RADARSEMARANG.ID - Sebagai genre musik yang sering dikaitkan dengan tindak kekerasan, Rap dan Hiphop memanglah identik dengan daerah suburban dengan tingkat kriminal yang tinggi.
Rap dibawa dari budaya orang-orang Afro-Americans yang jika dirunut menurut sejarah adalah masyarakat yang diperbudak di masa lalu Amerika Serikat. Mereka dibawa dari Afrika dan dipekerjakan di perkebunan kapas yang menjadi komoditi Amerika masa itu.
Rap tumbuh subur dan menjadi sebuah subkultur yang banyak digemari anak muda di seluruh dunia. Dengan tempo yang cepat, pernah-pernik menyilaukan membuat banyak orang menggemari genre musik ini.
Di Amerika Serikat sendiri, budaya hiphop scene ini menjamur dan menjadi identitas dari beberapa daerah underground yang melahirkan banyak rapper ternama.
Berbagai rapper juga terafiliasi dengan nama-nama gangster setempat yang menguasai distrik-distrik yang ada di daerah urban Amerika Serikat.
Tak jarang para rapper ini turut serta terjun ke dalam konflik yang sudah berjalan sejak lama dari gangs-gangs ini didirikan.
Salah satu nama rapper yang terafiliasi dengan gangster adalah King Von,bernama asli Dayvon Bennett, ia merupakan seorang rapper yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat.
Sejak masa pendidikan ia tumbuh dan bersinggungan dengan dunia kelam. Kedua orangtuanya berpisah, sang ayah harus mendekam di penjara, Von hanya tinggal bersama ibunya.
Von tumbuh besar dengan berbagai afiliasi dengan berbagai aktivitas gangster jalanan, ia bahkan menjadi anggota dari Black Disciples. Keberadaannya seringkali memicu konflik dan konfrontasi dari rival gengnya.
Geng ini sering terlibat dalam sebuah kasus, kebanyakan merupakan kasus kekerasan dan berbagai macam tindak kriminal lainnya.
Namun di dunia musik, King Von merupakan seorang artist yang cukup sukses. Kemampuannya mengolah lirik didapat dari pengalamannya hidup di jalanan dengan melihat banyak konflik yang terjadi.
Diketahui ia sudah membunuh sekitar tujuh orang dari berbagai tindak kriminal yang ia lakukan. Namun kepolisian menyatakan kalau ia juga terlibat dalam 10 pembunuhan lain di Chicago.
Baca Juga: Kebangkitan Skena Musik Emo Revival, Dulu Dibenci Sekarang Dirindukan
Von juga secara gamblang menyebutkan berbagai pembunuhan yang ia lakukan di lirik-lirik lagu yang ia buat. Tanpa ragu ia juga menyebut 'Unsolved Crime' dalam salah satu liriknya.
Menurut rumor yang berkembang, ia juga menggunakan kepopuleran dan kesuksesannya untuk menghabisi lawan masalalu dan membunuhnya.
King Von terkenal sebagai pribadi yang agresif, ia bahkan kerap menulis berbagai cuitannya di Twitter/X tentang betapa ia menyukai pembunuhan.
Rapper ini juga pernah beberapa kali masuk jeruji besi akibat dari tindakan yang ia lakukan. Namun tak satupun hukuman itu yang membuatnya jera.
Ia kembali berurusan dengan kepolisian karena penyerangan berkelompok, pembunuhan dan obsesi terhadap senjata api.
Naasnya pada tanggal 6 November 2020, King Von menghembuskan nafas terakhirnya dan menghentikan berbagai kejahatan yang ia lakukan. Ia tertembak oleh sebuah penyerangan diluar sebuah klub malam di Atlanta, Amerika Serikat dan mengakhiri perjalanan dari sang rapper pembunuh berantai ini.
Source: Trap Loss Lore ( YouTube) Drill Thread (TikTok)
Editor : Baskoro Septiadi