RADARSEMARANG.ID - Hendra Kumbara dan Selagood, dua musisi yang semakin makin melejit di blantika musik tanah air. Duo musisi ini semakin kreatif dengan mengkolaborasikan musik Jepang-Jawa.
Hendra Kumbara mengaku sudah sejak lama mengenal dengan Selagood. Sejak tahun 2007. Hendra Kumbara, tergabung dalam band parodi, bernama Senggol Tromol, sedangkan Selagood dari personil band Serempet Gudal.
"Kami sering ketemu dan guyonan. Kemudian buat project Jepang Jawa sekitar tahun 2015. Tapi karena kesibukan masing masing akhirnya, blangkrah, terus mulai lanjut kembali di tahun 2019," ungkap Hendra Kumbara kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (8/6/2024).
Ia mengaku niatnya awal untuk konten puasa, bulan Ramadhan, sampai akhirnya bikin yang Kawanen Sahur.
Tetapi rilisnya mepet lebaran tahun 2023. Jadi mungkin netizen, mendengarnya mepet lebaran.
"Terus akhirnya sudah diniati, nanti puasa tahun depan, sebelum puasa itu sudah bikin, genjrengan yang didepan rumah itu," ujarnya.
Baca Juga: Duet Kakak-Adik Band Pamlax Semarang Luncurkan Album Perdana
Lagu yang dinyanyikan tak disangka viral di berbagai media sosial. Hal ini pun, menjadi perhatian oleh keduanya.
Kemudian dilanjutkan untuk membuat lagu, dan tanya jawab dengan netizen di kolom komentar media sosial miliknya.
Hendra Kumbara kemudian bersama Selagood dan Dimex (drummer Serempet Gudal) sering kumpul bareng dan bercanda hingga akhirnya menemukan sesuatu yang mereka sebut Jepang Jawa.
Lagu Jepang Jawa yang sudah dirilis digital walaupun itu masih versi genjrengan depan rumah, itu sudah masukan ke platform platform Spotify dan lain sebagainya supaya lebih aman. "Itu sudah ada sekitar 10 lagu lebih," katanya.
Lagu yang paling hits, menyebut berjudul Kawanen Sahur, yang momennya pas dengan bulan puasa.
Lagu tersebut menceritakan, tentang seseorang yang akan puasa dan untuk bangun sahur. Namun, bangun dari tidurnya kesiangan ketika akan sahur.
Baca Juga: Farradian Septiana Launching Single Arunika, Ceritakan Pudarnya Kisah Percintaan Anak Muda
"Sepanjang bangun itu dia sudah bingung, kelaparan sampai kayak gak kuat. Makanya di dalam liriknya dibuat Maghrib e Jek Suwe, Lagek Njedul Srengenge," bebernya.
Beberapa waktu lalu, duo musisi ini juga baru merilis lagu berjudul Saur Utangmu. Lagu tersebut juga sudah lengkap dengan video klip.
"Satu hal yang aku agak kaget, Mas Alif Ba Ta, master fingerstyle itu juga mengcover yang judulnya Titenono, itu lagunya yang masih genjrengan. Belum, rilis yang full," tambahnya.
Lagu-lagu Jepang Jawa, sering dimainkan atau dinyanyikan di teras rumah. Keduanya, uniknya lagi, keduanya juga mengenakan baju kimono, merupakan tradisional negara asli Jepang.
Kemudian, terkadang juga keduanya mengenakan wig atau rambut pasangan panjang. Hendra Kumbara memainkan gitar dan Selagood sebagai vokal.
"Jadi kita itu spontan. Misalkan orang nagih hutang, Ok langsung Jreng (gitar) Kuwi Njileh Duwitku... Itu spontan. Karena mungkin tema tema yang diangkat memang sehari hari belum banyak diangkat oleh orang. Makanya menceritakannya lebih gampang. Wong nagih utang ki pie," terangnya.
Sekarang ini, Duo Jepang Jawa juga tengah memproduksi untuk single terbaru berjudul Duwur Gunung.
Lagu tersebut menceritakan orang yang sedang mendaki gunung. Namun, sampai diatas gunung ternyata malah suwung.
Duo Jepang Jawa ini sudah sering pentas diatas panggung membawakan karyanya dalam kegiatan acara klub malam, mall, gathering intern di Semarang. Namun demikian, dalam waktu dekat juga akan tampil ke Kota Pahlawan.
"Minggu depan ke Surabaya. Kita duo, kalau perform full band, tetap mengajak teman-teman lengkap," akunya. (mha/fth)
Editor : Baskoro Septiadi