang bagi sebagian orang cukup menyinggung.
Namun, menjadi pribadi yang terkesan garang juga ternyata mampu luluh saat tuhan berkehendak, banyak rapper-rapper yang akhirnya memilih untuk hijrah dari jalan gelap yang dahulu sempat mereka lalui.
Salah satu rapper yang memiliki perubahan cukup signifikan adalah Mutah Napoleon Beale. Walaupun namanya cukup awam bagi orang awam, namun rapper satu ini dulunya merupakan orang penting yang ada di skena hiphop West Coast Amerika.
Mutah setelah menemukan islam di hidupnya, kini dikenal sebagai seorang mukmin taat yang berbeda jauh dengan dirinya di masa lalu sewaktu masih muda.
Perjalanan Hijrah Mutah 'Napoleon' Beale
Mutah Wassin Shabazz Beale lahir dari keluarga Afrika-Amerika dari ibu yang bernama Aquillah Beale yang seorang pemeluk agama kristiani, sedangkan sang ayah, Salek Beale seorang pemeluk agama islam.
Naas, kedua orangtua Mutah harus tewas terbunuh dalam sebuah kasus penembakan yang melibatkan mereka bersama seseorang bernama Mustafa. Akhirnya Mutah dan beberapa saudara kandungnya harus ikut kerumah neneknya yang masih dalam satu daerah.
Tumbuh besar di kawasan Irvington, New Jersey yang dikenal dengan tingkat kejahatan yang sangat tinggi. Bahkan diketahui kawasan ini memiliki rata-rata catatan kriminal tertinggi dari kebanyakan wilayah di sekitarnya.
Pada tahun 1994, Mutah muda mulai tertarik dengan dunia hip-hop dan mulai melakukan rap bersama teman dekatnya yang nantinya akan lebih dikenal sebagai Yafeu "Kadafi" Fula.
Dari Kadafi lah, Mutah memiliki koneksi yang membuatnya direkrut dalak grup rap milik Tupac Shakur bernama Dramacydal.
Baca Juga: Misteri 27 Club, Konspirasi Satanis Dibalik List Para Musisi yang Mendadak Mati di Usia Muda
5 April 1995, Tupac Shakur merilis sebuah EP (Me Against The World) yang turut mempopulerkan Mutah dalam lagu berjudul "Outlaws". Kini oleh Tupac, Mutah diberi julukan Napoleon; berasal dari nama seorang kaisar Prancis Napoleon Bonaparte.
Tupac memang menjuluki seluruh grup Outlaw Imortalz dengan nama-nama musuh dari Amerika Serikat. Selain Mutah Napoleon, ada juga Bruce “Fatal” Washington, Yafeu "Kadafi" Fula, Katari “Kastro” Cox, dan Malcolm “E.D.I.” Greenidge.
Mutah mendapat kemapanan hidup tak lama setelah berhubungan baik dengan Tupac, namun tidak dengan kebahagiaan. Hal itu membuatnya memilih alkohol dan kehidupan malam sebagai bentuk pelampiasan perasaan hampa yang dirasakan
13 Februari 1996, Tupac merilis double LP (All Eyez On Me) disitu Mutah berkontribusi dalam beberapa lagu dengan judul “Tradin’ War Stories,” “When We Ride,” “Thug Passion” dan “Run Tha Streetz”.
Paska meninggalnya Tupac pada tahun 1996 di Las Vegas, seluruh grup Outlawz pindah dari California menuju New Jersey. Sayangnya, tak lama setelah itu Yafeu " Kadafi" tewas tertembak saat pulang dari kediaman pacarnya, pembunuhnya masih misteri saat itu.
Tahun 1997, Outlawz kecuali Fatal kembali pindah ke California dan kini berada dibawah naungan Death Row Records( Meskipun sewaktu hidup Tupac pernah melarang mereka untuk bergabung dengan Death Row).
Bersama dengan Death Row, Outlawz melahirkan LP berjudul Still I Rise, Ride Wit Us Or Collide Wit Us dan Novakane. Bersamaan dengan ini, Mutah memproduksi album solonya Bonaparte dengan menggandeng Jon B dan Sticky Fingaz.
Awal pertemuannya dengan Islam merubah seluruh pandangan hidupnya hingga saat ini. Pada 2001 ia diperkenalkan dengan Islam oleh seorang bernama Mikal Kamil.
Pertemuan tersebut langsung merubah sudut pandangnya mengenai Islam yang dahulu tak ia acuhkan, bahkan ia benci karena masalalu yang merenggut kedua orangtuanya. Pelaku pembunuhan orangtua Mutah diidentifikasikan sebagai seorang muslim.
Bahkan saat menuruti Mikal Kamil untuk mengunjungi sebuah masjid, Mutah membawa pasukan sebanyak kurang lebih 20 orang bersenjata lengkap.
Namun tak diduga, di dalam masjid justru ia merasakan ketenangan yang tak pernah ia rasakan, tentunya hal ini kemudian membimbingnya untuk kemudian menjadi muslim pada tahun 2001 tepat di Fort McMurray, Alberta.
Kini Mutah 'Napoleone' Beale menjadi muslim taat yang telah berpindah kewarganegaraan menjadi Arab Saudi dan kerap membagikan kegiatannya dakwahnya di Instagram pribadinya @mutahbeale.
Source: IMDb, Neighborhood Scout, Tupac Legacy.
Editor : Baskoro Septiadi