RADARSEMARANG.ID - Peringatan HUT RI ke-79 pada tanggal 17 Agutsus nanti tinggal menghitung hari saja. Berbagai perayaan akan dilaksanakan dan diselenggarakan di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.
Tidak hanya upacara bendera yang nantinya ada di peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Melainkan juga terdapat berbagai perlombaan khas peringatan HUT RI yang diadakan di sleuruh pelosok Indonesia.
Selain perlombaan, lagu kebangsaan ataupun lagu kemerdekaan akan dikumandangkan untuk menyertai kegiatan-kegiatan peringatan HUT RI ke-79.
Terdapat banyak lagu kemerdekaan atau lagu kemerdekaan yang bisa dimainkan, salah satunya lagu “Hari Merdeka” ciptaan Husein Mutahar pada tahun 1946. Berikut beberapa lagu kemerdekaan yang bisa dimainkan.
- Indonesia Raya
Lagu Indonesia Raya merupakan lagu kebangsaan Indonesai yang wajib dikumandangkan di setiap kegiata upacara maupun kegiatan yang lainnya. Lagu ini diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman pada tahun 1924.
Lagu ini berisikan tentang kebanggan dan cinta kepada tanah air serta menggambarkan kekuatan dan kebesaran Bangsa Indonesia.
- Indonesia Pusaka
Indonesia Pusakan adalah lagu yang diciptakan oleh Ismail Marzuki pada tahun 1949. Lagu ini juga sering dinyanyikan pada sata kegiatan upacara ataupun momen kegiatan penting lainnya.
Lagu ini memiliki makna refleksi jiwa atas kecintaan seseorang pada tanah airnya yakni Indonesia. Tidak hanya itu, melalui lagu ini bisa meningkatkan rasa kecintaan dan persatuan yang ada.
- Maju Tak Gentar
Lagu Maju Tak Gentar ini diciptakan oleh salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yakni Cornel Simanjuntak pada tahun 1944. Maka tidak heran, isi dari lagu ini menggambarkan rasa semangat dan jiawa pantang menyerah untuk melawan para penjajah.
- Berkibarlah Benderaku
Lagu Berkibarlah benderaku merupakan lagu ciptaan dari Ibu Sud pada tahun 1947. Dimana lagu ini memiliki tempo yang cepat dan lirik yang bersemangat.
Lagu ini berisikan tenatng nasionalisme dan kecintaan terhadap identitas negara yakni Bendera Merah Putih. Lagu ini sangat populer dan dinyanyikan di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) di Indonesiabahkan di kantor pemerintahan sering dikumandangkan.
- Bagimu Negeri
Lagu Bagimu Negeri ini dicipatakan oleh Kusbini pada tahun 1942. Lagu ini memiliki lirik yang sederhana dan simpel sehingga mudah untuk dihapal dan diingat.
Meskipun demikian, lagu ini memiliki makna yang mendalam. Dimana lagu Bagimu Negeri ini menggambarkan rasa cinta tanah air dan pengabdian sebagai warga negara.
- Syukur
Lagu Syukur ini diciptakan oleh Husein Mutahar pada tahun 1944. Lagu ini terinspirasi dari perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang telah mewujudkan Kemerdekaan Indonesia.
Lagu Syukur ini memiliki tiga bait yang memiliki makna masing-masing. Pada bait pertama mengungkapkan keyakinan dan keikhlasan dalam berjuang membela negara.
Pada bait kedua, perjuangan para pahlawan yang tidak mudah dan keikhlasan ang diberikan kepada para penerusnya adalah wujud cinta dan kasih. Kemudian pada bait ketiga, berisi harapan untuk para pemimpin yang berbakti pada rakyat atas kerukunan, kesejahteraan, dan kemakmuran.
- Satu Nusa Satu Bangsa
Lagu ini diciptakan oleh Liberty Manik pada tahun 1947. Lagu ini juga pertama kali diperdengarkan melalui radio pada saat itu dan selalu diputar untuk mengenang peristiwa Sumpah Pemuda.
Lagu Satu Nusa Satu Bangsa memiliki makna yang mendalam dimana memiliki rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Serta lagu ini terlahir sebagai wujud perjuangan dan kecintaan pada tanah air.
- Garuda Pancasila
Lagu garuda Pancasila diciptakan oleh Prohar Sudharnoto pada tahun 1956, enam tahun setelah Garuda menjadi lambang negara. Lagu yang satu ini sering diputar dan dinyanyikan pada saat momen-momen seperti upacara atau kegiatan lainnya.
- Tanah Airku
Lagu Tanah Airku ini diciptakan oleh Ibu Sud atau Saridjah Niung. Lagu ini dan lagu anak-anak lainnya yang diciptakan Ibu Sud karena kesal karena anak-anak dipaksa untuk menanyikan lagu Belanda saat itu.
Lagu Tanah Airku ini memiliki makna tentang nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Serta menunjukkan rasa bangga kepada tanah air Indonesia.
- Hari Merdeka
Lagu Hari Merdeka Sendiri diciptakan oleh Husein Mutahar pada tahun 1946. Lagu ini menjadi ikonik dan menggambarkan semangat kemerdekaan. Selain itu juga memiliki lirik yang bersemangat.
- Bangun Pemuda Pemudi
Lagu Bangun Pemuda Pemudi merupakan ciptaan dari Alfred Simanjutak pada tahun 1943 ketika masa kependudukan Jepang. Lagu ini ditunjukkan untuk membakar semangat para pemuda Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di masa pendudukan Jepang.
- Rayuan Pulau Kelapa
Lagu Rayuan Pulau Kelapa merupakan lagu ciptaan dari Ismail Marzuki pada tahun 1944. Lagu ini diciptakan sebagai penghormatan bagi para pejuan kemerdekaan Indonesia.
Tidak hanya itu, lagu ini juga sebagai penyemangat masyarakat kala itu untuk menggapai kemerdekaan. Lagu tersebut tersirat makna bahwa betapa bervariasinya flora dan fauna yang ada di Indonesia dan suasananya yang juga aman serta tenteram.
- Mengheningkan Cipta
Lagu Mengheningkan Cipta ini merupakan salah satu lagu wajib nasioanl Indonesia. lagu ini juga wajib dikumandangkan pada saat kegiatan upacara.
Lagu ini merupakan ciptaan dari Truno Prawit dan lagu ini pertama kali dibawakan oleh presiden Soekarno pada tahun 1958. Lagu Mengheningkan Cipta ini berk=makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas kemerdekaan Indonesia.
- Halo-Halo Bandung
Lagu Halo-Halo Bandung merupakan sebuah karya yang diciptakan oleh Ismail Marzuki pada tahun 1946 tepatnya pada saat peristiwa Bandung Lautan Api. Lagu ini lahir sebagai ungkapan rasa rindu yang sentimental. Dan liriknya lahir dari kisah Ismail Marzuki yang sempat singgah di Bandung bersama istrinya, Eulis Zuraidah.
- Dari Sabang Sampai Merauke
Lagu Dari Sabang Sampai Merauke ini diciptakan oleh R Soeharjo. Dimana lagu ini memiliki arti bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas.
Selain lagu-lagu diatas, masih banyak lagu yang bernuansa kebangsaan dan kemerdekaan yang sangat cocok dikumandangkan untuk mengiringi peringatan HUT RI ke-79 nanti. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi