Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Tembang Macapat Pangkur, Berisi Penggambaran Manusia Menuju Kehidupan Rohani

Nurfa'ik Nabhan • Jumat, 6 September 2024 | 08:37 WIB
Kesenian Karawitan
Kesenian Karawitan

RADARSEMARANG.ID - Tembang Macapat Pangkur adalah salah satu jenis tembang macapat yang menggambarkan kondisi manusia yang mengalami penurunan fisik dan menuju kehidupan rohani.

Tembang ini juga bercerita tentang seseorang yang sudah siap meninggal dunia dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kata "Pangkur" sendiri berasal dari kata "mungkur" yang berarti mundur, menjauhkan diri, atau pergi. Tembang Macapat Pangkur diciptakan oleh Sunan Drajat dan memilki watak gagah, perkasa, dan berkeyakinan tinggi. 

Berikut penjelasan lengkap tentang Tembang Macapat Pangkur

 Baca Juga: Masyarakat Sebut Rabu Wekasan Adalah Tradisi Jawa, Begini Pengertian dan Amalannya Menurut Almarhum Mbah Moen

Ciri-ciri Tembang Pangkur

 1. Guru Gatra Tembang Pangkur, memiliki tujuh baris atau larik dalam setiap baitnya.

 2. Guru Wilangan atau jumlah suku kata Tembang Pangkur pada setiap baris adalah 8, 11, 8, 7, 12, 8, dan 8.

 3. Guru Lagu atau pola vokal dari Tembang Pangkur pada setiap baris adalah a, i, u, a, u, a, i.

Watak

Tembang Pangkur umumnya memiliki watak yang bernuansa nasihat (pitutur), pertemanan, dan cinta.

Namun, seringkali juga digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mulai meninggalkan duniawi dan lebih mendekatkan diri pada spiritualitas.

Contoh Tembang Pangkur

Yen wis tuwa aja gumunan

(Jika sudah tua jangan heran)

Yen wis ra sah aja ketangisan

(Jika sudah tidak ada jangan menangis)

Urip iku mung sekejap

(Hidup ini hanya sebentar)

Kaya dene banyu mili

(Seperti air yang mengalir)

Yen wis mati ora bakal bali

(Jika sudah mati tidak akan kembali)

Mulane ayo nglakoni

(Maka marilah kita lakukan)

Kang becik kang apik

(Yang baik yang baik)

Makna dan Isi Tembang Pangkur

Tembang Pangkur seringkali digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral, nasihat, atau refleksi tentang kehidupan.

Selain itu juga terdapat beberapa tema umum yang diangkat dalam Tembang Pangkur antara lain:

 1. Penyesalan: Menyadari kesalahan di masa lalu dan berusaha untuk memperbaiki diri.

 2. Kerinduan: Mengungkapkan perasaan rindu terhadap seseorang atau sesuatu.

 3. Kehidupan: Menggambarkan siklus kehidupan, dari lahir hingga kematian.

 4. Spiritualitas: Mengajak pembaca untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

 Baca Juga: Lirik Lengkap Lagu Durasi by Feby Putri ft Kapal Udara, Ada Lirik Berbahasa Makassar di Akhir Lagu

Tembang Macapat Pangkur adalah bentuk puisi Jawa yang kaya akan makna dan keindahan.

Melalui tembang ini, kita dapat belajar banyak tentang nilai-nilai kehidupan, kebijaksanaan, dan spiritualitas. (nun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#mungkur #guru lagu #guru gatra #Tembang Macapat #pitutur #sunan drajad #tembang pangkur #guru wilangan