RADARSEMARANG.ID - Wirang merupakan lagu bergenre dangdur yang awalnya ditulis dan dinyanyikan oleh Denny Caknan.
Lagu yang dirilis pada tahun 2023 ini juga banyak dicover oleh musisi dangdut lainnya seperti Guyon Waton.
Sampai saat ini lagu berbahasa Jawa ini masih banyak diputar dengan lebih dari 30 juta kali di Youtube Denny Caknan dan Guyon Waton.
Namun dibalik lagu yang viral ini, ternyata menyimpan sebuah potongan lirik yang unik didalamnya yaitu "Bonsai Anting Putri".
Lebih lengkapnya pada bagian lirik "Tresnoku koyo bonsai anting putri, Mbok sirami rino lan wengi, Masio elok endah di sawangi, Dipekso ra iso gedhi"
Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia maka memiliki arti "Cintaku seperti Bonsai Anting Putri, Meski disiram siang dan malam, walaupun cantik dan indah dipandang, Dipaksa tidak bisa besar.
Setelah ditelusuri ternyata, Bonsai anting putri merupakan salah satu jenis tanaman bonsai yang cantik.
Sesuai dengan namanya, bonsai ini dikembangkan dari tanaman Anting Putri atau Wrightia religiosa.
Tanaman ini terkenal dengan aroma bunganya yang wangi seperti bunga melati dengan bunga putih kecil mirip dengan anting-anting.
Maka tak jarang banyak yang memanfaatkannya sebagai tanaman hias khususnya dibuat menjadi Bonsai.
Jika Bonsai Anting Putri dihubungkan dengan makna lagu Wirang ternyata memiliki arti yang sesuai.
Meskipun Bonsai Anting Putri itu indah dan cantik dipandang namun tak akan bisa menjadi besar meskipun terus disiram siang dan malam, karena bonsai memang dibuat agar tetap kecil.
Sama seperti cinta yang indah dan terus diusahakan namun jika bukan ditakdirkan untuknya maka tidak akan terus bersama atau berakhir begitu saja.
Arti judul "wirang" sendiri adalah tak enak hati atau malu. "Yen akhire wirang ben wirang pisan" artinya jika akhirnya malu biar malu sekalian.
Secara garis besar lagu ini menceritakan tentang kisah seseorang yang gagal untuk mendapatkan hati wanita yang menjadi pujaan hatinya.
Padahal sang pria sudah selalu berusaha menemani dan sabar pada wanita yang dicintainya.
Hal tersebut membuat pria tersebut harus malu dan sakit hati, hingga ia akhirnya harus kehilangan wanita pujaannya.
Editor : Baskoro Septiadi