Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Makna Mendalam di Balik Lagu Labour Paris Paloma yang Menyuarakan Kenyataan Pahit yang Dialami Perempuan

Magang Radar Semarang • Rabu, 18 September 2024 | 16:50 WIB
Ilustrasi Cover Single Labour
Ilustrasi Cover Single Labour

RADARSEMARANG.ID, LAGU Paris Paloma, musisi asal Inggris yang berjudul Labour akhir-akhir menjadi trending hits TikTok.

Meskipun telah dirilis semenjak satu tahun silam pada 24 Maret 2023, lagu ini kembali viral karena makna dibalik liriknya yang begitu relate dengan kondisi yang para perempuan alami di berbagai belahan dunia.

Lagu yang juga disebut sebagai feminist anthem ini dipakai sebagai musik latar belakang berbagai pengguna TikTok untuk menyuarakan ketidakadilan yang perempuan alami. Baik itu perempuan zaman sekarang maupun perempuan sepanjang sejarah yang mengalami ketidakadilan akan hak-hak yang sepantasnya mereka dapatkan.

Menurut penjelasan Paris Paloma di yang dia bagikan di akun resmi Youtube Shorts nya pada 11 Mei 2023, Labour sendiri adalah sebuah cerita yang mengisahkan seorang wanita yang melarikan diri dari sebuah hubungan.

Labour secara literal dapat diartikan sebagai tenaga kerja dan buruh, namun juga dapat diartikan sebagai persalinan. Dibalik lirik lagu tersebut, menggambarkan perempuan yang tiada henti melakukan berbagai pekerjaan rumah yang tidak sedikit dan melelahkan namun masih sering dicap ‘hanya berdiam diri sepanjang hari.’

Lagu ini juga menyebutkan bagaimana laki-laki seringkali dianggap sebagai ‘savior’ atau penyelamat perempuan, sedangkan laki-laki seringkali menjadi bagian yang lebih diuntungkan dalam sebuah pernikahan.

Hal ini dikarenakan stigma akan hanya perempuan yang bertugas untuk mengurus seluruh pekerjaan rumah dan anak dan laki-laki yang terbebas dari tugas tersebut.

Bagian lagu yang menjadi trend tiktok jatuh pada bagian “So that he never lifts a finger.” Lirik ini dapat diartikan bahwa banyak perempuan yang melakukan berbagai pekerjaan rumah (labour) sebagai aksi untuk menghindari kekerasan fisik, mental maupun verbal yang dilakukan oleh sang suami karena apa yang para perempuan itu lakukan tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Selain itu, lagu ini juga digunakan untuk menyindir bagaimana banyak anak perempuan diajarkan ajaran patriarki untuk menurut dan melayani suaminya dan akhirnya akan terjebak di takdir yang sama.

Sejauh ini, video musiknya telah ditonton lebih dari 50 juta penonton dan melampaui 558 ribu like.

Berikut adalah lirik lagu Labour karya Paris Paloma.

One, two, three
Why are you hanging on so tight
To the rope that I'm hanging from?
Off this island, this was an escape plan (this was an escape plan)
Carefully timed it, so let me go
And dive into the waves below

Who tends the orchards? Who fixes up the gables?
Emotional torture from the head of your high table
Who fetches the water from the rocky mountain spring?
And walk back down again to feel your words and their sharp sting
And I'm getting fucking tired

The capillaries in my eyes are bursting
If our love died, would that be the worst thing?
For somebody I thought was my saviour
You sure make me do a whole lot of labour

The calloused skin on my hands is cracking
If our love ended, would that be a bad thing?
And the silence haunts our bed chamber
You make me do too much labour
You make me do too much labour

Apologies from my tongue, and never yours
Busy lapping from flowing cup and stabbing with your fork
I know you're a smart man (I know you're a smart man), and weaponise
The false incompetence, it's dominance under a guise

If we had a daughter, I'd watch and could not save her
The emotional torture, from the head of your high table
She'd do what you taught her, she'd meet the same cruel fate
So now I've gotta run, so I can undo this mistake
At least I've gotta try

The capillaries in my eyes are bursting
If our love died, would that be the worst thing?
For somebody I thought was my saviour
You sure make me do a whole lot of labour

The calloused skin on my hands is cracking
If our love ends, would that be a bad thing?
And the silence haunts our bed chamber
You make me do too much labour

All day, every day, therapist, mother, maid
Nymph then a virgin, nurse then a servant
Just an appendage, live to attend him
So that he never lifts a finger
24∕7, baby machine
So he can live out his picket fence dreams
It's not an act of love if you make her
You make me do too much labour

All day, every day, therapist, mother, maid
Nymph then virgin, nurse and a servant
Just an appendage, live to attend him
So that he never lifts a finger
24∕7, baby machine
So he can live out his picket fence dreams
It's not an act of love if you make her
You make me do too much labour

The capillaries in my eyes (all day, every day)
Are bursting (therapist, mother, maid)
If our love died (nymph then virgin)
Would that be the worst thing? (Nurse then a servant)
For somebody (just an appendage)
I thought was my saviour (live to attend him)
You sure make me do (so that)
A whole lot of labour (he never lifts a finger)

The calloused skin on my hands (24∕7)
Is cracking (baby machine)
If our love ends (so he can live out)
Would that be a bad thing? (His picket fence dreams)
And the silence (it's not an act of love)
Haunts our bed chamber (if you make her)
You make me do too much labour

Dengan lirik yang penuh makna dan melodi yang memikat, Labour oleh Paris Paloma telah berhasil menyentuh hati jutaan pendengarnya. Paris Paloma berhasil menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan oleh perempuan dari berbagai generasi. (mg10)

Editor : Iskandar
#tiktok music #Lagu Paris Paloma #Trending #lagu #perempuan #feminist anthem #lagu viral #Lagu Labour Paris Paloma #feminis #musik #makna lagu #tiktok