Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menelisik Asal Usul Dibalik Viralnya Subgenre Musik EDM Jedag-Jedug yang Ramai Digunakan TikToker Mancanegara

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 13 Oktober 2024 | 03:08 WIB
Ilustrasi : Disk Jockey dan Cheerleaders KIA Tiger (Lee Jeu Eun)
Ilustrasi : Disk Jockey dan Cheerleaders KIA Tiger (Lee Jeu Eun)

RADARSEMARANG.ID - Musik merupakan salah satu media hiburan yang selalu memiliki perubahan, baik dari alat yang penunjangnya hingga genre mengikuti perkembangan jaman.

Bagi khalayak yang terbiasa dengan perkembangan sosial media, tentunya akhir-akhir ini tak asing dengan subkultur musik EDM ala Indonesia bernama jedag-jedug.

Dipakai di banyak video sebagai musik pengiring, kita juga bisa menemukannya dipakai oleh para influencer / public figure bergoyang diiringi musik ini atau sekedar melakukan imitasi dari lirik dari lagu yang diputar.

Tidak hanya tarian, musik remix lokal juga digunakan dalam unjuk bakat, gaya kreatif, dan terkadang informasi-informasi dalam bentuk video yang dikemas menggunakan music jedag jedug tersebut.

Masifnya penggunaan musik jedag-jedug ini diperkirakan mulai berkembang paska naiknya sosial media yang memiliki tampilan video singkat seperti TikTok atau Reels (Instagram) paska pandemi Covid-19 yang beberapa tahun lalu melanda seluruh dunia.

Penggunaan musik ini juga sampai ke para content creator mancanegara, banyak dari netizen asing yang menggunakan sound dari musik jedag-jedug ini, dapat dibuktikan dengan beberapa waktu silam sebuah sound jedag-jedug viral dan ramai karena digunakan oleh tim cheerleaders klub Baseball asal Korea yakni KIA Tigers.

Para gadis cheerleaders ini berlenggak-lenggok dengan antusias hingga menciptakan trend baru ikonik yang banyak diikuti oleh netizen dari berbagai belahan dunia lainnya.

Salah satu yang paling menghebohkan adalah ternyata musik ini mampu menarik perhatian Olivia Rodrigo, seorang musisi pop wanita asal Amerika Serikat yang kedapatan melakukan dance cover dengan lagu musik jedag-jedug di platform TikToknya.

Jadi bagaimana sub-genre ini bisa menjadi berkembang bahkan hingga mancanegara? dan siapakah sosok yang diklaim menciptakan genre turunan dari musik EDM ini pada awalnya?.

Awal Munculnya Musik Jedag-Jedug

Sub-genre musik jedag-jedug diperkirakan telah mulai muncul sejak orang-orang terkena lockdown akibat dari pandemi Covid-19 yang sempat melanda seluruh dunia kala itu.

Di tengah kebosanan saat melakukan semua kegiatan dari dalam rumah, hal ini pula yang menaikkan popularitas sosial media TikTok yang dianggap mampu mengakomodasi kebosanan tersebut dengan merubahnya menjadi berbagai kegiatan secara virtual.

Baca Juga: Cerita Kontroversial Dibalik Gambar Sampul Cover Album Terkenal Dari Band Sonic Youth

Awalnya konsep orang melakukan tarian ataupun Lipsync diiringi musik dan divideo secara online kuranglah begitu dinikmati, kebanyakan orang beranggapan bahwa hal tersebut 'alay' dan hanya bertujuan mencari perhatian saja,

Namun, lambat laun makin banyak orang yang menormalisasikan trend-trend yang dihasilkan di TikTok, sehingga dari sinilah konsep tersebut mulai dinikmati warga serta menjadi awal perkembangan musik jedag-jedug.

Ramainya musik jenis EDM pada masa itu, saat Disk Jockie (DJ) sedang populer, seperti Martin Garrix, Alan Walker dan Marshmellow di kancah dunia membuat orang-orang mulai bereksperimen dengan sample-sample musik pop digabungkan dengan unsur tradisional seperti musik Dangdut dan Melayu.

Salah satu yang diklaim merupakan pionir dalam menciptakan sub-genre jedag jedug merupakan seorang pemuda pembuat konten asal Indonesia bernama Vinky YT yang memang suka me-remix lagu menjadi lebih funky (jedag jedug).

Vinky YT sendiri dikenal sebagai seorang konten kreator digital yang memiliki andil terhadap ramainya tren jedag-jedug di platform TikTok. Ia memiliki 270 ribu pengikut di TikTok, 112 ribu pengikut di Instagram, serta 133 ribu subscriber di YouTube.

Ternyata, banyak orang yang awalnya merasa musik-musik ini menggelikan ternyata makin berkurang berkat kepopulerannya di media massa, bahkan seakan sudah menjadi bagian dari sub-genre dengan penggemar yang banyak pula.

Musik jenis 'jedag jedug' memberikan sensasi yang langsung terasa tentunya berbeda dengan musik klasik yang lebih kompleks dan memerlukan apresiasi dan pemahaman lebih mendalam untuk mengerti apa maksud dari sang musisi.

Musik JJ (Jedag Jedug) begitu dimainkan dengan beat yang keras serta nada yang energik mampu membuat orang-orang langsung merasa ingin bergoyang.


Source: Vinky YT, UPI Humanika, Jawa Pos

Editor : Baskoro Septiadi
#Viralnya Musik Jedag Jedug #Subgenre Jedag Jedug #Jedag Jedug Indonesia #Musik Jedag Jedug #Asal Musik Jedag Jedug